APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 45 " rasa apa ini "


__ADS_3

"Gak papa hanya ingin melihat dia menjadi Artis besar saja." ujar William dengan memutar mutar kan kursinya, Ayah William pun setuju saja jika Ayana mau.


William kembali lagi ke tempat Ayana dan anak anak kecil, sekarang ia tidak sembunyi sembunyi untuk menemui Ayana.


William dengan gagah nya mengibaskan rambutnya yang pirang dan menatap Ayana dengan tatapan yang sangat lembut, Ayana yang sedang membersihkan buku buku dan saat ia berdiri melihat William yang sedang menatapnya.


"Lu?" Ayana yang tampak kesal jika bertemu dengan William langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.


William yang sudah sangat tampan di abaikan oleh Ayana langsung membuka pintunya dengan paksa dan sampai akhirnya pintunya pun rusak dan jatuh.


Debu beterbangan suasana menjadi diam, Ayana yang sudah mengepalkan tangan nya langsung mengarahkan tangan nya ke arah William yang hampir mengenai wajah nya.


"Rusak ya?" tanya William dengan memasang wajah polosnya.


"Lu yaa bisa nya buat masalahhh aja." memukul kepala William dan membenarkan pintu yang sudah rusak ke belakang.


William yang sedang duduk sambil melihat lihat rumah yang sudah hampir rapuh, sementara anak anak melihat William dengan mata sinis nya karena sudah merusak pintu rumah mereka.


"Lu kenapa bisa tau gue di sini?" tanya Ayana dengan menaikkan kakinya di bangku dekat dengan William.

__ADS_1


"Lu mau jadi Artis gak?" melipatkan tangan nya.


"Kenapa lu tiba tiba tawarin gue jadi Artis hah?"


"Gak papa gue hanya tawarin aja, keputusannya ada di lu."


Ayana bingung apa yang harus dia jawab


"Gue pikir pikir dulu, udah sana lu pulang jangan kesini lagi kalau perlu." mengusir William dengan mengibaskan tangannya.


"Gue boleh main di sini sama lu gak, kita urus mereka bareng bareng, tapi lu juga gak bisa tolak gue juga sih okee." Langsung bermain dengan anak anak dan memberi mereka cokelat.


"Ahh!" suara kesakitan dari Ayana, tangannya terkena jarum yang tajam saat menjahit pakaian.


William lari dan mengecek tangan Ayana dengan penuh hati hati, meniup nya dengan pelan pelan sampai wajah Ayana merah karena malu.


"Lepas, cuma luka kecil." menjauhkan tangannya dari William.


Tanpa berkata kata William menarik tangan Ayana lagi untuk memakaikan Betadine dan perban kecil.

__ADS_1


Ayana yang malu menatap William dengan tatapan yang berbeda, ia mengepalkan tangan sebelahnya karena gugup dan jantungnya yang berdebar kencang.


"Udah gak sakit lagi?" tanya William dengan wajah nya yang panik.


Ayana menggelengkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih dengan senyuman manis nya, William pun tersenyum dan mencium tangan Ayana dengan bibirnya nya yang pink kemerahan.


Ayana terkejut membuka matanya lebar lebar dan menarik tangannya langsung berlari ke dalam rumah menenangkan jantung nya yang berdebar kencang.


Saat di dalam Ayana memegang tangan yang di cium oleh William dan tersenyum kecil, tapi ia bingung dengan rasa yang ia rasakan saat ini.


Ayana kesal saat melihat William tapi di saat William mengobatinya ada rasa yang tidak ingin jauh jauh dari hadapannya, dan ingin selalu di sampingnya.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan vote nya ya

__ADS_1


makasih.


__ADS_2