
Umni hanya diam dan menangis di depan kantor, Ayana tidak tau jika Umni ada di tempat kerja dia.
"Kenapa Aya tega, selama ini gue selalu percaya sama dia?" tanya kepada diri sendiri.
"Kalau gue jadi lu sih, gue langsung gak mau sahabatan sama dia lagi. Dan kalau kata gue sih dia iri sama lu, habisnya kalau lu di terima lu ada di atas dia tuh kerjaannya jadi karyawan dia kan cuman pengantar kopi ke ruang ruang." ujar Umni.
Dan sudah waktunya Ayana pulang, dia keluar dari kantor dan melihat ada Umni dan Anna sedang duduk bersama di halaman depan kantor, Ayana pun menghampiri Umni dan Anna.
"Umni lu kenapa di sini, kalau lu mau jemput gue gak usah habisnya gue kan pulang malam." kata Ayana.
"Aya lu kenapa bohong sama gue?" menatap ke arah Ayana dengan mata sembab.
"Lah lu kenapa, lu habis nangis terus gue bohong apa emangnya sama lu?" tanya balik Ayana.
__ADS_1
"Lu bohong sama gue soal pekerjaan,padahal di sini adaaaa kannn pekerjaan yang layak kenapaaaaaa lu bohongin gue Aya kenapa?" tanya Umni dengan kesal kepada Ayana dan duduk lemas.
Ayana kaget dengan perkataan Umni yang kasar dengannya, dan Umni sudah tau tentang kerjaan yang di cari di sini.
"Gak gue gak bermaksud bohongin lu kok." memegang tangan Umni.
Umni menyingkirkan tangan Ayana dari tangannya.
"Gak gue gak pernah iri sama lu, walaupun lu mau jadi bos di sini juga gue gak papa." jawab Ayana.
"Terus lu kenapa bohongin gue soal pekerjaan yang ada di tempat kerja lu, dan Anna juga bilang ini perusahaan dia, dia juga izinin gue kalau gue kerja di sini dan tapi lu malah gak kasih tau gue kalau ada pekerjaan di sini." menatap Ayana dengan amarah.
Ayana hanya bingung dia harus bilang apa.
__ADS_1
"Gue takut lu di perlakukan gak adil di Perusahaan ini Umni." memegang kepala Umni.
"Di perlakukan kayak gimana emangnya sampai lu bohong sama gue?" tanya Umni.
"Lu mau nuduh gue, gue gak pernah ya mukul lu apa apain lu gak pernah malah gue juga sempat tawarin pekerjaan ini buat sahabat lu kalau mereka pada butuh, tapi lu malah gak bilang sama mereka, lu jahat tau gak sama sahabat lu sendiri." menatap tajam ke hadapan Ayana.
"Kenapa lu gak mau bela lu lagi, gue kecewa sama lu Aya. Gue gak mau sahabatan sama lu lagi, gue gak mau tinggal sama lu lagi." kata Umni dan meninggalkan Ayana.
"Lu percaya sama omongan Anna yang baru lu kenal, lu gak kasian sama gue dan gue gak mau kehilangan lu. Gue minta maaf udah bohong sama lu plissss jangan tinggallin gue." memegang tangan Umni.
"Udah terlambat Aya, kalau lu yang kasih tau gue soal ini duluan gue pasti masih bisa maafin lu, tapi gue tau dari temen baru gue yaitu Anna bos lu." melepaskan tangan Ayana dari tangannya.
Mereka pun meninggalkan Ayana dengan begitu saja, Ayana menangis di jalan sambil duduk, Ayana kecewa dia akhirnya mengalami sesak nafas lagi dan pingsan.
__ADS_1