
Pak Rudi saat ini sedang menuju hotel yang di berikan oleh Wandi. Dia sudah tidak sabar untuk membuktikan kepada Wandi bahwa istrinya wanita baik - baik dan terhormat.
Walaupun mendapatkan hambatan di resepsionis, namun akhirnya pak Rudi mengancam resepsionis bahkan pihak hotel.
Manager hotel yang mengenal siapa pak Rudi, akhirnya mereka malah memberikan kunci cadangan kepada pak Rudi.
Pak Rudi berjalan dengan terburu-buru menuju kamar yang telah disebut oleh Wandi.
Pintu terbuka dengan mudanya. Rudi masuk ke dalam kamar hotel. Dan betapa kagetnya dia melihat adegan yang terjadi di dalam kamar hotel tersebut.
"Jadi ini yang kalian lakukan di belakang aku?" tanya Rudi begitu marah melihat Mayang dengan seseorang lelaki yang tidak lain adalah orang kepercayaannya.
Mayang dan laki - laki yang sedang mencari sensasi kenikmatan kaget mendengar ada suara Rudi tidak jauh dari mereka. Mereka segera menutup tubuhnya masing-masing.
"Mas...." panggil Mayang mencoba untuk menenangkan suaminya.
"Jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku Mayang." ucap Rudi mencoba mencekik Mayang.
Mayang mencoba melepaskan dirinya dari tangan Rudi. Dia merasa sesak nafas karena kuatnya tenaga Rudi.
"Pak tolong hentikan, jangan gegabah." ucap pekerja hotel yang ikut dengan Rudi.
Sebenarnya mereka tidak ingin campur urusan rumah tangga mereka. Namun mereka juga tidak mau terjadi apa - apa di sana.
Rudi akhirnya melepaskan tangannya dari leher Mayang. Lalu ia berjalan mendekati lelaki yang menjadi selingkuhan istrinya. Lelaki itu nampak sedang mencoba memakai bajunya.
"Kurang ajar kamu, bisa - bisanya kamu meniduri istri aku." ucap Rudi lalu melayangkan tinjunya.
Namun lelaki itu berhasil menghindar dari serangan Rudi. Dia merasa sudah muak dengan sikap Rudi selama ini. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semuanya.
"Kamu yang merebut Mayang dari aku karena kamu punya harta, selama ini aku hanya diam saja, tapi kali ini aku tidak akan diam." ujar lelaki itu.
__ADS_1
Mayang memberikan kode kepada lelaki itu agar tidak mengatakan apapun di sana. Dia tidak ingin lelaki itu merusak semua rencananya.
"Asal kamu tau, aku lebih dulu jatuh cinta kepada Mayang, tapi dia lebih memilih kamu karena harta,tapi pada akhirnya dia mendatangi aku dengan sukarela memberikan tubuhnya." ucap lelaki itu sambil tersenyum mengejek.
"Apa maksud dia berbicara seperti itu Mayang?" tanya Rudi bertanya kepada Mayang.
"jangan dengarkan dia mas, aku di paksa melayani dia mas, kalau tidak dia akan membunuhmu mas, aku takut..." jawab Mayang berbohong.
Mendengar Mayang berbohong membuat lelaki itu naik pitam. Padahal wanita itu sendiri yang mengajaknya untuk melakukan hal seperti ini di hotel.
"Hahaha kami sangat pandai berakting Mayang, bukankah kamu yang menghubungi aku karena kamu tidak pernah puas dengan suami kamu, bukankah kita selalu melakukan ini setiap ada yang kesempatan, bahkan kita juga pernah melakukan di kamar kalian." jelas lelaki itu tidak mau di salahkan sendiri. Mereka melakukan bukan karena terpaksa tapi suka sama suka.
"Dia bohong mas, dia sengaja merusak rumah tangga kita." teriak Mayang takut rahasianya terbongkar. Jika rahasianya terbongkar maka anaknya tidak akan menjadi penerus perusahaan Rudi.
"Saya punya bukti video kita sayang, sudahlah tidak usah di tutupi lagi kepada dia, akui saja semuanya, dan akui bahwa aku adalah ayah dari Dendi, dan aku juga tau bahwa Vania juga bukan anak dia."
