
Tak terasa, Ziana dan Arsen telah menghabiskan waktu honeymoonnya. Hari ini, mereka akan kembali ke rumah.
Ziana sedang memasukkan semua pakaian mereka ke dalam koper, dia juga tidak lupa memasukan beberapa barang yang sempat di belinya di sana.
"Apa masih lama?"tanya Arsen yang sedari tadi hanya duduk diam memperhatikan Ziana dari atas tempat tidur.
"Kamu lihatnya bagimana?" ketus Ziana.
"Ketus amat, santai aja dong ngomongnya. Aku kan nanyanya baik - baik" balas Arsen tak kalah ketus.
"Hm"Ziana kembali fokus mempacking barangnya.
"Kenapa dia bersikap seperti itu? Apa salahku?"gumam Arsen yang tidak tahu kenapa sikap istrinya berubah.
"Zia, ambilkan aku minum. Aku sangat haus" seru Arsen. Tanpa bicara sepata kata pun, Ziana berdiri dan berlalu keluar kamar.
Tak lama Zia pun kembali dengan memawa segelas air minum.
"Ini!" Ziana meletakkan gelas itu di atas meja. Arsen hanya memperhatikanya dalam diam. Ziana kembali ke tempatnya.
"Kamu kenapa sih? Dari kemaren jutek gitu" kata Arsen yang sudah tidak tahan dengan sikap Ziana.
"Kenapa? Aku baik - baik saja" balas Ziana.
"Tidak , tidak. Kau pasti ada apa- apanya, ayo cerita!"desak Arsen, beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Ziana.
"Apa yang harus di ceritakan? Aku tidak apa - apa" elak Ziana.
"aku aneh? Itu mungkin perasaanmu saja" kata Ziana, yng hendak berdiri dan melangkah.
"mau kemana? Aku sedang bicara" Arsen menahan tangan Ziana cepat.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan, lepaskan aku mau ke kamar mandi!"Ziana berusaha untuk melepaskan cengkraman Arsen.
"Mau mengindar?"tebak Arsen.
"Bukan urusanmu!" Balas Ziana.
Dengan satu kali tarikan, Ziana sudah berada dalam pelukan Arsen. Tanpa memperdulikan penolakan Ziana, Arsen menarik Ziana untuk ke atas ranjang.
~_~
Suasana pagi yang semula membeku akan diamnya Ziana kepada Arsen, kini kembali menghangat setelah pergumulan di antara mereka terjadi cukup singkat. Mereka saling tidur berhadap - hadapan setelah selimut berwarna putih membalut tubuh polos keduanya. Namun, kedua mata mereka masih terajga. Zuana memberi jeda bulu mata lentiknya untuk mengedip, memperhatikan setiap bagian - bagian wajah suaminya yang ia lihat dari jarak yang sangat dekat. Bahkan, napas Arsen yang terbuang cukup cepat terasa hangat saat menyentuh kulit wajahnya
__ADS_1
"Apa yang kau lihat?"
"Tidak." Ziana mengeleng kepalanya dengan tatapan polos.
Tangan Arsen hampir berulah " Au melakukanny lagi?" tatapan matanya terasa menghangat, suaranya pun penuh akan rayuan meskipun terdengar datar dan kaku tanpa sensualitas. Namun, Ziana sudah biasa membaca ga. Wanit ya yang segera melebar waspada.
"Tidak, aku capek" Ziana mengubah posisi tidurnya dengan membelakangi Arsen.
"Tidak sopan" gerutu arsen . Kedua alisnya berkerut dalam karena merasa kesal saat Ziana membelakanginya. namun laki-laki itu tiba-tiba mengulum senyumnya saat Ziana menarik tangannya dan menuntunnya hingga melingkar di tubuh wanita itu .
"peluk aku!" Suara Ziana yang terdengar manja membuat arsen tidak ingin melenyapkan senyumannya Seperti telah menemukan kembali sosok Ziana yang dikenalnya.
Arsen mendekap tubuh Ziana dan memeluknya dengan gemas, sebelum kemudian ia meninggalkan sebuah ciuman di puncak kepalanya yang mampu ia jangkau.
~_~
Ziana terlihat duduk di bawah lantai dengan menggunakan pakaian mini dressnya yang berwarna hitam
wanita itu kini sibuk memasukkan barang-barang miliknya dan juga milik harsen ke dalam koper , ia melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi karena perdebatannya dengan arsen . karena nanti Saat sore hari mereka harus meninggalkan Villa dan kembali ke rumah mereka .
