
Ziana dan Arsen melakah masuk kedalam toko. Pandangan Ziaa tidak luput dari setiap sudut toko itu. Dalam hatinya dangat yakin kalau itu adalah tokonya. Tapi kalau memang ini tokonya, kenapa desain dan luasnya bisa berubah.
"Selamat datang nona!!"sambut para karyawan.
"Eh lusi kamu kenapa ada di sini? Toko kita gimana?"tanya Ziana, saat melihat salah satu karyawan lamanya.
Lusi tidak menjawab, dia hnaya tersenyum sambil megarahka. Ziana dan Arsen untuk berjalan ke depan, karena sudah begitu banya tamu yang menunggu ke datangan mereka.
Ziana hanya diam dan mengikuti kemana Arsen membawanya.
"Sayang.... Ini aku persembahkan toko bunga kamu dan maaf aku sudah melakukan renovasi tanpa seijin kamu" kata Arsen saat membawa Ziana berdiri di belakang pita biru.
Ziana hanya diam menatap Arsen bingung, dia belum megerti aksud dari kalimat suaminya itu.
"Kamu jangan becanda, aku lagi bingung ini" bisik Ziana menatap Arsen.
Arsen hanya tersenyum. " lihat lah ke sana, mungkin nanti baru kamu akan percaya" Arsen menunjuk tebok sebelah kirinya yang terdapat beberapa figura foto keluarga Ziana.
Ziana menutup mulutbya tak percaya. " Ars..."
"Ini buat kamu, dan aku harap kamu suka." ucap Arsen.
Tanpa banyak bicara Ziana langsung memeluk Arsen." Thank you... Thank you dan I LOVE YOU" ucap Ziana.
Arsen mengangguk dan membalas pelukan itu. " Ayo kita resmikan dan lihatlah begitu banyak orang yang sedang melihat kearah kita" bisik Arsen.
Ziana pun melepaskan pelukannya" kenapa baru bilang " bisik nya kesal.
Arsen tersenyum dan mulai meminta gunting pada karyawan. Persemian pun dilakukan dengan hikmat. Khusus hari ini toko bunga Ziana megadakan pembagian bunga gratis.
~_~
"Assalamualaikum Oma.." sapa Ziana setelah pulang dari toko bunganya.
"Waalaikum salam." jawab Oma.
"Oma, udah makan?"tanya Ziana menghampiri Oma yang sedang tiduran di kamarnya.
"Belum, oma lagi nggak nafsu makan"
"Tidak baik seperti itu oma. Walau tidak selera, tapi oma harus tetap paksakan untuk makan walaupun sedikit" ucap Ziana.
"Arsen mana? Apa kalian sudah makan?"tanya Oma. Ziana pun langsung paham kenapa oma tidak selera makan.
"Ars, lagi di kamar oma. Kita belum makan kok Oma. Apa oma mau makan bareng kita?"tanya Ziana.
"Benarkah, baiklah. Kita makan bersama, suruh Ita untuk menyiapkan makan siang di gazebo taman belakang!"seru Oma.
"Baiklah, Ziana pergi panggil bibik dulu ya sekalian mau ganti baju" ucap Ziana.
"Iya, oma tunggu di belakang ya"
__ADS_1
~_~
Ziana masuk ke kamar dan melihat Arsen yang sedang tidur.
"apa dia sedang tidur? Cepat sekali" ucapnya berjalan mendekati Arsen.
"Ars.... Ars..." panggil Ziana
"Jangan ganggu, aku sangat mengantuk" balas Arsen.
"Kita makan yuk, di taman belakang!"ajak Ziana.
"makan? Yang benar saja, kita baru siap makan Zia, mana muat lagi" kata Arsen membuka mata dan melihat kearah istrinya itu.
"Iya aku tahu, tapi oma belum makan. Katanya nggak selera."
"Kan kamu tinggal paksa oma makan, kenapa harus bawa - bawa aku segala"
"tapi tadi oma nanyain kamu, itu berarti oma pengen makan bareng kamu juga!"ujar Ziana.
"Tapi aku benar - benar udah kenyang..."
"Makan sedikit aja juga nggak apa - apa yang penting temenin oma makan" kata Ziana.