Rudi memegang dadanya mendengar semua cerita lelaki yang telah menjadi orang kepercayaannya bertahun-tahun.
Dia begitu sakit hati mendengar semua perkataan dari Sami. Dia rela menceraikan istrinya karena kehadiran Mayang yang saat itu mengaku hamil anaknya.
"Tentu saja Vania anak kita mas, kita melakukannya sebelum menikah di puncak." jawab Mayang mencoba menjelaskan.
"Kamu jangan bohong lagi Mayang, sebelum kamu tidur dengan Rudi, kamu juga tidur dengan banyak lelaki, bahkan kamu waktu itu juga pernah tidur dengan pak Dirman, karena kamu mengintai salah satu dari mereka, dan bodohnya Rudi ini yang bodoh yang mengakui itu anak dia."pengakuan sami dengan geram.
Dia sebenarnya juga tidak tahan dengan perlakuan Mayang kepadanya. Dia memang mencintai wanita itu, sampai saat ini dia belum menikah. Namun wanita itu menganggapnya hanya sebagai sampah. Wanita itu hanya akan datang jika dia membutuhkan belaian dari dirinya.
Tapi akhirnya dia mengetahui bahwa Mayang juga sering memakai jasa gigolo. Hal itu membuatnya begitu marah. Sehingga ia merencanakan hal seperti ini terjadi.
Rudi yang shock karena di bohongi selama bertahun - tahun. Rudi lansung ambruk di tempat sambil memegang dadanya.
Semua lansung panik termasuk Mayang.Mereka membopong Rudi untuk di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
***
Vivian, Reno, Bu Ros dan pak Thamrin saat ini sedang berada di rumah sakit. Mereka sepakat untuk melakukan tes DNA.
Vivian hanya mengikut saja kepada permintaan Bu Ros. Dia tidak berharap bahwa dia anaknya Bu Ros. Karena setaunya dia adalah anak ayah dan ibunya.
Vivian tiba - tiba teringat bagaimana dengan nasib ibunya. Dia belum tau perkembangan kasus ibunya karena pasti Alby sudah mengurus semuanya.
Dia hanya merasa kasihan kepada ibunya jika di penjara di masa tua. Tapi mengingat perlakuan ibunya kepadanya sejak dulu, membuatnya menjadi miris.
Perawat keluar saat Vivian sedang melamun. Mereka mengatakan bahwa hasilnya akan keluar dua Minggu atau bahkan lebih.
"Nanti jika sudah keluar akan kami kabari pak." ucap perawat kepada pak Thamrin.
"Baik terima kasih." ucap pak Thamrin.
Setelah selesai urusan rumah sakit, mereka menuju ke kantor polisi. Reno dan Vivian sudah menceritakan kejadian tadi malam.
Bu Ros dan pak Thamrin tampak marah ketika mendengar cerita salah satu karyawannya di ganggu di depan butiknya.
Mereka semakin yakin bahwa vivian bukan anak kandung ibunya. Karena mereka sangat yakin tidak ada ibu kandung yang sekejam ibu Vivian.
Vivian tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Wandi di kantor polisi. Nampak Wandi sendang mengintrogasi ibu Vivian di sana.
Wandi juga kaget ketika melihat Vivian datang bersama rombongannya. Sebenarnya tadinya dia hanya ingin menyuruh anak buahnya, namun entah kenapa dia sangat ingin berbicara dan meluapkan kemarahannya kepada ibu Vivian.
Reno hanya menatap Wandi saat berpapasan dengannya. Dia merasa bahwa ada hubungan di antara keduanya.
Sedangkan Vivian tidak peduli lagi dengan Wandi. Dia membuang muka saat berpapasan dengan lelaki itu. Karena baginya untuk apa berharap kepada lelaki yang sudah menceraikannya itu.
Sedangkan Wandi merasa kecewa saat Vivian mengacuhkannya. Ada rasa sakit di dadanya saat wanita itu memilih cuek.
__ADS_1
"Ternyata begini menjadi wanita yang tidak di anggap." ucap lelaki itu dalam hatinya meninggalkan rumah sakit.