Perhatian Ziana teralihkan ke arah kamar mandi yang pintunya terbuka, Ziana melihat arsen yang baru saja keluar dari sana , laki-laki itu kini berjalan ke arahnya dengan telanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek yang mengait di pinggangnya .
" aku sudah selesai" arisan duduk berjongkok di samping Ziana , mengambil ahli pekerjaan wanita itu untuk meletakkan beberapa pakaian ke dalam koper
setelah perdebatan tadi pagi yang cukup memanas karena mempermasalahkan mengenai kekasih yang dimiliki oleh arsen
Ziana dan arsen kini terlihat akur setelah melakukan pergulatan di atas ranjang yang mereka lakukan lebih dari satu kali
ya percintaan itu mengakhiri perdebatan di antara mereka , mood serta emosi mereka seketika mereda dan nampak lebih membaik daripada sebelumnya
" kau yakin tidak ingin pergi ke suatu tempat lagi ?" arsen memastikan kembali setelah beberapa menit yang lalu Ziana menolak akan tawarannya untuk pergi berkeliling di daerah sekitar
" aku rasa tidak , aku sudah sangat lelah sekali " Diana mengusap tengkuknya yang kaku sembari melemaskan punggungnya untuk bersandar di lemari, diikuti dengan uapan hingga membuat kedua matanya berair
arsen menatap raut wajah Ziana yang sedikit Memucat, dan lingkaran hitam di bawah kantung mata wanita itu
arsen merasa kasihan karena menyadari bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab wanita itu kelelahan dan kurang tidur
"Baiklah kalau begitu Letakkan ini Dan kita akan makan siang sekarang"Perintah arsen
Diana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Arsen pun segera mengajak wanitanya itu untuk Ke lantai bawah, karena penjaga Villa telah menyiapkan makan siang untuk mereka.
~_~
__ADS_1
"Terima kasih ya bu, udah merawat kita selama di sini" kata Ziana pada ibu penjaga Villa.
"Iya, nona. Itu bukan apa - apa, itu sudah tanggung jawab kami. Kami senang kalau nona dan tuan sering kemari untuk berlibur" balas Ibu penjaga Vila pada Ziana.
"Ayo" Arsen mengandeng tangan Ziana dan hendak membawanya berlalu begitu saja.
"Ars, pamitlah dulu" bisik Ziana. Arsen hendak menolak, tapi melihat tatapan Ziana, Arsen pun jadi menurut.
"Pak, bu kita pergi. Tolong jaga dan rawatlah Villa ini, kalau ada apa - apa hubungi saja Bram" ujar Arsen yang di angguki oleh pasabgan penjaga Villa itu.
"Baik tuan."
"Kami pergi" Arsen pun meyeret Ziana untuk masuk kedalam mobil.
"Bye.. Bye bu" Ziana melambaikan tanganya sambil tersenyum.
Pasangan penjaga Villa itu pun tersenyum, mereka tidak menyangka kalau istri dari bos arogan mereka akan sebaik ini. Dan mereka juga tidak mengka kalau Arsen yang terkenal kejam sudah berubah menjadi lebih baik, dan sedikit manusiawi sekarang.
"Syukurlah, tuan mendapatkan pasangan yang sangat baik"ucap istri penjaga Villa.
"kamu benar, dan lihatlah betapa tuan sangat mencintai nona Ziana."balas sang suami.
~_~
"Ars, kapan - kapan kita kesini bareng Oma, Sila dan Tasya ya" kata Ziana.
"Kenapa membawa mereka, cukup kita berdua saja." tolak Arsen.
"Nggak seru kalau hanya berdua, kalau ada bersama mereka pasti lebih seru" balas Ziana.
"Apa serunya, mereka pasti akan mengganggu kita" Ziana menatap Arsen dengan tatapan tidak mengerti.
"Kalau ada mereka, kau pasti akan mengabaikanku" lanjut Arsen.
"Tidak, siapa bilang. Aku tidak pernah mengabaikanmu"sangkal Ziana.
"Benarkah, awasnya. Nanti kalau di rumah kau banyak alasan bilang ke kamar oma atau pergi dengan Sila atau tasya" sungut Arsen. Ziana menatap Arsen sambil menahan tawanya.
"kenapa ekspresimu seperti itu?"tanya Ziana.
"Aduhhh... Kamu inu lucu sekali, masa cemburu sama oma dan adikmu sendiri" Ziana mencubit pipi Arsen.
"Lucu!"
__ADS_1