ARSEN The Good Husband

ARSEN The Good Husband
Bab 8


__ADS_3

Flashback


Arsen baru sampai di hotel keluarganya menginap, dia sangat kaget saat sang oma menyuruhnya untuk menyusul ke Swiss.


Dengan langkah lebarnya Arsen berdiri di depan pintu kamar Oma Yun


Tok... Tok... Tok...


Ceklek.


Pintu terbuka, Arsen langsung masuk dan berhenti di belakang Oma Yun yang sedang menatap pemandangan indahnya Negara Swiss di malam hari.


"Oma!" panggil Arsen.


Ima Yun tersenyum dan membalikkan tubuhnya.


"Kamu sudah datang? Cepat banget Oma kira kamu sampainya akan lama" kata Oma Yun tersenyum.


"Ada apa Oma? Apa semuanya baik - baik saja? Dan kenapa Oma tiba - tiba kemari?"tanya Arsen , berjongkok di depan Oma.


Oma Yun memegang tangan Arsen.


"Oma ingin kamu melakukan sesuatu di sini, apa kamu mau melakukannya Ars?"tanya Oma dengan pandangan sayu nya.


"Apa Oma? Oma tau kan, Ars selalu mengabulkan keinginan Oma dan sekarang kata kanlah, oma mau Ars melakukan apa?"tanya Arsen dengan nada suara lembut. Wanita paruh baya itu pun tersenyum.


"Kamu tidak akan menolak kan? Kamu benar - benar akan mengabulkannya kan Ars?"tanya Oma Yun, dan tanpa pikir panjang Arsen mengangguk.


"Kalau begitu, besok menikahlah dengan Ziana."


DEG!


Arsen melepaskan tangan Oma Yun seketika.


"Ars!"


Arsen menunduk dan diam tak bersuara. Hingga Oma Yun memegang bahunya, barulah arsen mendongak.


Oma Yun menatapnya dengan pandangan penuh harap. " Apa tidak ada yabg lain Oma, itu... Itu...."


"Apa? Kamu tidak mau? Mau sampai kapan kamu menolak untuk menikah Ars? "


"Aku tidak bisa Oma? Oma tau sendiri alasannya."balas Arsen berdiri dan hendak melangkah.

__ADS_1


"Apa kamu masih belum melupakannya?" tanya Oma Yun, Arsen mengabaikannya ia terus berjalan kearah pintu dan hendak membukanya.


"Kalau kamu tidaj mau, itu berarti kamu mau melihat kematian Oma malam ini!"seru Oma Yun dan hal itu berhasil menghentikan pergerakan Arsen.


"Kali ini saja, Oma janji tidak akan pernah meminta apa pun lagi dengan mu "kata Oma Yun.


"Dan mungkin saja ini adalah permintaan terakhir Oma pa..."


"Oma tidak boleh ngomong gitu"potong Arsen.


Arsen membalikan tubuhnya dan kembali berjalan kearah Oma yun, memeluk wanita paru bayah kesayangannya itu.


"Jangan pernah bilang kata - kata terakhir itu, Ars nggak suka!"


Oma Yun tersenyum " jadi apa kamu mau menikah dengan Ziana, gadis pilihan Oma"


"Tapi Oma, Ars tidak kenal dengan dia"


"Sini biar oma kenalkan, Oma sudah kenal banget dengan gadis ini dan bahkan dengan orang tuanya pun oma sudah sangat kenal." kata Oma. Arsen mengangkat wajahnya dan mentap Oma yun.


"Jangan bilang ini semua memang sudah oma rencanakan sejak lama" tebak Arsen.


Oma Yun hanya tersenyum, Arsen menggeleng. Pria itu pun mmbawa Oam yun ke sofa yang tidak jauh dari tempat mereka.


Oma Yun mengangguk, dan mulai menceritakan semuanya pada Arsen. Awalnya Arsen kembali menolak pernikahan tersebut tapi karena sedikit ancaman dan rengekan dari Oma Yun. Akhirnya Arsen pun tidak bisa menolak dan mau menikah dengan gafis yang latar belakangnya belum jelas baginya itu.


