
Dua minggu berlalu.
Ayana sedang mempersiapkan tempat dan mengatur persiapan untuk Wawancara Umni dengan Perusahaan Caldwell, Ayana mempersiapkannya dengan Profesional walaupun hubungan Umni dan ia tidak baik baik.
"Kalau Umni bersikap kasar nanti tidak usah takut, gue ada di sini oke." ujar William yang membisikkan nya ke Ayana sambil melewatinya, Ayana tersenyum karena William selalu bersikap perhatian dengannya.
Acara akan di mulai malam hari Ayana yang sudah beres mengatur semuanya langsung pulang dan mengganti pakaian untuk di gunakan di acara Wawancara malam ini.
Ayana memakai gaun yang sangat cantik dan beberapa jepit rambut dengan hiasan mutiara putih yang ada di rambut panjang nya.
William mengirim pesan bahwa ia akan menjemput Ayana di Hotel dan berangkat bareng ke acara Wawancara.
Sesampainya William di Hotel, Ayana turun dan menghampiri William dengan anggun nya. Pipi William memerah karena melihat kecantikan Ayana yang memakai gaun dengan sangat cantik dan imut menurutnya.
"Kenapa?" tanya Ayana dengan melambai lambaikan tangannya di depan wajah William, William sadar dan menggelengkan kepalanya dengan muka merahnya.
"Tau gak Yana, lu cantik hari ini apalagi lu pakai gaun."
__ADS_1
"Lu juga lumayan, pakai jas hitam dan bros panjang itu, pertama kalinya gue lihat lu pakai pakaian rapih."
William tersenyum ke Ayana, dan di Perusahaan sudah ada Umni dan Anna di ruang tunggu VIP, mereka sedang berbincang bincang dengan Ayah nya William.
Wartawan pun sudah ramai di ruang tunggu, mereka sangat menantikan Umni dan kepala Presdir Perusahaan Caldwell.
Sesampainya William dan Ayana mereka langsung memasuki ruangan Presdir William, dan membicarakan tentang apa saja yang akan di bahas di Wawancara nanti.
Ayana yang sangat gugup mengepalkan tangan nya dan memandang ke arah kaca, William memandang Ayana dengan rasa khawatir dan memeluk Ayana dari belakang.
Ayana yang mencoba melepaskan tangan William tidak bisa karena William memeluknya dengan erat dan menaruh kepalanya di bahu Ayana.
"Gue takut, gue takut bawa masalah di Wawancara kali ini." memegang tangan William dengan sangat kencang.
William membalikkan badan Ayana dan memeluknya dengan penuh ketulusan dan kehangatan.
"Tidak akan selagi ada gue, gue akan ada di samping lu inget itu."
__ADS_1
Ayana membalas pelukannya William, sangat nyaman di peluk oleh William wangi seperti bunga yang masih segar, entah sampai kapan ia akan di samping William seperti ini.
"Oke, sudah mau di mulai kita keluar sekarang, dan jangan khawatir." memegang pipi Ayana.
Semua berkumpul dan Wawancara di mulai dengan penuh ketegangan, Ayana yang melihat dari atas dan mengontrol keadaan di tempat.
Ayana terus menerus melihat ke arah Umni dan Anna, ia harap Wawancara kali ini tidak gagal dengan Umni dan Anna yang sangat membencinya.
William yang duduk di samping Umni dan Ayahnya hanya fokus dengan Wawancara nya dan menghalangi Umni untuk tidak bicara yang bukan bukan.
"Saya akan terus berusaha membuat lagu, dan membuat fans saya bahagia, saya juga terima kasih untuk Perusahaan Caldwell atas Wawancaranya dan waktunya." ujar Umni.
Wawancara berakhir dengan aman, hati Ayana pun tenang, selesainya Wawancara dan para media sudah pulang Umni memanggil Ayana untuk menemuinya di ruangan nya.
.
.
__ADS_1
J**angan lupa like komen dan vote nya ya
makasih** .