ARSEN The Good Husband

ARSEN The Good Husband
Bab 15


__ADS_3

"Beraninya kau!!!"bentak Arsen saat melihat Ziana yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Eh kamu bikin kaget saja" kata Ziana pura - pura kaget.


"Apa yang sedang kau lakukan di meja kerjaku?"tabya Arsen berjalan mendekati Ziana.


"Aku hanya penasaran dengan design mejamu,di mana kamu membelinya, designnya sangat bagus dan aku suka"kata Ziana menyentuk meja itu dengan ujung jarinya.


Arsen tidak langsung menjawab dia yakin, pasti ada suatu hal yang sedang di sembunyikan oleh istrinya itu.


"Kalau kau menyukainya, ambil saja"Kata Arsen.


"Tidak usah, aku masih mampu kok membeli nya"


"Benarkah?" Kata Arsen tersenyum miring.


"Bagaimana keadaan Oma, apa kamu sudah bertemu dengan Oma? Apa kamu sudah melihat jari kaki Oma?" Ziana sengaja mengalihkan fokus Arsen pada dirinya.


"Sudah , dan tadi Oma mencarimu."


"Benarkah, kalau begitu ayo kita temui omal Ziana menarik lenagan Arsen dan membawanya keluar dari ruangan itu. Ziana sedikit bernapas lega karena Arsen tidak terlalu mempertanyakan soal dirinya yang sedang duduk di meja kerjanya.


'Untung tadi aku mendengar langkah ya, kalau tidak? Entah apa yang akan terjadi dengan diriku'batin Ziana tersenyum lega.


Oma sedang duduk di sofa ruangan keluarga. Wanita paruh baya itu tersenyum saat melihat kedatangan Ziana dan juga Arsen.


"Kamu keman aja?"tanya oma.


"Itu Oma Zia tadi melihat design meja kerjanya Arsen"kata Ziana duduk di sebelah oma

__ADS_1


Arsen tidak berkomentar, dia pun ikut duduk di sebelah Ziana.


"Oma, apa Sila dan tasya sudah tahu mengenai ini?"tanya Arsen.


"Belum, nanti akan oma kasih tau."


Arsen pun mengangguk mengiyakan, mereka pun menonton bersama. Sedari tadi Arsen terus memperhatikan Ziana lewat ujung matanya. Dia melihat bagaimana Ziana ynag begitu perhatian pada Omanya.


~_~


Keesokan harinya, pagi - pagi sekali Ziana sudah bersiap - siap seperti akan pergi.


"Kamu mau kemana?"tanya Arsen menatap Ziana penuh curiga.


"Akuakan ke toko bung, biasa rapat bulanan" jawab Ziana.


"Rapat bulanan? Seperti perusahaan besar aja, pake rapat bulanan segala." ledek Arsen yang sedang memang dasi.


"Bukan seperti itu maksudku."


"Iya aku tau"balas Ziana.


"Kamu naik apa ke toko?"tanya Arsen yang sekarang sedang memang jasnya.


"Akutan umum" awab Ziana, memoleskan lipstik ke bibirnya.


"Naik mobil saja, bawa supir dan bodyguard biar aman"


"Tidak usah, kaya orang penting aja pake penjaga segala. Lagian aku udah biasa pergi kemana - mana pake angkutan umum"tolak Ziana berbalik dan menghdap Arsen.

__ADS_1


"Jangan ngebantah, kamu itu sekarang istri seorang Arsen si bos mafia. Berbeda dengan dulu, kamu hanya tukang toko bunga"kata Arsen.


"aish, ribet ya jafi istri kamu"


Arseb hanya mengedikkan bahunya, lalu pria itu berjalan ke rak sepatunya dan memakainya


~_~


Sesuai dengan perintah Arsen, sekarang Ziana sedang berada di dalam ruangannya denga beberapa orang pengawal sedang berdiri di depan pintu.


Ayu slah satu pegawai Ziana masuk kedalam ruangan, dia menatap para pengawal itu aneh. Tidak biasanya bos nya itu membawa pengawal seperti ini ke toko.


"Permisi nona!" ucap Ayu mengedur pintu.


"Iya, masuk aja, Yu!"sahut Ziana yang memang sudah tahu kalau ayu akan menemuinya.


Ayu oun masuk dan berjalan mendekati Ziana yang sedang duduk di meja kerjanya.


"Nona, ini laporan keuangan bulan ini" Ayu memberikan sebuah berkas pada Ziana. Ziana memeriksa laporan itu dengan serius dan telity.


Sementara Ayu, sedari tadi dia terus saja melirik salah seorang pengawal Ziana dengan ujung matanya. Ziana tersenyum, saat menangkap basa kelakuan Ayu.


"Ayo loh... Lagi lihatin apaan tu?"tegurnya.


"Eh, nona. Tidak, aku tidak melihat apa - apa"balas Ayu sedikit gugup.


"Apa kamu menyukai dia?"tanya Ziana sedikit mengoda Ayu.


"Nona, tolong jangan goda aku."ucap Ayu, memegang wajahnya yang terasa panas.

__ADS_1


"Kalau kamu mau, aku bisa bantu kok" ucap Ziana, tersenyum.


"Sayang!...."panggil seseorang, dengan suara yang cukup keras.


__ADS_2