FLASHBACK OFF


Dari saat Ziana memasuki ruangan itu, Arsen tidak pernah mengalihkan pendangannya, dia terus menatap gadis itu dengan tatapan tajam seoah ia ingin menguliti gadis itu hidup - hidup. Meski tidak bisa di pungkiri, saat pertama melihat Ziana, Arsen sedikit tertegun melihatnya.


Ziana sudah berdiri di depannya dan Arsen bisa keterkejutan gadis itu saat Oma menyuruh untuk duduk di samping arsen, dan di tambah lagi saat tiba - tiba pria yang berada di depan kami, menyuruhnya untuk mencium tangan Arsen.


"Ini maksudnya apa?..."tanya Ziana pelan.


Pria yang ada di depannya itu adalah seorang penghulu. " Apalagi nak, sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri" jawab penghulu tersebut. Mendengar itu Ziana langsung berdiri.


Ziana melihat tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Manikah? Suami istri?" gumamnya.


Ziana membalikkan tubuhnya menatao Oma Yun, "Oma ini maksudnya apa?"tanya Ziana.


"Ziana sayang, nanti oma jelaskan ya. Kita selesaikan dulu acara inil balas Oma dengan suara lembut. Ziana menggeleng, dia memundurkan langkahnya hendak pergi. Namun, degan cepat Arsen menaan tangannya.

__ADS_1


"Lepaskan! Jangan sentuh saya!" Ziana berusaha menepis tangan Arsen.


"Diam atau kau akan..." Arsen mengarahkan pandangannya ke bawah. Ziana pun mengikuti arah pandang itu.


Seketika tubuhnya bergetar ketakutan " Kalau kau tidak ingin peluru pistol ini menembus di perutmu, maka ikuti semuanya!" bisik Arsen di dekat telinga Ziana.


"Tap...."Arsen menempelkan pistolnya pada peru Ziana


Dengan terpaksa Ziana pun menuruti semua keinginan pria yang saat ini ada di sampingnya.


Oma Yun dan semua orang heran karena Arsen berhsil membujuk Ziana. Tidak seperti biasa, Arsen yang di kenal Oma Yun adalah Arsen yang tidak suka di bantah atau di tolak.


Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang telah di konsepkan oleh Oma Yun. Wanita itu sangat senang karena impiannya sudah terwujud.


"Oma istirahlah, Oma pasti capek, ayo saya Antar"kata Ziana yang hendak mengantarkan Oma. Namun, dengan cepat Oma menahanya.


"Tidak nak, mulai dari sekarang kamu itu tidak bisa tidur sendiri lagi, sekarnag kamu sudah menjadi istrinya Arsen, jadi sudah kewajian kamu untuk melayani dan bersama Arsen"kata Oma.


"Iya, Zia. Kamu sama kakak saja, dan jangan lupa kamu buatin kami keponakan yang lucu dan menggemaskan"sambung Sila sambil mengedipkan matanya pada Ziana.


Arsen hanya diam memperhatikan semua tingkah keluarganya. Sekarang dia baru kepikiran, seandainya kemaren dia tidak nekat terbang ke Swiss dan semua ini pasti tidak akan terjadi.


"Ya udah kalau gitu Oma ke kamar ya, ato Sil antarin Oma"Sila pun mengangguk dan mendorong kursi roda nya.


Melihat Oma dan adiknya oergi, Arsen pun berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Ziana yang masih diam.


"Mau sampai kapan kamu berdiri sana!"serunya.


Ziana tersadar, kemudian menyusul Arsen


Sesampainya di kamar, Ziana berdecak kaget saat melihat kemewahan kamar Arsen..


"Hmm... Aku ke kamar aku aja" ucap Ziana dan hendak berjalan ke pintu..


"Silahan jika kamu sudah siap untuk di hukum sama Oma" ucao Arsen cuek, berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Tc, kenapa aku harus terjebak ke situasi seperi ini."gumamnya pelan.


Dengan malas, akhirnya Ziana melangkah kearah ranjang. Merebahkan tubuhnya dan memandang dengan pandangan menata hijau.


Tak butuh waktu lama, Arsen dan kelur dari kamar mandi. " Mandi sana, tidak ada gunanya jika kamu terus melamun. Kamu akan tetap jadi istrinya., jadi tidak usah di pikirin lagi, pergilah mandi" jelas Arsen.


"Kamu mau apa?"tanya Ziana, memundurkan tubuhnya

__ADS_1


__ADS_2