Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
Bab 42


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya Ros dan Thamrin mendengar cerita Vivian. Mereka yang kepo ingin tau bagaimana Vivian tumbuh.


Dari mulut Vivian tidak satupun kejelasan untuk kedua orang tua yang selama ini membesarkannya. Namun Ros dan Thamrin sudah tau apa yang di lakukan ibu angkatnya kepada Vivian.


Sampai saat ini mereka begitu dendam dengan wanita itu. Karena wanita itu telah menghancurkan masa depan anaknya.


Namun mereka tidak mengatakan kepada Vivian. Mereka tau walaupun bagaimana pun, anak mereka tetap tidak tega kepada Darmi.


Mereka juga tau semua masa lalu Vivian dari Reno. Padahal Reno sudah berjanji kepada Vivian untuk tidak menceritakan kepada siapa pun.


Namun bagi Reno, Tante dan omnya wajib tau karena mereka orang tua Vivian. Jadi Reno sangat yakin mereka bisa melakukan tindakan apapun.


Reno tidak ingin mereka tau mulut orang lain. jika itu terjadi maka Reno yakin mereka akan begitu kecewa.


"Jadi kamu telah menikah?" tanya Ros kaget mengetahui anaknya telah menikah.


"Iya ma, tapi aku dan dia sudah bercerai."


"Siapa lelaki itu yang telah berani menceraikan kamu?" tanya Thamrin mulai merasa kesal mendengar anaknya di sakiti.


"Semua sudah berlalu pa, biar masa lalu berlalu begitu saja pa, mungkin memang jodoh kami sampai di situ." jawab Vivian mencoba menenangkan papanya.


"Tapi Papa mau tahu siapa lelaki yang sudah menyakiti kamu itu?"


"tapi papa janji jangan mencari dia dan ungkit - ungkit lagi, karena semua berakhir." ucap Vivian mau wanti wanti sang papa.


"Iya, buat apa juga papa cari dia lagi." jawab Thamrin.


"Dia Wandi Gunawan pa." jawab Vivian membuat semua terdiam sejenak mendengar nama itu.


"Wandi Gunawan anaknya Rudi Gunawan? Yang meninggal beberapa Minggu yang lalu?" tanya Ros kaget mendengar nama mantan suami Vivian.


Vivian juga kaget mendengar papanya Wandi sudah meninggal dunia. Dia tidak tau apa-apa karena akhir-akhir ini sibuk mengurus butik.


"Iya ma, tapi apa benar papanya Wandi meninggal dunia?" tanya vivian begitu penasaran.


"Iya, dia shock mengetahui istrinya selingkuh di hotel,bukan viral kemaren beritanya." jawab Ros lagi.


Sedangkan Reno hanya diam mendengar mereka. Reno juga agak sedikit kaget setelah mengetahui bahwa Vivian mantan istri Wandi.


"Bukannya Wandi berpacaran dengan Geby anaknya pak Gito?" tanya Reno akhirnya bersuara.


Dia tau betul bahwa mereka sudah akrab sejak dulu. Apalagi semenjak mereka berpacaran,dunia terasa milik mereka berdua.

__ADS_1


"Iya dia sangat mencintai wanita itu, tapi ini pak Gito Adinata?" tanya Vivian memastikan bahwa itu adalah Gito yang pernah ia kenal.


Reno menganggukkan kepalanya membuat Vivian begitu kaget. Dia baru tau bahwa Geby adalah anak dari Gito partner ranjangnya dulu.


"Kamu kenal dia?" tanya Reno menatap Vivian.


"Tidak , hanya saja pernah melihat dia di media sosial, kalau nggak salah dulu dia teman bos saya waktu kerja di perusahaan." jawab Vivian.


"Ya sudah, ayo kita hadiri peresmian butik, nampaknya karyawan dan yang lain sudah menunggu kita." ujar Ros kali ini beranjak dari tempatnya.


Mereka mengikuti langkah Ros. Beberapa malam ini mereka berada mempersiapkan peresmian kembali butik itu.


Dalam perjalanan menuju butik, Ros nampak sedang berpikir keras. Dia masih memikirkan keselamatan anaknya.


Dia juga tidak menyangka anaknya menjalani hidup sulit. Apalagi dia mendengar bahwa Vivian sejak kecil sampai besar menganut agama non muslim.


Namun Ros juga bersyukur jika wanita itu susah menjadi menjadi seorang muslim yang taat.


