Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
Bab 41


__ADS_3

Wandi sedang berada di ruang tamu kediaman papanya bersama dengan Mayang dan kedua anaknya. Di sana pengacara papanya juga ada.


"Sudah lengkap ya? Berarti saya akan mulai membacakan surat wasiat dari pak Rudi." ucap pengacara membuka pembicaraan.


Mayang yakin bahwa dia dan anaknya yang akan banyak mendapatkan warisan. karena waktu itu dia pernah mendengar dari suaminya lansung. Dan Mayang yakin bahwa Rudi tidak akan sempat mengganti wasiatnya itu.


"Wasiat pak Rudi adalah bahwa buk Mayang mendapatkan rumah ini, sedangkan aset yang lainnya akan di berikan kepada anak beliau tuan Wandi."


Mayang membelalakkan matanya mendengar wasiat suaminya. Dia tidak percaya akan itu. Apalagi anak - anak yang lainnya.


"Ini pasti sudah bapak manipulasi dengan dia." ucap Mayang menunjuk ke arah Wandi.


"Jika aku memanipulasinya bahkan rumah ini pun tidak akan ku kasih kepada kamu." jawab Wandi tersenyum mengejek.


"Kamu yang sopan dong bang, jangan mentang-mentang kamu yang paling gede, lalu semena - mena sama mama aku." Dendi tidak terima mamanya diperlakukan seperti itu.


Wandi hanya tersenyum mendengar pembelaan Dendi. Dia tidak tau apakah setelah ini lelaki itu masih mau membela mamanya atau malah membenci mamanya seumur hidupnya.


"Pak anak - anak papa bukan hanya dia, kenapa kami berdua tidak dapat apa - apa, baik itu aset maupun tabungan papa." ujar Dendi setelah itu.


Selama ini dia memang tidak pernah mau tau mengenai perusahaan atau apapun aset papanya. Dia hanya sibuk dengan kuliah dan Hura - Hura menikmati hidupnya.


"Karena pak Rudi sendiri telah mempunyai penjelasan sendiri, kalian boleh dengar video yang di buat pak Rudi." ucap pengacara memutar video di laptopnya yang sudah terhubung dengan proyektor di sebuah meja.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Saya Rudi Gunawan akan membacakan wasiat saya, Saya akan memberikan semua aset saya dan tabungan saya kepada anak saya Wandi." ucap lelaki tua itu dengan tersengal-sengal.


"Tidak mungkin papa saya tidak adil begini." kali ini yang bicara adalah Vania.


Vania bukan tipe wanita yang banyak macam. Namun melihat situasi di mana mamanya di sudutkan membuatnya juga marah kepada Wandi. Selama ini dia sangat menghormati kakak lelakinya itu. Namun melihat bagaimana rakusnya lelaki itu membuatnya muak.


"Ternyata anda sudah merencanakan semua ini, anda begitu licik sama seperti ibu anda." ucap Vania menunjuk Wandi dengan emosi.

__ADS_1


Wandi lansung naik darah ketika wanita itu menyebut ibunya. Ibunya adalah wanita yang tidak tau apa-apa soal warisan ini, bahkan ibunya adalah korban kekejaman mamanya.


"Harusnya kamu berkaca dulu sebelum berbicara, kamu cari tau dulu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, ah kamu mana tau karena belum lahir, tapi saya saksi hidup bagaimana mama kamu menghancurkan rumah tangga ibu saya." ucap Wandi sudah tidak tahan lagi dengan semua itu.


"Bohong kamu, mama tidak pernah merusak rumah tangga ibu kamu, tapi ibu kamu yang memang melarikan diri karena papa kamu tidak tahan lagi dengan sikap ibu kamu." Mayang mencari pembenaran di depan anak-anaknya. Dia tidak ingin anak - anaknya tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Sudah, lebih baik kita lanjutkan mendengar video ini." sang pengacara mencoba melerai mereka.


Mereka kembali diam lalu pengacara melanjutkan untuk pemutaran video tersebut.


"Kenapa sayang hanya memberi Mayang sebuah rumah, karena dia menjadi istri saya, itupun saya rasa saya sudah begitu baik terhadapnya karena tega melakukan penghianatan sepanjang hidup aku."


Vania menyerngitkan keningnya bertanya - tanya apa penghianatan yang di lakukan oleh mamanya sendiri terhadap papanya.


