Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
Bab 24


__ADS_3

Saat ini Wandi tengah duduk di dalam mobilnya di depan sebuah rumah sakit. Dia menatap berharap bisa melihat Geby dari jauh. Sudah merasa lama ia tidka bertemu wanita itu membuatnya merasa kangen. Namun ia tidak punya keberanian untuk menghampiri wanita itu saat ini.


Benar saja tidak lama ia parkir, wanita itu nampak keluar dari rumah sakit. Nampak wanita itu sangat cantik bagi Wandi walaupun dia hanya berdandan sederhana.


Berbeda dengan Vivian yang memang sangat cantik. Apapun pakaian yang di gunakan nampak cocok dengan tubuhnya. Bahkan pakaian itu nampak seperti barang mewah.


Namun hatinya tidak tertarik sama sekali dengan Vivian sebagai istrinya.


Setelah melihat Geby meninggalkan parkiran rumah sakit, Wandi pun mengikuti wanita itu sampai rumah. Setelah itu Wandi baru meninggalkan rumah wanita itu.


Geby sebenarnya tau bahwa belakangan ini Wandi selalu mengikutinya. Namun ia membiarkan lelaki itu mengikutinya dengan berpura-pura tidak tau sama sekali.


Dia saat ini hanya belum siap bertemu dengan Wandi. Dia begitu kecewa dengan lelaki itu yang sudah menghancurkan hatinya.


Geby merasa bosan di rumah saat ini. Dia rasanya ingin pergi ke suatu tempat untuk menghibur hatinya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, dia nampak menggunakan Jean di padukan dengan kaos putih. Lalu wanita itu memoles sedikit lipstik di bibirnya. Dan bedaknya yang sangat tipis membuatnya kelihatan cantik.


Ia menenteng sebuah tas lalu meninggalkan kamarnya. Sebelum berangkat dia sudah menghubungi temannya Nadia.


Ketika Vivian sampai di sebuah kafe, ia melihat Nadia sudah menunggunya di meja nomor 4. Vivian sambil tersenyum melambaikan tangannya sambil menghampiri temannya.


"Udah lama ya?" tanya Vivian ketika sudah sampai di meja yang ia tuju.


"Belum sampai 10 menit, eh tapi tadi aku melihat papa kamu loh di sini juga." ucap Nadia menunjuk ke suatu tempat.


Vivian sangat kaget karena setaunya papanya saat ini tidak berada di Jakarta. Namun ketika melihat lelaki yang di tunjuk oleh Nadia, dia benar bukan papanya.


"Kok papa di sini, tapi nggak ngabarin aku?" tanyanya bicara sendiri.


"Mungkin lupa, maklum sibuk."


"Iya sih, apa papa ketemu klien tadi ya."

__ADS_1


Tiba - tiba matanya melihat wanita yang duduk di depan papanya. Seorang wanita muda dengan baju yang seksi.


"Siapa wanita itu? Kok nampak nempel gitu dengan papa kamu?" tanya Nadia merasa penasaran.


Geby juga merasa seperti itu, dia merasa sangat janggal dengan penampilan wanita itu sebagai klien papanya.


"Apa papa juga senang cari hiburan dengan wanita malam?" tanya Geby dalam hatinya.


"Mau kemana kamu?" tanya Nadia ketika melihat Geby hendak berdiri dari tempat duduknya.


"Aku harus samperin mereka, aku harus tau siapa wanita itu." ucap Geby berapi-api.


"Tunggu dulu, kamu yang sabar dong, mana tau memang klien papa kamu, kita pantau aja dulu sampai ada bukti." ucap Nadia mencoba mencegah Geby.


Geby duduk kembali di tempat duduknya. Lalu ia melihat seorang wanita yang berjalan membawa Napan.


"Itukan Vivian, kenapa dia menjadi pelayan begini? tanya Geby dalam hatinya.


Dia tidak menyangka wanita itu akan menjadi pelayan di sebuah kafe. Padahal saat ini statusnya adalah nyonya Wandi, lelaki kaya raya.


