
Ayana pun menangis dan melepaskan tangan nya dari William, William terbangun dan langsung melihat ke arah Ayana.
"Lu kenapa Yana, kok lu nangis sih?" tanya William.
Ayana tidak menjawab nya, lalu William memeluk Ayana dan menyenderkan kepala Ayana di dada nya dan menenangkan nya dengan cara mengelus kepalanya.
"Apa Umni udah gak peduli lagi sama gue, gue gak mau kehilangan dia, kenapa dia lebih percaya sama Anna, kenapa Willl." dengan nada lemas nya.
William kaget karna Ayana baru pertama kalinya memanggil dia dengan sebutan Will, dan dia kebingungan kenapa Ayana berbicara tentang Anna.
"Emang lu sama Anna ada masalah apa?"
Ayanaa tidak merespon, dan William melihat Ayana rupanya ia tertidur di pelukan William. William pun membaringkan badan Ayana dengan benar, muka nya dan muka Ayana sangat dekat dia diam diam mencium kening Ayana dan tersenyum melihat dia yang sedang tidur.
William berencana akan menanyakan soal Anna ke Ayra dan Lina setelah mereka datang.
Saat William sedang membaca buku di ruangan Ayana, dokter datang dan akan memeriksa Ayana.
"Dia sedang tidur, jangan sampai membangunkan dia."
Dokter hanya melihat William dengan sekilas, dan tidak menjawab nya, ia memeriksa dengan teliti tanpa membangunkannya.
"Dia sudah lebih membaik, saya taruh obat nya di meja ya, jangan sampai telat." duduk di samping William.
__ADS_1
"Iyalah dia sudah membaik, apa karena tadi gue peluk ya wkwkwk." menatap dokter yang sudah di anggap paman oleh William.
"Gerakan kamu cepet juga ya, langsung peluk dia dalam kesempatan kayak gini." menggelengkan kepala.
"Kalau mau dapetin cewek yang kita suka, kita nya juga harus gercep lah jangan lengah sedikit nanti di ambil sama orang kalau kayak gitu." mengangkat alisnya.
"Paman gak tau ah masalah anak muda mah, yaudah jaga dia baik baik, paman pergi ke pasien lain lagi ya." mengelus kepala William.
William menganggukkan kepala nya dan mamah nya menelfonnya.
"Hallo Will kamu ada di mana, ini udah malam loh?" ( menyalakan speaker hp ).
"Aku lagi di rumah sakit jagain pacar aku yang lagi sakit mah."
"Pacar?, kamu udah punya pacar, kapan, siapa, udah berapa lama kamu pacaran?"
"Kamu udah punya pacar, cantik gak?, kenalin donk sama Ayah, Ayah juga kan penasaran." dengan bersemangat.
"Apaan sih semangat banget, Ayah mau punya pacar hah."
"Mau lah, tapi kan sekarang udah ada mamah yang cantik."
"Apaan sih jadi lebay kayak begini, tadi aku cuman bercanda dia bukan pacar aku, cuman temen doang. Bentar lagi aku pulang nunggu temen Yana dulu abisnya."
__ADS_1
"Yahhh Ayah kecewa nihhhh, padahal Ayah mau banget lihat kamu pacaran lagi terus nikah terus punya cucu deh kita."
"Doain aja yah semoga aku bisa pacaran beneran sama Yana, Yana juga kuliah di kampus kita loh."
"Berarti kapan kapan kita bisa ketemuan dong sama perempuan yang kamu suka."
Mamah William merebut hp nya dari suaminya.
"Mamah setuju aja yang penting kamu bahagia, yaudah nanti kalau pulang hati hati yah."
"Iya." menutup telfon nya.
Selesai William telfon 10 menit kemudian Ayra dan Lina datang, mereka harus tetap bekerja untuk menghasilkan uang yang banyak untuk kehidupan sehari hari.
"Gue bicara sekarang aja ya, Yana kan tadi bicara sama gue dan dia bawa bawa nama Anna emang nya Yana sama Anna ada masalah apa?"
★
★
★
★
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya.
여로분 사랑해 😚😄.