
Umni yang sedang Live langsung menjelekkan Ayana.
"Saya seperti ini karena kemauan saya sendiri yang ingin sukses, dan saya juga ingin membuktikan kepada Ayana kalau saya bisa sukses tanpa bantuan dari nya." ujar Umni.
"Memang Ayana siapa anda?" tanya Wartawan.
"Dia itu mantan sahabat saya, kenapa saya bilang mantan sahabat saya karena dia sudah membohongi saya dengan sengaja karena takut saya lebih sukses dari dia." ujar Umni.
"Memangnya dia berbohong apa kepada anda?" tanya banyak Wartawan.
"Saya tidak bisa beritahu sekarang, saya akan memberitahu di waktu yang tepat dan saya sangat menyesal sahabat yang saya percayai dari kecil malah membohongi saya, semoga kalian yang sedang menonton tidak mempunyai sahabat seperti saya okee." sambil tersenyum.
Ayana yang terus menatap ke arah layar lebar itu, ia sampai tidak menyadari kalau ia meneteskan air mata nya, di dalam hatinya ia tidak menyangka kalau Umni sebenci itu dengan dirinya.
William yang ada di belakang Ayana langsung berjalan ke hadapan Ayana dan menatap mukanya, ia menghapus air mata yang ada di pipi Ayana dengan tangan dingin yang lembut.
__ADS_1
"Apa Umni sebenci itu, apa dia tidak memikirkan perkataan nya itu?" ujar Ayana sambil menatap William.
"Gue tanya ke lu apa gue salah ya?, gue gak pantes hidup bahagia ya?, gue cuman mau kalau Umni gak di perlakukan buruk sama Anna apa itu salah ya?, gue tanyaaa kee luuuu apa gue salah, gue selalu salahhh iyaa." teriak Ayana sambil menangis dengan meneteskan air matanya dengan banyak.
"Gak lu gak salah Yana, mereka yang salah karena udah menyianyiakan sahabat seperti lu." William langsung menyenderkan kepala Ayana di dadanya.
"Terus kenapa Umni malah milih Anna?, kenapa Umni gak percaya sama gue?, kenapa dia dengan tenang nya menjelekkan gue saat di Live?" bertanya dengan banyak.
William tidak menjawab nya dan dia terus menerus menenangkan Ayana supaya tidak kembali sakit dan drop lagi, ia menenangkan Ayana dengan mengelus kepalanya dengan lembut dan menutupi badan Ayana dengan jaket nya yang tebal.
Mereka berbincang bincang tentang Ayana, BRS banyak bertanya tentang keadaan Ayana yang sekarang.
Ayana yang di Kamar nya sedang melihat ke arah Langit dan duduk dengan menekukkan kakinya.
"Saat ini aku butuh Ayah dan Ibu, tapi kenapa kalian tidak ada, aku ingin sekali melihat kalian." ujar Ayana sambil menahan tangisan nya, walaupun ia menahan tangisan nya tapi ia malah tidak bisa menahan tangisan nya.
__ADS_1
"Kenapa kalian membuangku di taman dekat panti asuhan, Ayah Ibu apa aku salah?, apa kalian tidak menginginkan aku." Ayana bertanya tanya dengan sedih nya.
"Aya janji, Aya gak akan nakal, Aya akan menuruti semua perkataan Ayah dan Ibu tapi kalian jahat, kalian malah membuang aku kenapa kalian tidak membunuh aku sekalian." terus menghapus air matanya.
"Apa kalian sudah hidup dengan bahagia, apa kalian tidak pernah memikirkan keadaan Ayana?, semenjak aku di temukan oleh ibu panti Aya selalu menunggu kalian, tapi kalian tidak menjenguk Aya." sambil membayangkan kehidupan nya saat di panti asuhan.
"Tapi apa kalian tahu Ayah Ibu, walaupun Aya ada sedikit kebencian kepada kalian, Aya tetap sayang, Aya terus berdoa supaya Aya bisa bertemu dengan kalian walau Aya belum sama sekali melihat wajah kalian." ujar Ayana sambil menangis dan menutup mulut nya supaya tidak terdengar oleh yang lain.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote nya ya
__ADS_1
makasih.