Setelah sampai di butik, mereka telah di sambut oleh banyak yang ingin berbelanja di butik mereka.


Hari ini Ros dan Thamrin sudah menyiapkan beberapa wartawan. Mereka sangat ingin memperkenalkan Vivian ke umum.


Setelah memotong pita, semua orang berbondong-bondong masuk ke dalam butik. Mereka memilih baju yang nampak bagus. Apalagi hari ini terlalu banyak diskon.


"Apa sih yang kamu cari ke sana?" tanya Wandi menatap sang pacar.


" Aku ingin berbelanja, di sana diskon baju, apalagi ini dulunya butik terkenal itu." jawab Geby.


Wandi akhirnya mengalah dengan rengekan pacarnya. Dia sendiri tersenyum melihat Geby tersenyum manis kepadanya.


Wandi kembali tersenyum saat mengingat bagaimana ia hampir percaya dengan ucapan Indri. Tapi ia beruntung karena Geby cepat datang.


Wandi berdiri di ikuti oleh Geby. Mereka bersiap untuk menuju Ros butik Colection.


Sesampainya di sana mereka tidak begitu kaget dengan ramainya pengunjung yang datang. Karena mereka cukup tau bagaimana terkenalnya brand - brand dari Ros Colection.


Mereka masuk berbarengan sambil tersenyum bahagia. Geby begitu antusias dalam memilih baju yang di pajang.


"Wow bajunya bagus - bagus banget, padahal butik ini hampir saja tutup, tapi ternyata mereka malah lebih wow sekadar." ucap Geby mengangumi baju - baju yang terpajang.


"Selamat datang di butik kami, apakah ada yang bisa kami bantu" terdengar suara seorang dari belakang mereka.


Setelah membalikkan badannya, mereka karena melihat Vivian berada di sana.

__ADS_1


"Vivian? jadi kamu kerja di sini?" tanya Geby tersenyum mengejek.


Berbeda dengan Wandi, entah kenapa dia begitu senang bertemu dengan Vivian saat ini. Sudah lama dia tidak bertemu dengan wanita itu.


Rasanya saat ini lelaki itu ingin membawa Vivian kedalam pelukannya. Dia begitu merindukan wanita itu.


"Apa kabar?" tanya Wandi begitu lembut.


"Apa - apaan sih kamu." bisik Geby mencoba menegur Wandi karena begitu lembut kepada Vivian.


"Maaf apakah kita saling kenal?" tanya Vivian pada akhirnya membuat keduanya malu.


"Cika kamu ke sana dulu, temani Reno." Bu Ros mencoba mengalih perhatiannya Vivian.


"Baik ma."jawab Vivian sambil tersenyum.


"Cika?" tanya Wandi dengan pelan.


Geby pun bingung saat ini karna wanita itu sangat mirip dengan Vivian. Namun buk Ros memanggilnya dengan nama Cika. Dan wanita yang di panggil Cika memanggil Bu Ros anaknya.


"Itu anaknya Tante?" tanya Geby bertanya untuk menyakinkan dirinya sendiri.


"Iya , itu anak Tante, Cika." jawab Bu Ros sambil tersenyum.


"Apa kalian mengenal dia?" tanya Bu Ros lagi.


"Kami mengenalnya tapi namanya Vivian bukan Chika, apakah mereka orang yang sama atau hanya mirip saja." Geby nampak begitu kepo.


"Ohw jadinya kalian kenalnya dengan nama Vivian? dan Vivian itu anak Tante yang baru ketemu, jadi kalian temannya Vivian?" tanya Ros entah kenapa sengaja memancing mereka berdua.


Ros melihat bagaimana wanita di hadapannya mengejek Vivian. Makanya dia mendatangi mereka untuk membalas sakit hati anaknya.


"Iya, tapi Tante yakin bahwa dia anak Tante?" tanya Geby lagi.


"tentu, kami sudah tes DNA, dan saya bertambah yakin setelah melihat bakat dia, semua baju yang di pajang hari ini adalah desain anak saya." jawab Ros dengan bangga.


Wandi melirik ke arah Vivian yang nampak berbicara dengan seorang lelaki. Mereka nampak begitu dekat sehingga membuatnya merasa terbakar.


"Yok kita pergi aja." ajak Geby mulai kesal.


"Kenapa harus pergi? Bukannya kamu tadi merengek ke sini?" tanya Wandi.


"Aku nggak Sudi memakai desain dari tangan wanita itu." jawab Geby menarik tangan Wandi.

__ADS_1


__ADS_2