"Tapi..."
"Apa kamu mau lihat oma sakit karena telat makan? Jahat banget kamu sebagai cucu..."ucap Ziana.
"Kita turun bareng, tunggu aku ganti baju dulu" Ziana pun beranjak pergi ke kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti di lemari.
~_~
"Gimana oma, apa makananya enak?"tanya Ziana.
"Hmm sangat enak, ayo Ars tambh lahi makanannya! Kamu itu harus banyak makan biar sehat dan kuat" ucap Oma meletakkan sepotong ayam pada piring Arsen.
Ziana pun hanya bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Arsen yang seperti sedang minta tolong.
"Oma juga, biar cepat sehat" balas Arsen.
"Itu pasti karena oma, ingin hidup sampai anak kalian lahir" jawab Oma tersenyum.
"Uhuk... Uhuk..." Ziana pun tersedak saat mendengar perkataan Oma.
"Ini minumlah, makanya kalau makan tu pelan - pelan, tidak akan ada orang yang akan merebut makananmu."ucap Arsen enyerahkan gelas air mineral pada Ziana.
"Makasih."
Mereka pun melanjutkan acara makan siang mereka dengan bumbu gurauan yang di lontarka oleh Ziana dan Oma. Kalau Arsen jangan tanya, Pria es itu hanya akan mengatup bibirnya sampi makannya habis.
"KAKAK!!!" Teriak Sila dari dalam rumah.
__ADS_1
"kenapa lagi tu bocah?"tanya Ziana.
"entahlah,"balas Arsen.
"Kakak... Kakak..." kata Sila hebo.
"Ada apa lagi sih Sila, kenapa kamu teriak - teriak gitu? "tegus Arsen yang memang tidak terlalu suka dengan kebisingan.
"Tunggu!" Sila pin mengatur nafasnya dan Ziana memberikan segelas air pada Sila.
"Makasih kakak ipar" ucapnya, kemudian meneguk air itu hingga habis.
"Cepatlah katakan Sila! Oma sangat penasaran"kata Oma.
"Oma, kakak dan kakak ipar tidak bisa pergi ke bali besok!"ujar Sila.
"Lah kenapa?"tanya Arsen mengerutkan keningnya.
"Karena besok semua penginapan akan di tutup kakak, dan penginapan kalian juga ikut di tutup."kata Sila
"Kenapa bisa seperti itu?"tanya Ziana.
"Iya kak, itu karena besok ada kunjungan dari pangeran Arab dan karena hal itu begitu besok dan 3 hari ke depan Pulau Bali di tutup buat umum"jelas Sila.
"Ya gimana dong.."ujar ziana,
"Tidak masalah, kita akan menunda pergi ke Bali tapi tidak dengan Bulan madunya"kata Arsen.
Semua orang mengernyit tidak mengerti. " maksud kamu apa?"tanya Ziana.
"Iya, bukankah masih banyak tempat yang bagus untuk kita kunjungi"kata Arsen.
"Tapi aku pengennya ke sana Ars." ucap Ziana.
"Kita bisa ke sana kapan pun dan apa kamu tidak dengar apa yang di ucapkan Sila" kata Arsen.
"Lalu kalian akan kemana Ars?"tany Oma.
"Kita akan ke Vila aja Oma, bukan kah di sana jauh lebih bagus "jawab Arsen.
"Ars, udah kenyang. Dan Zia siap - siap lah kita akan berangkat jam 18.30 nanti, lebih tepatnya setelah mahgrib." kata Arsen. Lalu berlalu pergi.
"Oma, Vila itu di mana?"tanya Ziana pada Oma
"Kakak, apa kakak tidak tau kalau kak Ars itu punya Vila di pergunungan sana. Aku kurang tau sih alamatnya tapi yang jelas, tempatnya sangat bagus dan menyatu banget dengan alam."jawab Sila.
"Zia sayang kalau kamu tidak suka, tidak apa - apa tolak saja."kata Oma.
"Tidak Oma, Zia suka kok" bala Ziana tersenyum.
' Semoga saja suami tampanku ini tidak sedang merencanakan sesuatu yang gila buatku'batin Ziana.
__ADS_1