"Mayang telah membohongi saya sejak awal menikah, dan ternyata Vania bukanlah anak saya."


Vania menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa dia dengar.


"Apa ini benar ma?"


"Mayang juga wanita yang tidak tau di untung, selama pernikahan kami ternyata dia juga tidur dengan beberapa gigolo dan yang parahnya dia juga tidur dengan Sami orang kepercayaan saya, dan mereka melahir seorang anak yaitu Dendi, jadi mereka telah lama membohongi saya terus menerus."


"Apa - apaan ini ma, benar aku anaknya om Sami?"tanya Dendi tidak terima kepada mamanya.


"Itu fitnah yang di lakukan oleh dia kepada papa kalian, papa kalian terperdaya oleh hasutan dia." Mayang tidak menyerah begitu saja. Dia memutar otaknya agar anak-anaknya bisa melawan lelaki itu.


"Kamu kenapa begitu jahat sama keluarga saya? padahal mama saya selalu memperlakukan kamu sama seperti kami." ucap Dendi berdiri dari kursinya.


"Hahahaha, itu faktanya bro bahwa kamu memang benar anak om Sami, jika kamu tidak percaya, kamu bisa cari dia dan tanyakan kepadanya, papa kamu sendiri yang memberi tau papa." jawab Wandi berdiri dari duduknya. Dia sudah malas untuk berdebat dengan mereka.


"oh ya jangan lupa, kalau ketemu kabari saya atau polisi ya, soal dia dalam pencarian pihak berwajib atas penipuan yang dilakukan di perusahaan papa." ucap Wandi membalikkan badannya.

__ADS_1


" Dan pastikan bahwa mama kamu tidak terlihat dalam kasus ini, kalau tidak bisa jadi mama kalian bukan saja menjadi janda tapi juga akan mendekam di penjara." ucap Wandi lagi sambil tersenyum mengejek.


Mayang lansung pucat mendengar ucapan Wandi. Dia tidak menyangka bahwa persekongkolan nya dengan Sami untuk mendapatkan warisan atas nama Dendi akan berakhir seperti ini.


Berbeda dengan kedua anaknya yang begitu marah mendengar ucapan Wandi. Mereka percaya mamanya tidak akan melakukan hal seperti itu.


Saat keluar dari kediaman papanya, dia malah bertemu dengan Indri. Wanita yang masih saja tergila-gila dengannya.


"Wandi kamu kemana aja sih? Kapan kamu menikahi aku?" tanya Wanita itu dengan ekspresi manja yang di buat - buat.


"Sampai kiamat pun aku tidak akan Sudi menikah dengan kamu." jawab Wandi begitu menusuk.


"Kamu nggak akan bisa kembali sama Vivian lagi, dan untuk Geby juga tidak akan menjadi istri yang baik, Geby hanya memanfaatkan kamu, kamu bodoh ternyata sebagai pewaris Rudi Gunawan."ucap Indri dengan lantang.


Wandi tersenyum mengejek saat mendengar ucapan wanita itu. Dia tau wanita itu asal bicara saja.


"Kamu begitu yakin dengan ucapan kamu."


" Vivian mana Sudi kembali bersama kamu lagi setelah apa yang kamu lakukan kepadanya selama ini, apalagi kamu menduakan dia dengan Geby."


"Lalu bagaimana dengan Geby, saya bisa aja menikah dengan dia hari ini juga." jawab Wandi dengan sombongnya.


"Iya benar, kamu memang bisa menikahi dia dengan mudah, tapi apakah kamu mau sama dengan papa kamu, di bodohi seorang perempuan." ucap Indri sambil tersenyum penuh dengan kemenangan.


Wandi tidak paham apa maksud dari ucapan wanita itu. Namun dari cara berbicara wanita itu seperti tau sesuatu.


"Apa maksud kamu?" tanya Wandi kepada Indri.


"Harusnya kamu tau kenapa Geby menerima kamu, dia menerima kamu hanya untuk....."


"Berhenti memfitnah aku." teriak Geby lansung memotong pembicaraan Indri.

__ADS_1


Siapakah yang akan di percaya oleh Wandi?


Yuk baca episode berikutnya yang tidak kala seru. Terima kasih kepada pembaca setia semoga Allah membalas kebaikan kalian.


__ADS_2