APA KAMU PERCAYA ?

APA KAMU PERCAYA ?
EPISODE 50 "Elisa 2"


__ADS_3

Semuanya melihat ke arah William dan wanita yang tiba tiba memeluknya, Perempuan itu memeluk William dengan kencang, William yang tidak suka melepaskan pelukannya dan melihat wajahnya.


William dengan wajah serius nya dan wajah terkejutnya melihat ada wajah yang sangat mirip dengan wajah Elisa, William terdiam sama dengan orang tua nya pun ikut terkejut dengan wajah perempuan itu karena sangat sangat mirip dengan Elisa calon menantunya itu.


"Ini aku Elisa, Liam!" kembali memeluk William


Liam adalah panggilan khusus dari Elisa untuk William, keluarga William terkejut sama dengan Ayana yang ada di belakang William, semuanya langsung berbisik bisik tentang kejadian yang ada di sana.


Dengan tangan yang tidak membalas pelukan Elisa, William bingung apakah dia harus senang atau tidak senang dengan datangnya Elisa kembali.


William yang masih tidak mempercayainya, ia mengubah topik pembicaraan nya ke acara kantor saat ini.


"Nanti kita lanjutkan!" menepuk kepala Elisa dengan pelan.


Semuanya berbincang bincang dan sibuk masing masing, Elisa memegang segelas minuman dan mencari teman untuk berbicara dengannya, ia mendekati Ayana yang sedang berdiri di samping William.


"Apa saya boleh berteman dengan anda Nona Ayana?"


Ayana menatap ke arah William, dan William menganggukkan kepalanya.


"Boleh Nona Elisa, suatu kehormatan berteman dengan anda."

__ADS_1


"Oke, aku pinjam dulu ya sekretaris nya, Liam."


Elisa menarik Ayana ke bangku dan duduk bersama sambil memakan kue, Ayana merasa canggung ia makan dengan tidak nyaman dan gugup, apalagi hatinya semakin tidak yakin untuk bisa mendapatkan cinta William karena sudah ada Elisa cinta pertamanya yang sudah lama mengholang.


"Kamu sudah berapa lama bekerja dengan Liam?"


"Saya juga lupa, sudah lebih dari dua bulan kalau tidak salah."


"Saya sedih, saya menghilang dari kehidupan Liam sangat lama, saya mengalami kecelakaan dan saya lupa ingatan, untungnya ada ayah angkat saya yang menolong saat saya terdampar di sungai."


Ayana hanya terdiam mendengar Elisa bercerita, ia merasa kasihan dengan mata yang menahan air matanya membendung kesedihan sendiri.


Ada di saat kita harus merelakan orang yang kita cintai demi kebahagiannya, tapi kebahagiaan nya terasa kesedihan untuk kita sendiri yang sudah merelakan nya.


"Apa Liam rindu Lisa?"


"Liam tidak tahu untuk sekarang, tapi Liam saat itu sangat rindu Lisa."


"Jika tidak ada keperluan lagi saya keluar, ini adalah urusan keluarga jadi saya tidak pantas di sini, permisi."


Ayana keluar dan duduk di meja kantornya, ia bosan dan mencoret coret banyak di kertas, dan tidak sengaja Ayana juga mendengar perbincangan keluarga William dan Elisa, ia mencoret coret sambil mendengarkan perbincangan nya.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan?"


"Liam kepo, Lisa tentunya akan selamat itu berkat dari ayah angkat Lisa yang sudah menolong Lisa." mengedipkan matanya.


"Om,Tante apa kalian sehat?,Lisa rindu dengan masakan Tante dan bermain badminton bersama Om."


"Iya, Tante dan Om juga rindu dengan Lisa."


Setelah itu Elisa mengambil teh untuk William dan yang lain, ia bertemu Ayana di depan pintu ruang William dan tersenyum ke Ayana dan membalas senyumannya.


Di ruangan William.


"Apa! jadi Lisa mengidap leukemia."


"Iya saya menyembunyikan ini darinya,karena saya khawatir."


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya ya makasih.


__ADS_2