Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai

Apakah Aku Tidak Layak Untuk Di Cintai
bab 40


__ADS_3

Wandi sedang berada di rumah duka. Dia tidak menyangka bahwa kejujurannya akan membuat papanya pergi untuk selamanya.


Walau bagaimanapun Rudi tetap papa yang baik kepadanya. Walaupun papa dan ibunya berpisah namun papanya cukup bertanggung jawab terhadap dirinya.


Setelah di makamkan, Wandi duduk melamun di rumah papanya. Dia menyadari bahwa semua adalah kesalahannya.


"andai aku tidak memberi tau papa, maka semua tidak akan seperti ini." gumamnya menyesali perbuatannya. Namun nasi telah menjadi bubur.


"Ini semua karena kamu, kamu senang kan melihat papa kamu begini?" entah sejak kapan Mayang berdiri di sebelahnya Wandi.


Wanita itu nampak begitu marah kepada lelaki itu. Dia tau bahwa Wandi yang memberi tau papanya.


"Anda lucu sekali, semua karena anda, anda wanita licik yang rakus dalam segala hal." jawab Wandi tidak mau kalah dengan Mayang.


Dia begitu membenci wanita yang tidak jauh darinya. Apalagi setelah tau bahwa wanita itu mencurangi papanya sejak awal pernikahan.


Yang paling parahnya Wandi tau bahwa tidak ada satu anak yang dilahirkan mayang anak papanya. Semuanya anak dari lelaki lain.


"Tapi jika bukan kamu yang memberi tau papa kamu maka semua akan tetap aman, dan kamu pembunuh ayahmu sendiri." ucap Mayang menggebu-gebu.


"Lebih baik anda persiapkan diri anda, karena setelah seminggu anda akan hidup melarat." ucap Wandi memberi peringatan kepada wanita itu.


"Apa maksudnya kamu berbicara seperti itu?" tanya Mayang dengan ekspresi kaget.


"Kamu pikir dengan terbongkarnya rahasia kamu, lalu aset - aset ini akan jatuh ke tangan kamu? Aku jamin papa sudah mengalihkan semua aset dari namamu termasuk anak-anak mu." ujar Wandi sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Itu pasti ulah kamu, aku tidak percaya papamu sempat mengalihkan semua asetnya saat kritis, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi." Mayang semakin emosi mendengar perkataan Wandi mengenai aset semua suaminya.


Wandi tertawa lalu berjalan meninggalkan Mayang. Baginya tidak berguna berbicara terlalu lama dengan Mayang. Karena hanya membuang waktunya saja.


" Kenapa ndi?" tanya Geby bertemu dengan Wandi.


Gaby melihat bahwa Wandi sedang berbicara dengan mama tirinya. Dan ia melihat bagaimana keduanya bersitegang.


"Nggak ada apa-apa." jawab Wandi entah kenapa malas bertemu dengan Geby. Jika dulu ia menggebu - gebu bertemu dengan Geby. Maka saat ini ia biasa saja.


"Trus apa yang kalian debatkan? Soalnya tadi aku liat kalian berdebat berdua." ujar Geby dengan kepo.


"Nggak ada apa-apa." jawab Wandi semakin malas karena wanita itu begitu kepo. Tidak seperti biasanya.


Wandi berjalan meninggalkan Geby. Dia malas berlama-lama di rumah kediaman papanya. Melihat Mayang saja sudah membuatnya muak sejak dulu.


"Kamu ini kenapa sih? Dari kemarin cuekin aku mulu." ucap Geby mulai kesal dengan kelakuan Wandi.


Bukannya menjawab tapi Wandi malah diam Saja. Pikirannya saat ini ada di mana - mana.


"Kan kamu diamkan aku lagi." ucap Geby dengan kesal sambil menggoyang tangan Wandi.


" Apaan sih kamu, jika kecelakaan gimana?" ucap Wandi membuat Geby terdiam. Baru kali ini lelaki itu berbicara seperti itu kepadanya.


...****************...

__ADS_1


Hari yang di tunggu telah datang. Ros dan suami tidak sabar untuk mengetahui hasil tes DNA yang di lakukan beberapa minggu yang lalu.


Mereka membaca hasil DNA dengan begitu antusiasnya. Berbeda dengan Vivian yang biasa saja. Karena sampai saat ini dia tidak terlalu berharap seperti yang mereka harapkan.


"Bukannya di dunia ini ada beberapa orang yang di ciptakan begitu mirip?" begitulah yang selalu ada di pikiran Vivian.


Bu Ros lansung menangis membaca hasil tes DNA itu. Dalam hasil tes DNA itu di nyatakan bahwa Vivian benar anak mereka.


"Jadi kamu benar Cika anak kami?" tanya Bu Ros memeluk Vivian dengan erat.


"Iya kamu anak kami yang hilang puluhan tahun yang lalu." ujar pak Thamrin juga memeluk Vivian dan istrinya.


Vivian hanya diam melongo tidak menyangka hasilnya seperti ini.


"Jika mereka orang tuaku, berarti yang selama ini membesarkan aku siapa? tapi kemaren kata Bu Ros bukan ibu yang menculik anaknya." ucap Vivian di dalam hatinya.


Reno tersenyum melihat tantenya menangis bahagia. Selama ini mereka mencari anaknya dan akhirnya bertemu juga.


Namun Reno tidak tau bagaimana reaksi om dan tantenya jika tau bahwa anaknya memiliki masa lalu yang pahit. Dia tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya.


"Vivian kamu anak kami, mulai hari ini kamu akan tinggal bersama kami, dan mama dan papa tidak akan pergi keluar negeri,kita akan menghabiskan waktu bersama." ucap Bu Ros menangis sambil tersenyum.


"Mulai hari ini kamu panggil kami dan papa." ujar Thamrin bersemangat.


Berbeda dengan Vivian yang masih bengong. Dia tidak tau berekspresi seperti apa saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2