
Setelah memastikan Arsen telah tidur, Ziana melepaskan pelukan tangan Arsen dari tubuhnya dengan perlahan. Dengan hati - hati Ziana turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Di kamar mandi, Ziana mengecek ponselnya. Dia melihat ada dua panggilan tak terjawab dan sebuah pesan singkat dari Ardi.
"Tumben dia menghubungiku?" dengan cepat Ziana membuka pesan yang di kirim Ardi.
' Sayang, kapan kamu akan menyerahan buktinya? Apa kamu sufah berhasil mendapatkan apa yang aku minta?'
Huft...
Ziana menghela napas,
"Aku harus jawab apa? Aku tidak mungkin memberikan bukti yang sudah ku kumpulkan?" ziana menggenggam ponselnya erat. Dia sangat bimbang sekarang, berdasarkan bukti yang di temukan Ziana. Disana dia tidak menemukan kesalahan Arsen seperti apa yang di katakan oleh ardi. Karena alasan inilah Ziana ragu untuk memberitahu Ardi mengenai bukti itu.
Drrttt....
Ziana terperanjat kaget saat menerima panggilan masuk dari Ardi.
"Kenapa dia malah menghubungiku lagi?... Apa yang harus aku lakukan"
Ziana tidak menerimanya, dia hanya menatap layar ponselnya yang berkedip dan bergetar itu.
Ting~ pesan masuk dari Ardi.
'Kenapa tidak di angkat? Aku tahu kamu belum tidur, ayo angkat!'
Dddrrrrtttt....
"Semoga aku tidak salah jawab?" Ziana pun menerima panggilan itu. Dia malas untuk berantem dengan Ardi, lagi pula Ziana tahu pasti kalau Ardi itu orangnya sangat nekat.
"Waalaikumsalam." balas Ziana.
'Kamu sedang apa sayang? Kenapa kamu lama sekali menerima panggilanku dan pesanku juga tidak kamu balas? Kenapa?'tanya Ardi bertubi - tubi dan di sana Ziana dapat mendengar nada kesal dari pria itu.
"Maaf tadi aku tertidur."balas Ziana.
__ADS_1
~_~
Pagi pukul delapan, Arsen kembali membawa Ziana pulang kerumah.
Sesampainya di rumah, Ziana langsung ke kamar Oma, sementara Arsen langsung ke meja kerjanya dan memeriksa sesuatu di sana
"Oma, ayo olahraga dan nanti pukul sepuluh kita akan ke rumah sakit. Zia sudah membuat janji dengan dokter" kata Ziana. Oma tersenyum dan mengangguk.
"Apa kamu tidak capek? Lebih baik kamu istirahat dulu, biar oma olahraganya saa Ida saja" kata Oma tersenyum.
"Tidak Oma, biar Zia saja yang menemaninya. Lagi pula Zia tidak capek kok"
"ya sudah kalau begitu kamu siap - siap gih! Nggak mungkin kan kamu olahraga dengan pakaian seperti itu?"kata oma sambil menatap ziana dari bawah sampai atas.
Ziana melihat penampilannya dan benar saja, ternyata benar kata oma tidak mungkin dia olahraga dengan menggunakan mini drees gini.
"Baiklah oma, tunggu benar ya. Zia ganti baju dulu" kata Ziana tersenyum, Oma pun mengangguk dan Ziana berlalu pergi meninggalkan oma.
~_~
"Apa oma nyaman di sini?"tanya Zia, yang duduk di bangku taman.
"Nyaman banget, sudah lama oma tidak pergi ke taman seperti ini. Udaranya juga seger"kata oma.
Ziana tersenyum, ia pun memberikan botol minum yang sengaja di bawanya tadi.
~_~
"Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus bisa mendapatkan semua barang buktinya!!!"
....
"Iya, jangan terlalu ketara. Jangan smapai ada yang curiga"
...
__ADS_1
"Dan bagaimana dengan urusan perusahaan yang di Jepang? Apa pengiriman barangnya lancar?"
...
"Apa? Bagaimana bisa dia ikut campur masalah ini?"Arsen menggeram kesal.
...
"Bereskan semuanya serapi mungkin, dan kalau dia masih cari masalah, cepat katakan padaku."
...
Arsen melempar ponselnya ke sofa yang ada di ruang kerjanya. Bagaimana mungkin semua usahanya di recokin oleh Ardi. Apa sebenarnya yang di inginkan oleh pria ini.
"Jangan salahkn aku, Ar.." gumam Arsen, mengepal tanganya.
~_~
Sesuai janjinya, pukul sepuluh, Ziana mengajak Oma untuk pergi chek up ke rumah sakit yang biasa tempat oma berobat.
Berdasarkan pemeriksaan, kondisi oma sudah jauh lebih baik. Dan ada kemungkinan besar oma akan cepat berjalan.
"Apa dokter yakin? "tanya Oma yang merasa tidak percaya dengan hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter itu.
"Iya, bu. Perkiraan saya, kaki ibu sudah bisa berjalan lagi dalam minggu ini." kata Dokter.
"Ziana, kamu harus secara rutin melakukan trapinya dan lakukan trapi uap juga ya" karena tau Ziana adalh seorang dokter juga, jadi dokter Rais pun memberikan saran dan anjuran pada Ziana.
"Baik dok"
Setelah dari rumh sakit Ziana membawa Oma untuk makan di restoran kesukaan oma. Ziana tidak ada berhentinya membawa oma bercerita dan becanda. Jika di lihat sekilas. Pasti tidak akan ada yang yang tahu kalau mereka tidak memiliki hubungan apa pun.
"Oma mau makan apa?"tanya Ziana yang sedang melihat menu makanan.
"Bilang aja nak, makanan yang biasa di makan oleh Oma Yun."Balas Oma sambil tersenyum. Tak lama seorang pelayan pun datang dan mwnulis pesanan mereka.
__ADS_1