APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 46 " nongkrong "


__ADS_3

Sudah seminggu Ayana dan William menghabiskan waktu bersama, dan Ayana bekerja sama dengan William membangun rumah yang layak untuk di tinggal anak anak.


Ayra dan Lina sudah naik jabatan tidak menjadi pelayan kafe lagi, mereka bertiga hidup bahagia dan tidak kesusahan lagi apalagi ada William yang siap membantu mereka.


Ayana bekerja sebagai sekretaris William di kantor dan sering bermain ke rumah William untuk bertemu dengan Ayah dan mamah William.


Liburan musim panas tiba.


Ayana dan yang lain tetap menetap di London dan meneruskan pekerjaan nya yang sudah lumayan bagus, Ayana sedang ada di kantor bersama William di sampingnya.


"Yana tolong siapkan berkas yang kemarin belum selesai." memainkan leptopnya.


Ayana menjawab "Iya.", ia pergi ke dapur membuat kopi untuknya dan William.


Sementara Anna dan Umni semakin besar namanya di London, beberapa minggu lagi Umni akan mengadakan wawancara di Perusahaan Caldwell milik Ayah William.


Ayana harus memperkuat kan diri untuk menemui Umni yang sudah lama tidak bertemu dengannya ini, ia tidak ingin merusak acara Wawancara orang tua William dan William karena keegoisannya.


Sudah larut malam.


Ayana yang selalu di antar ke Hotel bersama William, entah kenapa hari ini ia tidak ingin pulang bersama William.

__ADS_1


Ayana menolak dan meninggalkan William di dalam mobil, William yang khawatir Ayana pulang sendirian diam diam ia mengikuti Ayana dari jarak jauh.


Ayana berhenti di sebuah Cafe dan memesan kopi, William yang kesal dengan Ayana yang tidak cepat cepat pulang malahan memesan kopi di Cafe padahal sudah larut malam.


William masuk ke dalam Cafe, langsung menarik tangan Ayana dan menaruh uang di meja untuk membayar kopi.


William menariknya ke luar Cafe dan masuk kedalam mobil untuk memarahi nya.


"Tau gak sekarang sudah malam, malah minum kopi di Cafe." memakaikan sabuk pengaman dengan wajah dan badan yang sangat dekat.


"Sudah gue bilang gak usah antar gue, dan terserah gue dong mau minum kopi dulu atau gak." mendorong tubuh William yang sangat dekat.


Di dalam perjalanan mereka tidak berbicara sekata patah pun hanya saling tatap dengan diam diam.


Ayana menyenderkan kepalanya dan melihat ke arah kaca, ia sebenarnya sudah jatuh cinta terhadap William tapi ia tidak memberitahu William.


Karena Ayana takut kalau dirinya tidak pantas memiliki pasangan seperti William yang kaya, pintar dan orang terkenal di London.


Walaupun William bersikap baik terhadapnya, belum tentu William suka dengan dirinya.


Sesampainya di Hotel, Ayana keluar dan langsung masuk ke dalam Hotel tanpa bicara apa pun kepada William.

__ADS_1


William yang kesal karena di abaikan, ia pun marah dan mengendarai mobilnya dengan kencang, William juga bingung kenapa Ayana hari ini mengabaikannya.


Ayana masuk dengan wajah murung nya dan mengabaikan Ayra dan Lina yang sedang menonton Televisi.


"Hei kenapa lu?, muka di jelek jelekkin kayak gitu." ujar Lina.


"Udah jelek di jelek jelekkin, mata gue sampe gak tahan." ujar Ayra sambil tertawa terbahak bahak .


Ayana langsung melemparkan tasnya ke Ayra dan tertawa dengan terbahak bahak karena tasnya tepat sasaran mengenai wajah Ayra.


"Lu ya, awas aja lu ya belum tahu aja pukulan batu dari tangan gue, sabar aja gue mah." ujar Ayra melemparkan kembali tasnya ke Ayana.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan vote nya ya


makasih.

__ADS_1


__ADS_2