
Hari minggu adalah hari semua orang berada di rumah dan menghabiskan waktu dengan keluarga. Dan itu lah yang sedang di lakukan oleh keluarga Arsen.
Mereka memutuskan untuk menikmati akhir pekannya dengan berlayar dengan menggunakan kapal pesiar.
Ini semua adalah permintaan Oma yang memang sangat suka dengan suasana laut. Pagi - pagi sekali oma sudah hebo membangunkan semua cucu - cucunya dan menyuruh mereka untuk bersiap.
"Oma, besok - besok kalau mau bikin acara tu ,diskusi dulu biar kita bisa melakukan persiapan" dengus Tasya. Sedari tadi Tasya selalu saja menggerutu kesal pada Oma.
"Maaf sayang, ini semua terlintas tadi pas Oma habis sholat tahajut" kata Oma.
"Sudah lah kak, mukannya jangan di tekuk gitu. Dari pada cemberut gitu mending kita ambil sua foto"tawar Sila. Dan tentunya di sambut dengan antusias oleh Tasya.
"Ayo."mereka berdua pun berlalu pergi.
Ziana mendekati oma, "Apa oma baik - baik saja?"
"Baik sayang, ayo kita juga menikmati holiday" kata Oma.
Oma Yun membawa Ziana ke tepi kapal, dia ingin menunjukkan bagaimana indahnya pemandangan yang sangat di Indah. Yang selama ini di Kaguminya.
__ADS_1
Saat sedang asyik mengobrol, Ziana tidak sengaja melihat Arsen yang sedang menelpon. Ziana pun penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Arsen dengan orang yang sedang di telponnya itu.
"Oma, Zia ke toilet dulu ya"pamit Ziana. Oma mengangguk mengiyakan.
Ziana pun berlalu pergi ke tempat Arsen yang sedang berada di ujung kapal. Dengan perlahan Ziana mendekat dan bersembunyi dibalik kursi yang ada tidak jauh dari tempat Arsen berdiri.
"Kamu atur aja semuanya, dan seperti biasa..."Arsen menghentikan ucapannya saat melihat sebuah bayangan di belakang tubuhnya. Arsen pun tersenyum miring.
"Iya, kita akan melakukannya di tempat biasa. Ingat jangan sampai ada kesalahan!"ucap Arsen, mematikan sambungan telponnya.
Dia sengaja pura - pura tidak tahu dengan orang yang ada di belakangnya itu.
Arsen berlalu pergi meninggalkan Ziana, ia pergi menghampiri Oma Yun yang masih berada di dekat tempatnya semula.
Arsen memeluk Oma dari belakang. " apa oma suka pemandangannya?"tanya Arsen.
"Sangat, oma sangat menyukainya dan oma ingin jika kelak saat oma sidah sembuh seperti dulu lagi Oma ingin kita sekeluarga pergi berlayar lebih jauh lagi"kata Oma.
"Baiklah, kalau begitu ayo cepat sembuh Oma, biar kita bisa pergi bersama"balas Arsen tersenyum, ia mencium kepala Oma nya dengan sayang.
__ADS_1
~_~
Setelah puas dengan acara berlayar dadakannya, kini keluarga Arsen sedang melakukan makan malam bersama di restoran keluarga mereka.
"Zia sayang, apa kamu menyukai makanannya?"tanya Oma.
"Suka oma, tapi Zia tidak terlalu suka makanan barat" jawab Ziana.
"Dasar kampungan" ucap Tasya pelan, namun masih bisa di dengar oleh Ziana.
"Bukannya kampungan, tapi memang lidah aku tu nggak cocok" sahut Ziana.
"Apaan sih! Jangan asal bicara atau kamu mau aku menyumbat mukutmu itu dengan sayuran iniancam Ziana dengan setengah berbisik.
Tasy menatap Ziana dengan tatapan membunuh.
"Ayo makan yang banyak!"Ziana dengan sengaja meletakkan sepotong lauk ke atas piringnya. Dia tidak memperdulikan tatapan yang mematikan dari Tasya.
"Kamu juga makan yang banyak!"kata Arsen yang tiba - tiba menyuapinya..
__ADS_1