APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 37 " sadar diri "


__ADS_3

Ayra yang tidak tahan dengan kelakuan nya Umni, ia langsung mengangkat tangan nya untuk menampar Anna tapi saat ia ingin menampar Anna tangannya di tahan oleh Umni.


"Apaan si lu jangan tamparan dong, lu cukup tampar gue aja jangan Anna yang udah tolong gue saat gue di bohongin sama si Ayana." menghempaskan tangan Ayra.


"Lu tega sama Aya, lu lupa tadi dia baru aja tolongin lu saat penyakit lu kambuh hahhhhh sadar diri woyyy siapa yang bantuin lu tadi nj**r." suara kencang Ayra.


"Gue gak peduli siapa yang tolong gue tadi, dan gue juga gak peduli kalau dia sakit." ujar Umni sambil menatap Ayana.


Ayana hanya diam dengan tatapan kosong dia bingung harus bagaimana lagi supaya Umni tidak marah lagi dengan dia, William yang melihat nya langsung memeluk Ayana tanpa memikirkan kalau di situ ada Umni, Anna dll.


"Will tolong antarkan Aya pulang duluan ke Hotel, gue sama Ayra nanti nyusul." ujar Lina.


William langsung mengajak Ayana ke mobil nya, Ayana masih tidak berbicara apa apa dia diam selama di perjalanan padahal William terus mengajak nya bicara.


Sesampainya di Hotel William mengantarkan Ayana sampai masuk ke dalam kamar Hotel.


"Oh iya kemarin Dokter bilang ke gue, besok waktunya lu check up, besok gue jemput ya." ujar William.


Tapi Ayana tetap saja tidak menjawabnya, ia malah ingin menutup pintu kamar dan mendorong William keluar, William yang tampak kesal langsung mendorong Ayana ke tembok dan menatap Ayana dengan heran.

__ADS_1


Ayana pun kaget ia langsung menaikkan kepalanya dan menatap ke arah mata William yang memiliki mata biru yang cantik.



"Lu gak usah pikirin persoalan tadi, dari tadi gue ajak lu bicara malah diam aja." ujar William yang menahan badannya dengan posisi tangan menyentuh tembok.


Badan dan bibir mereka sangat dekat, Ayana tiba tiba meneteskan air mata nya dan menundukkan kepala nya.


William langsung memegang dagu Ayana dan mengangkat kepala Ayana dengan lembut.


"Kenapa?, why ?" tanya William dengan lembut nya.


"Will, gue takut sahabat gue yang lain tinggalin gue kayak Umni." Ujar Ayana dengan nada lemas nya dan menangis.


"Gue mau minum bir." ujar Ayana.


"Gak, lu kan masih sakit gimana sih lu." William kesal.


"Sekali aja." ujar Ayana.

__ADS_1


Keadaan di Kampus .


"Suatu saat lu pasti menyesal udah tinggalin kita dan lu lebih akan menyesal udah menyia-nyiakan sahabat yang baik seperti Ayana." ujar Lina.


"Gue gak akan pernah menyesal, malah sebalik nya kalian yang akan menyesal karena sudah berteman sama si Ayana itu." teriak Umni.


"Apa hahh gue gak denger lu dodol id*o*." ujar Ayra dan langsung meninggalkan mereka.


"Dasar bren**ek kalian semua aaaa." Anna meneriaki dengan kencang.


Saat Ayra dan Lina sedang menunggu Bus, mobil mewah bewarna hitam berhenti di depan nya, kaca mobil pun terbuka dan ternyata itu Ayah dan mamah nya William, Ayah William kenal dengan mereka dan langsung membiarkan mereka masuk ke salam mobil nya.


"Makasih Om, Tante sudah mengantar kami pulang." ujar Lina dengan nada sopan nya.


"Tidak apa apa, kok kalian cuman berdua aja Ayana di mana?" tanya Ayah William.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya ya


makasih.


__ADS_2