Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
Bab 10


__ADS_3

"Hai Wandi, ketemu lagi." ucap Geby menyapa Wandi yang baru saja masuk ruang ballroom.


Wandi lansung tersenyum senang ketika bertemu wanita itu lagi. Dia sudah cukup lama tidak bertemu dengan wanita itu.


"Baik, kami semakin cantik saja." puji Wandi sambil tersenyum.


Yang di puji tentunya tersenyum senang. Entah kenapa Geby merasa senang saat ini bertemu dengan Wandi.


"Aku ada kabar gembira buat kamu." ucap Geby sambil tersenyum.


"Apa? Jangan bilang kamu mau menikah, kalau itu bukan berita senang buat aku." jawab Wandi cemberut berjalan mencari meja yang kosong.


"Tentu saja tidak seperti itu, coba kamu tebak." ucapnya tersenyum dan duduk di sebelah Wandi.


"Aduh otakku yang tidak seberapa ini jangan di suruh berpikir lagi, ayolah beri tau aku." ucap Wandi menggoyang tubuh Geby dengan tangannya.


"Aku sudah pindah ke Jakarta, kamu senang nggak?" tanya Geby menatap Wandi. Dia ingin mencari tau apakah lelaki itu senang akan kepindahannya.


"Kamu serius?" tanya Wandi dengan wajah serius.


"Iya, tapi kamu kenapa ekspresi kamu seperti itu? Sepertinya kamu tidak senang."

__ADS_1


"Iya sih biasa aja." jawab Wandi berpura-pura tidak senang dengan berita tersebut.


"Kamu nggak senang ya ndi?" tanya Geby dengan wajah cemberutnya. Dia berpikir bahwa lelaki itu akan menjadi orang yang paling senang mendengar dia pindah. Namun faktanya lelaki itu bersikap biasa aja.


"Apa aku berharap lebih sama dia? Apa cinta dia sudah nggak ada lagi buat aku?" tanya Geby dalam hatinya.


Dia merasa saat ini seperti patah hati kedua kalinya. Dulu ia mengabaikan lelaki ini karena mencintai El. Namun setelah itu ternyata lelaki di sampingnya telah berpaling dari dirinya.


"Apa Vivian telah mengubah segalanya?" tanyanya lagi dalam hatinya.


"Kamu kenapa cemberut begitu?" tanya Wandi mencoba menahan tawanya sejak tadi. Apalagi saat ini dia melihat wajah wanita itu tengah cemberut.


"Tentu saja aku senang dong, hahahahha ketipu kan?" ucap Wandi sambil tertawa.


Geby lansung memukul lengan Wandi karena kesal. Sesekali dia mencubit tangan lelaki itu.


"Sakit ge, sakit... Ampun."


"Biarin, siapa suruh kamu usil begitu." ucap Geby masih saja kesal.


El dan Arum sama - sama menyaksikan adegan tersebut. Entah kenapa saat ini terlintas Vivian oleh wanita itu. Walaupun dulu Vivian telah jahat kepadanya, namun perubahan sikap wanita itu membuat Arum menyukai wanita itu.

__ADS_1


"Wandi sama Geby ya a, gimana Vivian ya a? Tapi kok dia nggak nampak ya?" tanya Arum bertubi - tubi.


"Biarlah mereka menjalani, kita nggak usah ikut campur." jawab El yang tidak ingin Arum menjadi ikut campur urusan cinta segi sekian dari mereka.


"Ya aku tau a kalau Vivian sangat menyukai Wandi,aku sangat berharap sekali Wandi bisa menerima Vivian, agar Vivian selalu dalam lindungan dia, kasihan juga dengan Vivian, lelaki mana yang bisa menerima dia." ucap Arum menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.


" Akan ada lelaki yang menerima dia dengan tulus, walau kita tidak tau kapannya, yang penting dia sudah berubah ke yang lebih baik, udah kita mending tidak usah ikut campur, mau dengan siapapun Wandi kita tetap mendukungnya, apalagi Wandi sangat mencintai Geby sejak dulu." ucap El bicara panjang lebar.


"Alby menyukai Vivian sih."


"Itu lebih tidak mungkin lagi, Alby tidak akan bisa bersama Vivian." jawab El dengan cepat.


Dia tau apa yang terjadi di masa lalu, makanya dia begitu yakin bahwa Alby tidak akan bisa menerima Vivian.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?"


"Alby tidak akan bisa menerima Vivian jika dia tau apa yang terjadi di masa lalu Vivian." jawab El tapi ia malas untuk menceritakan apa yang dia tau. Dirinya merasa bahwa masa lalu Vivian bukan untuk di publikasikan.


"Ada apa sebenarnya a?"


"Udah jangan terlalu kepo, cukup pikirkan bagaimana cinta kita berdua." jawab El akhirnya membuat Arum terdiam karena juga ada tamu yang ingin memberi selamat.

__ADS_1


__ADS_2