Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
Bab 43


__ADS_3

ketika Geby keluar dari butik tersebut, berbeda dengan Wandi yang masih diam di tempat. Dia melihat ke arah Vivian yang sedang nampak berbicara dengan seseorang lelaki.


Wajah Vivian begitu begitu berseri saat berbicara dengan Reno. Berbeda saat bertemu dengannya tadi. Wanita itu memasang wajah masam tadi saat berbicara dengannya dan Geby.


"Ayo Ndi." tarik Geby kembali masuk ke dalam hanya untuk menarik Wandi.


Dia begitu kesal saat melihat Wandi sedang memperhatikan Vivian.


Wandi akhirnya terpaksa melangkah kakinya untuk mengikuti Geby. Dia sebenarnya malas untuk meninggalkan butik ini saat ini.


"kalian kenal anak saya Cika? Sepertinya tadi kamu memperhatikan Cika?" tanya Bu Ros kepada Wandi.


"Kami tidak mengenal anak ibu." yang menjawab adalah Geby dengan ketus.


Ros tidak menyangka bahwa Geby anak Gito Adinata yang di dengar seorang dokter yang ramah begitu ketus.


"Kenapa harus memperhatikan dia sih?" ujar Geby begitu kesal menarik tangan Wandi berjalan meninggalkan butik tersebut


Wandi hanya diam memperhatikan Geby begitu emosi. Dia paham kenapa wanita itu begitu emosi. Dia juga paham kenapa kekasih hatinya itu begitu marah


"Udah marahnya?" tanya Wandi tersenyum kepada Geby saat bersama di dalam mobilnya.


"kamu sih nampaknya begitu terpesona dengan wanita itu, apa karena dia seorang anak Ros, keluarga kaya raya itu." ujar Geby mulai merasa kuatir untuk perasaan Wandi kepadanya.


Apalagi Gaby tau bahwa kekayaan keluarga Ros melebihi kekayaan keluarganya dia.


"Ya tidak mungkin lah, aku kan cinta kepada kamu sejak dulu, jadi jangan berpikiran aneh - aneh deh, nanti pikiran kamu bisa membuatnya menjadi kenyataan loh." ujar Wandi sambil tersenyum melihat ada kecemburuan di mata Geby.


Selama ini baru kali ini wanita ini tidak pernah mencemburui dirinya.


"Bagaimana kita menikah secepatnya." ujar Geby membuat Wandi tercengang.

__ADS_1


Selama ini Geby sama sekali belum siap menikah dengannya.


"Tapi aku belum bercerai dengan Vivian, dia masih tetap istri aku, sebelum kita bercerai maka kita tidak akan bisa menikah." jawab Wandi baru mengingat bahwa dia masih suami Vivian.


"yah kamu urus perceraian kamu secepatnya, kalau kamu masih menginginkan aku untuk jadi istri kamu." ujar Geby yang baru tau jika lelaki itu belum mengurus perceraiannya dengan wanita itu.


Sementara di tempat lain, Vivian begitu senang dengan ramainya butiknya. Walaupun butik itu adalah di rintis oleh ibunya, namun ia merasa senang bisa mengembalikan kejayaan butik itu kembali.


"Sepertinya tadi lelaki itu masih berharap sama kamu." ujar Reno kepada Vivian.


"ah tidak mungkin, jika dia masih berharap mungkin dia tidak aka menceraikan aku, dia sangat mencintai wanita itu sejak lama." jawab Vivian tidak ingin besar kepala. Apalagi dia begitu sakit hati kepada lelaki itu yang mencampakkannya melalui orang lain. Bahkan lelaki itu rela melakukan apapun untuk menggugurkan kehamilannya.


"Kalau dia mau kembali bagaimana?" tanya Reno lagi.


"Aku tidak akan kembali kepada orang yang sudah membunuh janin anak saya, dan lelaki itu hampir juga membunuh saya waktu itu." jawab Kemuning mencoba membuka masa lalunya yang pahit.


"Jadi mereka melakukan pembunuhan untuk bercerai dari kamu gitu?" tanya Reno semakin antusias.


Vivian menganggukkan kepalanya sehingga membuat Reno mengepalkan kepala tinjunya.


"biarlah mereka seperti itu, yang jahat tidak perlu di balas dengan kejahatan, kalau kita begitu berati kita sama saja seperti dia." ujar Vivian.


"Ternyata sepupu aku ibu begitu baik hatinya." ucap Reno tersenyum senang.


Melihat kebaikan dari wanita itu membuat Reno semakin jatuh cinta kepada sepupunya itu.


Banyak hal yang membuat dia pergi mengangumi wanita itu. Walaupun wanita itu mengalami masa lalu yang buruk, namun dia mempunyai hati yang baik. Sehingga bisa menutupi seluruh masa lalunya yang buruk.


"Vian ini kamu begitu hebat buat desain, lihat penjualan hari ini begitu drastis, sepertinya kamu harus menambah karyawan." ujar mamanya yang sudah ada di dekatnya.


"Kalau menerima karyawan laki - kaki, aku siap Tante jadi karyawan di sini Tan." jawab Reno sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kamu ini ngurus perusahaan aja sudah pusing, nak jadi karyawan di sini pula." jawab Ros sambil tersenyum membuat Reno menggaruk kepalanya.


...****************...


Karena desakan Geby, akhirnya Wandi mencoba untuk menemui Vivian. Dia hanya ingin tau jawaban wanita itu.


Jika Vivian menginginkan perpisahan, maka dia akan menceraikan wanita itu dengan baik - baik.


Wandi menjadi paham kenapa ibu Vivian begitu tega menjerumuskan anaknya ke jalan yang tidak benar. Ternyata jawabannya, wanita itu hanya ingin memanfaatkan Vivian agar cepat kaya raya.


Kecantikan Vivian memang membuat lelaki manapun rela mengeluarkan uang.


Wandi melangkahkan kakinya dengan ragu untuk masuk ke butik. Dia hanya merasa segan jika Bu Ros atau pak Thamrin berada di sana.


Walaupun perusahaan mereka tidak pernah kerja sama, namun Wandi sangat tau seluk beluk perusahaan mereka. Kekayaan keluarga mereka nomor tiga di Asian. Sementara perusahaan keluarganya hanya menduduki nomor kesekian.


Wandi akhirnya masuk ke dalam. Dia lansung menuju ruangan Vivian tanpa mau menunggu atau mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada wanita itu.


Dia tau kalau wanita itu tau kedatangannya, pasti Vivian anak menolak.


Vivian cukup kaget ketika melihat Wandi masuk ke ruangannya. Walaupun Nita mencoba menghadangnya, tetap saja lelaki itu memaksa.


"Biarkan saja nit, kamu boleh kembali bekerja." ujar Vivian.


"baik Bu."


"ada apa kamu ke sini?" tanya Vivian dengan wajah datar.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu sebelum aku mengambil keputusan berat, apakah benar kamu sangat menginginkan perceraian?" tanya Wandi membuat Vivian begitu marah.


"Buat apa lagi kamu menanyakan itu, padahal kamu sendiri telah menceraikan aku." jawab Vivian dengan marah dengan candaan yang di buat lelaki itu.

__ADS_1


Wandi cukup kaget mendengar ucapan Vivian.


Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Tunggu bab berikutnya ya. Semangat terus untuk mengikuti cerita ini


__ADS_2