
Selesai Umni pun langsung kembali ke kamar, dan dia melihat Ayana yang sedang tertidur di atas sofa.
Umni menatap nya dengan penuh kasih sayang, dia mendekati Ayana dan menundukkan kepalanya untuk mencium kepala Ayana, dan Umni berkata ...
"Ayana jika salah satu sahabat mu mengkhianatimu, apa kamu bisa memaafkannya dan menerimanya, dan jika ada yang mengkhianati mu aku akan menjaga mu." mengelus rambut Ayana.
Umni pun melanjutkan tidurnya ,dan di Pagi hari mereka berbagi tugas untuk menyiapkan barang barang yang mau di bawa ke London.
Ayana dan Umni menyiapkan koper, Visa dan Paspor sementara Lina dan Ayra mengeluarkan baju yang ingin di bawa.
"Oh iya kita kan pasti disana lama banget, gue saranin kita kan disini ngak punya siapa siapa, apa mau kita menetap disana, kita pulang ke sini hanya beberapa kali dalam setahun." hanya Ayra.
"Gue ikut aja, tapi kita juga harus ke sini. Kan disini juga tempat lahir kita." ujar Lina.
"Gue ikut kalian aja, lu gimana aya?" tanya Umni.
"Sama aja dah gue, lagi pula temen gue cuman lu lu pada."memasukkan baju ke dalam koper.
"Sedih banget sih lu wkwkwk, lagian lu akrab ke sama temen yang di kelas, kalau di kelas buku aja yang di lihatin kayak apa tau." Lina menyuruh Ayana.
__ADS_1
"Gimana ya, mereka tuh genk genk an gak suka gue kayak apa tau, gue fokus aja belajar ini kan buat lu lu juga, biar bisa beliin tiket konser boyband kesukaan lu lu pada." menutup koper.
"Aduh makasih lowh Ayana kuhh sayang, masih inget aja wkwk." umni peluk Ayana.
"Ya iyalah gue kan udah terlanjur janji sama kalian lagi pula kalau kesampaian gue bersyukur banget, karna gue bisa membawa kalian untuk ketemu sama boyband yang kalian fans itu." menata koper.
"Aduh terharu aku ini, eih Ayana ambilin koper gue dah." Lina menunjuk kopernya.
"Ih ambil lah sendiri kenapa suruh suruh gue lu jangan malas jadi orang tuh. Selama ini ya gue yang udah urusin kalian, masakin kalian ingetin kegiatan kalian dll yeuh." curhat Ayana.
"Wkwkw ya maap, lu kan yang paling rajin paling baik juga selalu ngingetin kita tentang semuanya wkwkwk." Lina mengambil kopernya sendiri.
"Paling muda apaan lu, kita cuma beda 2 bulan semuanya, tahun mah sama yeuh." Ayra membereskan kopernya.
"Ih kan gue bulan terakhir di antara kalian berarti gue dong yang paling muda, kalian tua wkwkwk." tertawa dengan senangnya.
"Yaudah terserah lu, mau ngomong apaan lu selalu paling benar dah." Ayra kesal.
Sudah sore mereka pun membersihkan diri mereka, dan dengan biasanya Ayana sudah selesai terlebih dahulu dari pada yang lainnya Ayana sedang memasak makanan kesukaan sahabatnya .
__ADS_1
"Cepat ke meja makan kalau sudah selesai, makanan nya sudah siap nih keburu dingin kalau kalian kelamaan." Ayana dengan teriakan.
Lima menit semuanya sudah berkumpul di meja makan, mereka pun mulai makan dengan sangat lahap karena semua makanan adalah makanan kesukaan mereka.
"Enak banget gilee ini nasi goreng." ujar Ayra.
"Ya iyalah enak masakan gue pokoknya kalian jangan sering beli makan makanan yang cepat saji dan beli makanan di luar, gak sehat. Kalau kalian mau apa apa bilang sama gue, siapa tau gue bisa bikin." membujuk semuanya.
"Iya emang kapan sih kita sering beli makanan cepat saji, udah berapa tahun juga gue makan makanan yang di buat sama lu, tapi aneh nya gue kagak bosen bosen sama masakan lu Aya." Umni bingung.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote nya ya
Makasih.
__ADS_1