Karena saking penasarannya, Geby mengikutinya dengan diam - diam. Dia ingin tau kenapa papanya menarik wanita itu padahal wanita itu nampak menolaknya.


"Hahahaha kamu jadi pelayan di sini? Apa aku tidak salah liat?" ucap Gito dengan mencemooh profesi Vivian.


"Tolong jangan ganggu aku om." ucap Vivian dengan tegas.


Geby melihat bahwa Vivian sangat kesal ketika papanya menarik tangannya.


"Sudahlah Vivian, kamu nggak usah sok menjadi baik, kembalilah menjadi Vivian yang dulu, jika. kamu kembali menjadi Vivian yang dulu, saya masih mau kamu menjadi wanitaku, saya akan jamin hidup kamu sehingga kamu nggak sengsara seperti ini."


Geby kaget mendengar ucapan papanya. Tapi dia belum bisa mengambil kesimpulan sendiri saat ini.


"Sudah om, tolong jangan ganggu saya, saya bukan Vivian yang dulu lagi."

__ADS_1


"Kamu ini cantik dan seksi, saya belum menemukan wanita seperti kamu di ranjang, ayolah kembali kepangkuan saya, saya tidak akan ungkit lagi masa lalu kita." ucap papa Geby nampak menyentuh dagu Vivian. Namun wanita itu nampak menghindar dengan cepat.


"Silahkan om cari wanita lain, bukannya om masih banyak stok wanita yang bisa om ganti tiap om mau."


"Tapi saya maunya kamu, mereka tidak sehebat Kamu, saya bisa bertahan dengan kamu seorang jika kamu mau menjadi simpanan om lagi."


Geby merasa tubuhnya gemetar mendengar obrolan mereka. Dia tidak tau bahwa papanya adalah seorang pemain. Bahkan ia baru tau papanya suka bergonta ganti wanita setelah berpisah dengan wanita simpanannya.


"Jadi Vivian pernah menjadi wanita simpanan papa?" tanya Geby sangat shock.


Geby melihat Vivian meninggalkan papanya berdiri sendiri. Sedangkan dia hanya terdiam di tempat karena tubuhnya terasa lemas tidak berdaya.


Dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati mamanya jika tau apa yang di lakukan papanya di luar.


"Apa kurangnya mama pa?" tanya Geby bicara sendiri.


"Woi kamu ngapain di sini?" tanya Nadia ternyata sudah berada di belakangnya.


Geby segera menghapus air matanya. Dia sadar bahwa ia tidak mungkin larut dalam kesedihan seperti ini berlarut-larut.


"Aku tidak apa - apa, sepertinya aku tidak enak badan,aku pulang dulu ya." pamit Geby.


Nadia merasa heran dengan sikap temannya. Dia tidak tau apa yang terjadi saat ini.


"Apa dia mengetahui sesuatu tentang papanya?"tanya Nadia ketika melihat Geby keluar dari kafe.


Geby menuju mobilnya dengan cepat. Otaknya saat ini tidak bisa berpikir jernih selain kebencian terhadap papanya dan Vivian.


"Jadi kamu wanita yang pernah menjadi duri dalam kehidupan orang tua saya, lalu sekarang kamu menghancurkan impian aku, kamu liat aja Vivian apa yang aku lakukan kepada kamu, aku akan buat kamu berkali lipat hancur daripada aku sekarang." ucapnya sambil mengendarai mobilnya dengan tidka stabil.


Yah saat ini dia hanya bisa membenci Vivian. Dia sangat yakin awal mulanya papanya berselingkuh karena Vivian. Dia yakin Vivian di masa lalu telah menggoda papanya.


"Aku yakin wanita itu mendapatkan lelaki lain lalu meninggalkan papa, setelah itu papa frustasi sehingga bergonta - ganti wanita." ucap Geby mengambil kesimpulan dari pembicaraan papanya dan Vivian.

__ADS_1


"Kamu memang tidak layak untuk Wandi yang sebaik itu, kamu liat aja pembalasan aku vi, tidak akan aku biarkan kami mengambil apa yang akan menjadi milik aku, akan aku pastikan Wandi akan meninggalkan kamu."


__ADS_2