APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 48 " harus menjauh "


__ADS_3

Dengan langkah yang sangat berat untuk masuk ke dalam ruangannya dan pikiran yang sudah tidak fokus, Ayana masuk menggenggam baju dengan sangat erat oleh tangannya.


Kenapa hari hari ini selalu ada kesulitan


Kenapa hari hari ku tidak ada rasa ketenangan


Dan kenapa aku harus mempunyai sahabat yang pada akhirnya ia meninggalkan ku dan membenciku


Aku hanya berharap bisa kuat untuk melewatkannya.


Umni dengan perlahan lahan mendekati Ayana dengan mata yang terbuka lebar, ia mendekati wajah nya dan membisikkan sesuatu kepada Ayana.


"Jangan harap bisa dekat dengan William, walaupun dia selalu dukung lu, belum tentu dia suka sama lu, ingat itu."


Ayana tidak merespon ia hanya berpikir kenapa Umni berbicara seperti itu kepadanya, Ayana ingin menanyainya tapi ia takut Umni malah tambah marah kepadanya.


"Yaudah lu boleh keluar sekarang, dan ingat kata kata gue tadi."


Ayana keluar dan masuk ke dalam kamar mandi, menyenderkan tubuhnya ke tembok dan memukul pelan dadanya.


Apa gue harus merasakan ini semuanya

__ADS_1


Apa gue gak berhak mencintai seseorang


Kenapa orang yang gue suka, ada aja penghalangnya .


Gue selalu mikir, saat gue suka sama seseorang ada aja yang membuat gue gak pantas untuk dapetin orang yang gue suka.


Dan yang terjadi akhirnya pun, gue selalu gak pernah dapetin orang yang gue suka, apa ini akan terjadi lagi, di saat gue sudah menemukan orang yang gue sukai yaitu William.


(Curah hati Ayana.)


Ayana keluar menghapus air matanya ia tidak kuasa untuk menahan air matanya, ia sudah memutuskan untuk menjahui William dan berusaha melupakannya dengan seiring waktu.


Walaupun bagi dia susah, ia tidak ingin membuat Umni marah lagi karena hal seperti ini saja.


Ayana diam diam pulang keluar dari kantor supaya tidak ketahuan oleh William, jika ketahuan pasti William mengajaknya pulang bersama apalagi di kantor masih ada Umni dan Anna.


Dengan jalan menyeker yang menjinjit dan menenteng sepatunya high heel nya, ia akhirnya berhasil keluar dan banyak mengeluarkan keringat.


Ia merasa tenang dan berjalan dengan kaki yang tetap menyeker, tiba tiba ada butiran putih yang jatuh dari langit, salju turun dengan indahnya, Ayana memainkan salju itu padahal dirinya sudah tahu kalau tubuhnya tidak tahan dengan cuaca dingin.


Berjalan sambil meloncat loncat dengan senyuman nya, ia berputar dan tidak sengaja menabrak seseorang, Ayana melihat nya dan ternyata William, ia membalikkan badannya dan pura pura tidak melihatnya.

__ADS_1


"Berhenti!" menarik baju Ayana.


Ayana dengan malunya ia berhenti, menundukkan kepalanya dan berbalik menatap William.


"Gue mau pulang, Lu kenapa ada di sini?"


"Kenapa pulang gak bilang dulu sama gue, dan dengan pakaian yang pendek lu malah main salju."


"Terus memangnya kenapa Boskuuu, yasudahlah gue mau pulang duluan udah malam nih sahabat gue nanti khawatir,byee."


"Gak mau di antar?" tanya William, Ayana membalikkan badannya dan menggelengkan kepalanya, William yang tadinya sudah bersiap siap untuk pulang bersama Ayana, dan akhirnya tidak jadi.


"Kau tidak tahu isi hatiku Will, sebenarnya gue mau banget selalu ada di samping lu, gue mau banget di antar sama lu setiap hari, tapi gue gak bisa lagi ada di samping lu setiap hari."


"Ujar dalam hati Ayana."


"Kalau kita berjodoh pasti kita akan di dekatkan tanpa kita sadari tunggu aku William."


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen like dan vote nya ya


makasih .


__ADS_2