APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 35 " keluar gak "


__ADS_3

Ayana yang tadi nya banyak menangis, ia tidak sengaja langsung tertidur di sofa dengan angin yang menyerpa wajah nya.


Sementara di ruang tamu masih membicarakan tentang Ayana dan BRS sudah tahu masalah apa yang di alami Ayana.


"Kenapa sahabat nya itu bisa tega banget sama Ayana, hanya masalah kecil tapi malah di besar besar kan sampai seperti ini?" tanya Hans.


"Saya juga tidak tahu kenapa sikap Umni itu berubah sekali dengan yang dulu, di antara kami padahal Ayana yang paling baik sama dia." ujar Lina.


"Owhh kami akan sering sering nanti main bersama kalian, tapi kalian yang ke Perusahaan kami dan jangan lupa ajak Ayana supaya dia tidak nangis terus oke." ujar Brayn.


"Bener serius, pasti pasti kami akan ajak Ayana ke Perusahaan kalian nanti." ujar Ayra.


Boygrup BRS pun pulang ke Perusahan nya, sementara yang lain lanjut berbincang bincang tentang konser yang tadi mereka tonton, William yang merasa haus langsung menuju dapur untuk mengambil air.


Setelah mengambil air dia berhenti di Kamar Ayana dan mencoba masuk, ia mencari cari Ayana dan ternyata Ayana tertidur di sofa.


William menaruh gelas nya dan langsung memindahkan Ayana ke kasur dengan menggendong nya, setelah memindahkan nya William segera pergi tapi tiba tiba tangan nya di pegang oleh Ayana.


Ayana yang memegang tangan William dan sambil mengigau menyebutkan kata Ibu dan Ayah dari mulut nya.

__ADS_1


William yang tampak kasihan ia menunggu Ayana di samping nya dan terus menepuk dahi Ayana dengan lembut, setelah Ayana tenang William segera keluar dari kamar.


"Gue pulang dulu ya, udah malam juga byee sampai ketemu di Kampus besok okee." ujar William.


Mereka pun tidur dengan pulas dan saat pukul 4 Ayana bangun untuk mengambil air putih, setelah mengambil air putih ia kembali dan duduk di atas kasur sambil memeluk bantal nya.


Ayana terus menerus mengingat kejadian semalam, ia tidak bisa melupakan nya, ia terus menerus meneteskan air mata nya.


Di saat menangis, Ayra yang tidak sengaja melewati kamar Ayana mendengar suara tangisan, dan langsung membuka pintu Ayana.


Ayra langsung memeluk Ayana dengan erat dan mengelus kepalanya.


"Gue jahat ya Ayra?, gue udah jahat banget ya sama Umni?" tanya Ayana yang menangis di pelukan Ayra.


"Gak gak lu gak jahat sama sekali, Umni yang jahat dia udah tinggalin sahabat yang baik kayak lu." Ayra yang akhirnya ikut meneteskan air mata nya.


"Lu bohong, lu bohong pergi gak keluar dari kamar gueee, gue jahat gue jahat." mendorong Ayra dengan kencang.


"Gak Aya, gue gak bohong lu jangan kayak gini dong, gue khawatir sama keadaan lu Aya." ujar Ayra yang kembali memeluk Ayana.

__ADS_1


"Gue bilang keluar, keluar sekarang gue mau sendiri, pergi sekarang." teriak Ayana dengan sangat kencang.


Lina yang dari tadi melihat dari luar kamar, langsung menarik Ayra untuk keluar dan membiarkan Ayana untuk sendiri dulu.


"Udah dia mau sendiri dulu, kita menjaga nya dari kejauhan juga udah cukup." ujar Lina.


Di Pagi hari nya ~ di Kampus.


Di sepanjang perjalanan Ayana hanya terdiam tidak bicara sekata kata pun, Ayana tampak lemas selama perjalanan.


Sesampainya di kelas Ayana membawa jaket William dan menaruhnya di meja William.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan vote nya ya

__ADS_1


makasih.


__ADS_2