
"Jangan tampar Umni, Lina!" menyuruh Lina untuk menahan emosi nya.
"Kenapa suruh berhenti muna lu, padahal lu juga mau tampar gue kan hahh." meneriaki Ayana.
"Jangan bicara kayak gitu Umni , gue gak mau tampar lu. Gue minta maaf atas perlakuan gue sama Lina ke lu, maaf." dengan nada halus nya Ayana bicara.
Umni yang bersikap biasa saja, dia akhirnya meninggalkan Ayana dan yang lain. Ayana memanggilnya dan mengatakan.
"Umniiii semoga bahagia ya." tersenyum dan menangis, hati nya campur aduk.
Umni yang mendengar perkataan itu dari Ayana tampak biasa saja dan segera naik mobil milik Anna.
Ayra langsung menarik tangan Ayana dan memeluk nya dengan erat dan menenangkan hati nya.
"Lu kenapa cegah gue buat tampar si Umni sih, dia udah jahat sama lu tapi lu malah baik sama dia?" tanya Lina.
"Jangan nanti dia semakin benci sama kita, gue masih berharap dia bisa kembali lagi sama kita." ujar Ayana.
"Ishhhhh si Ayana ini masih aja baik sama si id*ot, padahal tangan gue udah gatel buat pukul si id*ot itu." ujar Lina yang kesal.
Mereka pun pulang ke hotel dan berkumpul di ruang tamu setelah mereka bersih bersih.
__ADS_1
Ayana yang sudah ada di ruang tamu sedang membuat novel dan mencari pekerjaan, ia tidak mau kerja di kantor nya Anna lagi.
drtttttdrtttttdrttttdrttt bunyi suara telfon hp Ayana.
Ayana langsung mengangkat telfon nya tanpa melihat siapa yang menelfon nya dan dia kaget ternyata yang telfon ia itu William.
"Eihhhhhh jangan di matiin dulu, gue mau tanya doang sama lu etdahhhhh."
"Tanya apaan cepet gue sibuk?" dengan nada suara kesal nya.
"Eummmmmm, eummmmm." sengaja melamakan telfon bersama Ayana.
"Eum eum eumm apaan lu njirr lama lu ah elahh." Ayana mengelus dadanya supaya sabar.
"Udah lah gue matiin aja." Ayana pun mematikan telfon nya, dan William mencoba menghubungi nya lagi tapi tidak di jawab sama Ayana.
Sampai 4 menit kemudian Ayana melihat hp nya ada 99 panggilan tidak terjawab dari William, karna sudah malam Ayana langsung ingin tidur saja dan tidak ingin meladeni William.
Saat Ayana ingin tidur, William menelfon nya lagi, dan ini yang ke 100 kali nya ia menelfon Ayana, Ayana pun langsung mengangkat telfon nya dari pada menganggu tidurnya sepanjang malam.
"Apaan sih lu ganggu gue tau gak lu." menaruh hp nya di samping kuping nya.
__ADS_1
"Gue mau nanya sama lu, lu malah matiin telfon nya berani banget kayak nya lu sama gue, baru kali ini perempuan berani sama gue kayak gini. Malah cewek yang lain tunggu telfon dari gue eihhhhh ini mah malah sebaliknya."
"Gue gak sama kayak cewek yang lain, cepet lu mau nanya apaaan ahh lama nji*r*."
"Sabar nji*r**, gue cuman mau nanya lu udah minum obat belum?" tanya William.
"Yaelah nanya kayak gitu doangggg lama banget, bikin kesel gue aja."
"Ya maafff, terus udah belum lu minum obat nya?" tanya William.
"Udahhhh puas kan luuu, yaudah gue mau tidur jangan ganggu." Ayana mematikan telfon nya dan tertidur.
"Eihhhh malah di matiin tau gue mau bicara lama, gak peka nih wuaah." tertawa kecilll.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote nya ya
__ADS_1
makasih.