ARSEN The Good Husband

ARSEN The Good Husband
Bab 26


__ADS_3

Flashback on


DORRR!!


Arsen kaget saat mendengar suara tembakan, dan betapa kagetnya dia saat melihat dada Ziana yang tiba - tiba mengeluarkan darah.


DOR!! DOR!!!


Dengan membabi buta Arsen pun menembak pria itu hingga tidak bergerak.


"APA YANG KAU LAKUKAN?!!!" teriak Arsen pada pria itu. Dengan cepat Arsen menggendong Zia dan langsung berlari keluar.


"BRAM!! BRAM SIAP KAN MOBIL!!"teriaknya memanggil Bram. Mendengar teriakan Arsen Semua anak buahnya pun keluar dan kaget melihat Arsen yang sedang berlari sambil menggendong Ziana.


Sampainya di dekat mobil, Bram langsung membuka pintu mobil.


"Cepat nyalakan mobil! dia harus segera dibawa ke rumah sakit!" ucap Arsen sembari melepas beberapa tali yang masih ada di tubuh Ziana . Bram dan supir pun segera masuk ke dalam mobil.


"Ars.. En.." suara lemah itu membuat Bram terutama Arsen mendesah lega .


" Zia.... Maafkan Aku.... Maafkan Aku..." ucap Arsen lalu memeluknya singkat .


"Bertahanlah Kumohon, kita akan ke rumah sakit ." ucap Arsen sesak hingga tidak sadar air matanya mulai membanjiri pipinya . Bram yang melihatnya pun turut prihatin , memilukan dan benar-benar menyesakkan .


" Ayo cepat jalankan mobilnya!" suruh Bram pada supir.


Mereka pun membawa Ziana ke rumah sakit terdekat, dan tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit.


Arsen mengendong Ziana dan membawanya kelar dari mobil. Berlari masuk kedalam rumah sakit.


"Dokter!! Dokter!!, SUSTER TOLONG ISTRI SAYA teriak Arsen.


Seorang perawat pun datang dan menghampiri Arsen sambil mendoring brangkar.

__ADS_1


"Ayo pak baringkan di sini!" dengan perlahan membaringkan Ziana di atas brangkar.


Mereka pun mendorong Ziana masuk ke ruang IGD, seorang dokter pun datang dan memeriksa keadaan Ziana.


"Cepat siapkan ruang operasi! Pasien kritis!"ujar Dokter itu.


Suster itu pun mengangguk dan membawa ranjang Ziana untuk di pindahkan ke ruang operasi.


Saat sampai di ruang operasi, Arsen oun ingin ikut masuk namun di cegah oleh seorang perawat.


"Bapak tidak boelh masuk!" kata suster itu.


"Tapi dia istri saya" kekeh Arsen.


"Lebih baik bapak urus adminidtrasinya!"kata Suster itu dan menutup pintu.


~_~


Arseb mengusap-usap kepalanya dengan kasar . ia sangat frustasi dan marah . Di otaknya ia tidak habis pikir bawah dalang dari penculikan Ziana adalah musuh bisnisnya . Dia tidak habis pikir pria yang baru saja ditemuinya beberapa bulan adalah orang utama yang hampir saja menghabisi gadis yang sangat dicintainya hanya karena masalah kerja sama konyol itu.


Kini otaknya berpikir untuk bagaimana memecahkan masalah yang kian hari kian rumit ini . Ia terus berpikir berharap menemukan sebuah jawaban agar ia segera menemukan jalan untuk membereskan masalah ini


" Apa motif Martin sebenarnya? Apa itu karena penolakan kerja sama itu?"tanya Bram pada Arsen dengan hati - hati


" Iya apalagi ! Tidak salah lagi ini karena kerja sama sialan itu ! " Rutuk Arsen. Ia pun mengacak acak rambutnya dengan kasar .


"Sudahlah kita bicarakan nanti saja. Sebaiknya sekarang kita fokus pada Ziana dulu. Kuharap gadis itu tidak kenapa-kenapa dan segera sadar " ucap Bram yang menampakan wajah yang suram .


Sedih ? Tentu saja karena bagi Bram, Ziana adalah teman yang baik , ditambah lagi gadis itu sangat cantik seperti malaikat. Selama ini tanpa di ketahui oleh Arsen Bram dan Ziana sudah menjalin hubungan pertemanan yang baik.


Sreett...


" Bagaimana? Apa dia baik-baik saja ?" tanya Arsen beranjak dari duduknya dan menyergap dokter yang menangani Ziana dengan pertanyaan . Dokter itu mengambil nafas berat sebelum akhirnya berkata .

__ADS_1


" Dia baik-baik saja , untungnya peluru itu tidak mengenai hatinya. Dan dia juga harus mendapatkan beberapa jahitan di kepala lalu luka lecet di tangan akibat gesekan juga juga tidak parah . Hanya saja yang membutuhkan banyak cairan. Dia mengalami dehidrasi, jika saja kalian Terlambat untuk menolongnya mungkin keadaannya akan menjadi sangat buruk . aku memberinya selang infus biarkan dia bermalam di sini untuk sementara . Jika malam ini dia bisa melewati masa kritisnya maka dia bisa di rawat di rumah tapi..."


"Kamubtahu sendiri bagaimana aku bukan, jadi kerjakan saja tugasmu!" kata Arsen


"Tc, kamu masih saja sombong" dengus dokter itu


"Sebenarnya dia kenapa? Kenapa dia bisa sampai seperti itu?" tanya Dokter itu


" Dia diculik " jawab Arsen cepat.


" Apa ? Kenapa bisa?" tanya dokter itu yang tidak percaya .


" Sudahlah , aku akan menceritakan nanti, apa aku boleh masuk ?" tanya Arsen menyelanpembicaraan agar tidak menjadi semakin panjang dan rumit .


" Masuklah !" ucap dokter itu.


Tanpa memperdulikan tatapan, Aries sang dokter. Arsen langsung masuk ke dalam ruangan Ziana. Aries hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


Arsen menatap Ziana lekat, wajahnya yang pucat dan selang infus yang menempel pada tangan Ziana membuat Arsen semakin sedih .


' Kenapa bukan aku ? kenapa harus kamu Zia ? maaf ... Aku tidak bisa melindungimu , aku terlalu jahat ! Maafkan Aku ! aku mohon bukalah matamu ...' Arsen merutuk dalam hatinya .


Ia pun akhirnya duduk di sisi ranjang Ziana . Memegang tangan Ziana dengan erat, emosinya meluap . Bahkan Arsen berjanji bahwa ia tidak akan mengampuni siapapun yang berani berbuat hal gila seperti ini pada gadisnya ini.


Mata nya berkaca-kaca hingga akhirnya melepaskan butiran bening yang ia tahan selama ini , air mata. Ya air mata Arsen akhirnya tidak bisa terbendung lagi , untuk pertama kalinya dalam sejarah yang menangis lagi . Iya menangisi seseorang yang terbaring lemah di hadapannya , menangis dan menutupi betapa bodohnya dia karena telah lalai dalam menjaga orang yang ia sayang .


"Ma... Maaf Zia ... ku mohon Maafkan Aku ! Buka matamu !" ucap Arsen di sela tangisnya .


Bram tidak bisa berbuat apa-apa , batin mereka juga salat teriris melihat orang yang selama ini dekat dengannya sedang menangis seperti ini .


Bram tahu, jika Arsen sampai menangis karena seseorang berarti ia benar-benar Mencintainya. Sangat tulus dan dalam, dua jari juga sudah tergambar Jelas jika ia benar-benar mencintai Ziana.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2