ARSEN The Good Husband

ARSEN The Good Husband
Bab 42


__ADS_3

Arsen dan Ziana kembali ke Villa, mereka berdua membersihkan tubuhnya kemudian makan malam bersama. selesai makan malam arsen kembali ke kamar dan diikuti oleh Ziana dari belakang.


arsen menyelonjorkan kakinya dan bersandar di atas tempat tidur Ziana pun ikut menghampirinya.


"Ars, mana ponselmu? Aku mau melihat potretku bersama sunset tadi." pinra Ziana. Arsejnmeberikan ponselnya kepada Ziana. Ziana mulai menyentuh ponsel itu dan membuka gallery photo.


Ia melihat satu persaty potret dirinya saat bersama sunset tadi.


"Uhh cantiknya" Ziana memuji potrey dirinya sendiri.


"Dasar gila. Bagaimana ada orang yabg memuji dirinya sendiri" Araeh menggerutu dengan tidak jelas.


"Aarrgghh..." Arsen berteriak saat Ziana tiba - tiba menggigit lengannya.


"Kenapa kau menggigitku?"tabya Arsen seraya memegangi lengannya yang terlihat bekas gigitan Ziana di sana.


"Enak aja ngatai orang gila, rasain" Ziana meletakkan kedua tangan di pinggangnya dengan kesal.


"Siapa yang mengataimu gila?"sangkal Arsen.


"Kau pikir aku budeg apa, telinga ku ini masih berfungsi dengan baik. Dan tau aku mendengar dengan jelas kalau kamu mengatai aku gila" seru Ziana.


"Akuvtudak mengataimu gila, sudah lanjutkan sana melihat foto mu. Aku mau ke kamar mandi dulu" Arsen beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.


Dan saat Ziaa melihat Arsen masuk ke dalam kamar mandi, senyum usil tiba - tiba menyeringai di wajahnya.


Ia memilih salah satu potret dirinya dan menjadikannya sebagai wallpaper di beranda ponsel milik Arsen. Ziana terkekeh begitu usil. Ia melirik ke arah kamar mandi. Memastikan bahwa suaminya belum keluar dari sana.

__ADS_1


"Sepertinya Arsen masih lama. Ziana tersenyum. Ia menvoba membuka semua history pesan yang ada di ponsek milik suaminya tersebut.


"Kenaoa history pesan singkatnya hanya laki - laku semua" gumam ziana. 8a berpindah ke kontak telpon suaminya tersebut.


Ia mulai menggulir satu persatu nama yang ada di kontak itu. Namun, yang ia temukab kebanyakan hanya kontak berjenis laki - laki saja.


Tak lama kemudian, Araeb terlihat keluar dari kamar mandi. Ziana begitu panik dan mengembalikan ponsel itu ke tampilan beranda.


"kau sedang apa?"tanya Arsen curiga.


"Ti-tidak."


~_~


"Ini ponselmu" Ziana mengembalikan ponsel itu kepada arsen dan arsen menyautnya. ia merebahkan tubuhnya di samping Ziana dan seketika itu Ziana membelakangi arsen dan menahan tawanya.


"Sepertinya kau memang sengaja ingin menggodaku" bisik Arsen seraya mencium leher Ziana hingga membuat Ziana terkejut.


"Me-menggoda? Apa maksudmu?" Ziana mnecoba menjauhkan tubuhnya. Namun, Arsen menahannya.


"Kau mengganti wallpaper ponselku, untuk apa kalau tidak ingin menggodaku?"ucap Arsen.


"Tu- tidak, aku hanya ingin mengganti wallpapernya saja. Dan aku tidak bermaksud menggodamu, Ars. Percayalah!l wajah Ziana memuvmcat di buatnya.


"aku tidak percaya" Arsen mengangkat dagu Ziana dan ******* lembut bibir itu. Ia kembali menghabiskan malam yang begitu panjang bersama Ziana.


Ziana tidak bisa tidur, sementara Arsej baru saja ingin memejamkan kedua matanya karena ke lelahan.

__ADS_1


"Ars, apa kamu sidah tidur?"tanya Ziana , keua mata Arsen terbuka.


"Belum!"jawab Arsen. Bahkan suaranya masih berperang dengan napasnya yang masih naik turun.


"tidurlah, kenapa kau tidaj tidur?"tanya Arseh


"Aku tidak bisa tidur, Ars." Ziana melingkarkan tangannya di dada Arsen yang masih di lumuri keringat itu.


"Kenapa? Ayo tidurlah!;Arsen memeluk Ziana dan memejamkan matanya. Ziana memperhatikan Arsen dengan jarak yang begitu dekat.


"Ars..." Ziana kembali memanggil Ziana.


"Ada apa lago? Cepatpah tidur!"perintah Arsen tanpa membuka matanya.


"Apa kamu punya kekasih?"tanya Ziana tiba - tiba. Membuat Arsen membuka kedu matanya dengan cepat. Ia diam sejenak dan menatap kedua mata Ziana.


"Kenapa tiba. - tiba menanyakan itu? Tidurlah, jangan pikirkan yang tidak - tidak!"perintah Arsen. Ia hendak mengeratkan pelukan Ziana. Namun, Ziana menepisnya.


"Lepaskan aku, Ars! Aju tidak mau tidur sebelum kamu menjawabnya. Apa kau memiliki kekasih?"tnya Ziana. Rasanya dada Ziana tiba - tiba sesak saat mendenar jawaban Arsen yanh mebuatnya tak puas. Arsen hanya diam.


"Bicaralah, apa kau memiliki kekasih? Atau kau sedang menjalin sebuah hubungan dengan orang lain?"imbuh Ziana.


"Jangan bertanya hal yang tidak berguna. Ayo cepat tidurlah?" suara Arseb melunak. Ia menarik kembali tubub Ziana dan mendekapnya. Ziana masih belum puas akan jawaban Arsen. Namun , ia mencoba menenangkan dirinya dan memejamkan kedua matanya.


Arsen menatap kosong ke sembarangan arah sembari mengingat kembali pertanyaan Ziana akan kekasihnya. Ia mengeratkan pelukannga pada Ziana dan menciumnya.


'Hanya kau satu - satunya...'

__ADS_1


__ADS_2