
Sesampainya di Restoran.
Ayana langsung duduk dan memesan minuman karena ia gugup.
"Kenapa lu kayak gitu? tanya Ayra.
"Gapapa, dah langsung pesan makanan aja gue lapar nih." ujar Ayana.
Mereka pun menghabiskan waktunya makan malam nya dengan menyenangkan, berbincang bincang, lalu tertawa itu yang mereka habiskan dengan sahabat.
Sudah satu jam, mereka akhirnya pulang dan masuk ke kamar masing masing.
Di rumah William.
William masih memikirkan tentang ia melihat Ayana di jalan, dan ia tidak bisa mengajaknya mengobrol.
Ia pun mengambil minum nya di dapur dan melihat ada Elisa di rumahnya. ia kebingungan kenapa Elisa ada di rumahnya ini.
"Lisa kenapa ada disini?"
"Lisa minta nginep di sini abisnya Lisa lagi marahan persoalan kecil sama Ayah."
"Terus kalau persoalan kecil kenapa gak diselesaikan dengan baik, kenapa harus nginep di sini."
Elisa menundukkan kepalanya dan, "Eumm besok juga ada janji sama Ayah nya Liam mau olahraga badminton bareng." ujar Elisa.
__ADS_1
William hanya menatapnya dan membuang nafas perlahan, setelah minum ia pun langsung meninggalkan Elisa sendiri di dapur.
"Kenapa sih kayaknya Liam berubah gitu?" tanya Elisa.
Keesokan paginya.
Di belakang rumah keluarga William.
"Ayokk Lisa pasti bisa." sorakan ibu Elisa.
"Om pukul nya jangan keras keras dong hahaha." kelelahan.
William yang terganggu dengan sorakannya langsung pergi keluar untuk berlari kecil di sekitar rumahnya.
Dan tiba tiba handphone William berdering, itu Franklin yang memberitahu William bahwa ia melihat Ayana sedang di taman.
Di taman.
Franklin yang terus mengawasi Ayana yang sedang bermain dengan anak kecil.
Empat menit kemudian William datang dan mencari Franklin.
"Tuh Ayana yang lu cari lagi duduk, sana samperin semoga berhasil, gue duluan ye." meninggalkan William.
William berjalan menuju Ayana dan langsung memegang tangannya, Ayana yang tampak kaget segera berusaha melepaskan tangan William dari tangannya.
__ADS_1
"Apaansih lu lepasin gak, sakit tau." memberitahu William yang tampak marah.
"Ya itu lu kenapa..., kenapa lu gak mau ketemu sama gue lagi?, hah." menatap Ayana dengan seriusnya dan ia pun membuat takut Ayana.
"Apaansih lu terserah gue lah, udah lepasin gue malu, disini banyak orang."
Saling menatap sejenak, William yang tidak sabaran langsung menarik Ayana masuk kedalam mobilnya.
Ayana yang berusaha membuka pintu pun tidak bisa membukanya, William yang sangat merindukannya langsung menghentakkan badan Ayana di kursi, tangannya yang di samping kepala Ayana, lalu menatapnya dan terdiam sejenak.
"Apa?" suara tegas Ayana.
William tidak menjawabnya ia langsung menyenderkan kepalanya di dada Ayana dan mengungkapkan rasanya selama ini.
"Lu tau gak waktu lu gak ada, gue setiap hari cari tau tentang lu tinggal dimana, kerja dimana."
"Tapi gue gak bisa sama sekali temuin lu dimana mana, dan waktu itu gue gak sengaja lihat lu di jalan..., tapi lu malah kabur dari gue." membangkitkan kepalanya lagi.
"Terus gue mau tau alasan lu kenapa gak mau ketemu lagi sama gue."
Ayana hanya memalingkan kepalanya, William yang tampak menunggu jawabannya langsung mencium bibir Ayana.
"Dehk!" Ayana kaget langsung mendorong William.
"Apaan sih, buka gak kunci mobilnya!" suruh tegas Ayana kepada William yang tampak marah.
__ADS_1
"Jawab dulu pertanyaan gue yang tadi." ujar William.
Mohon dukungannya teman.