APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 18 " PANIK "


__ADS_3

Mereka yang mendengar kabar buruk itu langsung kaget, dan bergegas untuk ke Rumah sakit.


Anna yang baru sampai di Rumah sakit dan langsung mananyakan ruang Ayana, setelah ia tanya kepada perawat Anna langsung pergi ke ruang Ayana.


Tapi ruang Ayana belum di bolehi masuk, setelah beberapa menit kemudian dokter keluar dan Anna langsung menghampiri nya.


"Apa anda keluarga pasien?" tanya Dokter.


"Saya temen nya dokter, apa saya boleh masuk?" tanya balik Anna.


"Pasien sudah sadar, anda boleh masuk silahkan, dan jangan membahas yang membuat dia emosional." mempersilahkan masuk.


Anna pun masuk dengan senyum jahatnya dan melihat Ayana dengan sinis.


"Lu kenapa kesini, mana Umni dan lu kenapa bohong kenapa lu tuduh gue?" menangis sampai memegang dadanya.


"Dia udah gak peduli lagi sama lu, dia sekarang udah jadi musuh lu. Dia sekarang ada di pihak gue dan dia juga gampang percaya sama omongan gue." mengangkat dagu Ayana dan menghempaskan nya.

__ADS_1


"Gue gak ada salah sama lu kenapa lu kayak gini sama gue, gue akan bujuk dan gue akan buktiin kalau gue gak salah tapi lu yang salah." menghapus air matanya namun ia tetap saja menangis.


"Karna gue BENCI sama lu, terserah lu mau cari bukti dimana hah?" memegang kepala Ayana.


Ayana menyingkirkan kepalanya dari tangan Anna.


"Denger ya kalau lu sampai berani bicara hal hal yang gak penting sama Umni atau berani lawan kata kata gue, gue akan mempersulit Umni sama kayak lu, dan gue akan mempermalukan dia di depan banyak orang denger gak lu." menatap Ayana dengan senyum jahat nya.


"Jangan (lemas), lu boleh memperlakukan gue kayak gimana aja, tapi jangan ke sahabat sahabat gue, gue akan ikutin perintah lu tapi lu janji jangan kasar sama sahabat sahabat gue." menangis dengan tersedu sedu.


Ayana hanya bisa diam dan menangis, dan selama dia nurut sama Anna, Anna tidak akan kasar kepada sahabat sahabat nya termasuk Umni.


"Cepat sembuh ya biar lu cepet lihat sahabat lu Umni, eh lupa bukan sahabat tapi musuh." meninggalkan Ayana dengan tawanya.


Saat Anna hendak pergi sudah ada Ayra dan Lina yang mendengar pembicaraan mereka tapi Anna tidak merasa kaget malah dia menatap dengan tajam kepada mereka dan meninggalkan nya begitu saja.


Lina dan Ayra langsung menghampiri Ayana yang menangis tersedu sedu, mereka tidak menyangka bahwa sahabatnya ini menyembunyikan hal besar yang membuat dirinya tersiksa.

__ADS_1


"Aya lu kenapa gak bilang sama kita, kenapa lu tanggung banyak penderitaan semuanya kayak begini." Ayra memeluk Ayana.


"Kenapa kalian mau tinggalin gue juga, kalian gak mau sahabatan sama gue juga." menyederkan kepalanya di dada Ayra.


"Kita tinggalin lu, gak akan gue sama Lina akan terus temenin lu selamanya." Ayra pun ikut menangis.


"Kita udah tau semua nya jadi gue sama Ayra pasti dukung lu." mengelus kepala Ayana.


"Terus kenapa Umni gak percaya sama gue, dia malah percaya sama Anna gue tau gue salah udah bohongin dia tapi ini juga demi kebaikan dia, gue gak mau dia di perlakukan gak baik sama Anna, gue takut dia kenapa kenapa." lemas dan mencengkram selimut dengan kencang sambil menangis.


Ayana pingsan dan Lina memanggil dokter segera.


~


~


Jangan lupa like , komen dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2