
"Gue tadi lihat kalian sama Umni berantem soal Ayana, emang nya Ayana kenapa terus dia hari ini gak masuk kenapa?" tanya William.
"Gue gak bisa kasih tau lu soal ini." jawab Lina.
William curiga dia khawatir tentang keadaan Ayana, dia berencana untuk menelfon Ayana seusai kelas.
Sementara Ayana di rumah sakit ia sedang melihat ke arah jendela, ia hanya bisa bersedih dan tatapan yang kosong kenapa sahabat yang ia sangat percayai, dia malah lebih percaya sama orang yang baru ia kenal.
Perawat masuk untuk mengingatkan Ayana untuk meminum obatnya, kalau sampai terlambat minum obat dia akan mengalami pusing yang sangat sakit, Ayana pun menganggukkan kepalanya tapi dia tidak meminum nya.
Ayana tidak mau meminum obat nya dan hp nya berdering, itu dari William yang menelfonnya tapi Ayana tidak menjawab telfon dari William. William terus menerus menelfon Ayana tapi Ayana juga terus menerus tidak menjawab nya.
DI KAMPUS
"Apaan sih berani banget dia gak jawab telfon gue, padahal gue khawatir sama dia coba dia tau gue kasih sikap kayak gini baru sama dia doang." kesal.
William pun mencoba sekali lagi untuk menelpon Ayana, dan Ayana geram akhirnya dia menjawab telfon dari William.
__ADS_1
"Apaan sih lu berisik tau gak telfon gue mulu." nada pelan.
"Ya lu kagak jawab telfon dari gue, ya gue khawatir lah." nada kencang.
★★★★★★ 사랑해 ( penulis ).
"Lu khawatir sama gue, gue berharap Umni juga khawatir sama keadaan gue." dengan nada lemas.
"Lu kenapa, lu sakit?" Tanya William.
Ayana yang telat meminum obat dia jatuh pingsan dan menjatuhkan telfon nya, di saat itu juga perawat masuk dan memanggil dokter ia juga mengambil hp Ayana dan masih terhubung sama William.
"Halo pasien yang bernama Ayana jatuh pingsan lagi, ia seperti nya tidak meminum obat nya tolong anda ke rumah sakit sekarang."
William yang kaget mendengar keadaan Ayana yang di rawat di Rumah sakit, ia segera bergegas pergi dengan memakai masker karena ia sangat terkenal di London dan pemuda bintang iklan juga.
Sesampai nya di rumah sakit ia langsung menanyakan ruang Ayana, tapi ruang Ayana masih di tutup.
__ADS_1
Setelah 8 menit William menunggu akhirnya dokter pun keluar, dan dokter berkata Ayana harus di rawat di rumah sakit yang lebih bagus dan tepercaya, William pun membawa Ayana ke rumah sakit kepercayaan keluarga nya dan Ayana di masukkan ke ruang VIP.
Ayana langsung di periksa oleh dokter keluarga William, dan menyuruh William supaya tidak khawatir.
"Udah gak usah khawatir, dia akan baik baik aja kok, sampai keringetan kayak gini kamu." melihat William.
"Aku gak bisa kehilangan dia lagi Dokter, dia sikap nya mirip sekali dengan perempuan yang dulu aku cintai." melihat Ayana dari kaca.
"Owh dia, inget kamu harus mencintai nya dengan tulus jangan mencintai dia karna sikap nya yang sama, itu malah menjauhkan kamu darinya." Dokter pun meninggalkan Ayana dan membiarkan William masuk.
William menunggu Ayana sampai ia sadar, ia memegang tangan Ayana dan tertidur, setelah 2 jam Ayana sadar dari pingsan nya dan melihat William yang tertidur di samping nya, tanpa sadar ia meneteskan air mata dan membayangkan William itu adalah Umni yang menunggu nya sampai ia sadar.
*
*
❤
__ADS_1
J****angan lupa like , komen , sama vote nya ya.
여로분 사랑해 😆😙.