
"Sudahlah kak kita turuti saja kata Kak Ars, dia melakukan ini pasti ada alasannya."bujuk Sila.
"Aku capek loh Sil, kita nggak pernah bisa bebas... Semuanya harus atas izin kak Ars."
"Kak, kamu kan tahu sendiri alasan kenapa kak Ars protektif gini sama kita... Ayo kita berkemas, tadi kak Ars bilang kalau Mr. Lim akan menjemput kita"Sila mulai mengeluarkan kopernya.
"Tc, aku malas sekali naik jet." Tasya masih asik merebahkan dirinya.
"Kenapa?"tabya Sila sambil menyusun pakaiannya kedalam koper.
"terlalu cepat. Aku ingin menikmati perjalananku, setidaknya aku ingin hidup seperti orang biasa."
"kakak ini bagaimana, seharusnya kakak itu harus bersyukur karena kita diberi resky yang berlebih... Apa kakak tahu banyak orang di luar sana yang iri dengan kehidupan kita." nasehat Sila.
"Ya kau benar, tolong siapkan pakaian ku sekalian!" suruhnya.
LIdih malas, kerjakan sendiri"tolak Sila.
"Kau tidak bisa menolaknya Sil, nikmati saja takdirmu sebagai seorang adik." kata Tasya menjulurkn lidahnya.
"Dasar kakak laknat" dengus Sila.
~_~
Arsen sudah mengelilingi setiap sudut kota, tapi dia belum juga mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Ziana.
"Tuan, bagaimana kalau kita istirahat dulu dan kita akan melanjutkan pencariannya besok." ujar Bram yang memberanikan dirinya untuk berbicara pada Arsen.
Arsen menatap Bram tajam. " apa kau bilang? Istirahat? Bagaimana kau bisa mengucapkan kata itu.... Apa kau tahu apa yang sedang mereka lakukan kepada Ziana?!"bentak Arsen.
"Maaf pak" Bram kembali menatap kedepan dan terus mencari Ziana.
Arsen menatap keuar jendela, entah kenapa baru kali ini dia merasa sangat khawatir dan baru kali ini juga kinerja anak buahnya begitu lambat. Biasanya, anak buahnya akan selalu cepat dalam hal melacak keberadaan seseorang, tapi kali ini...
'Ya allah, pantas kah aku meminta. Tapi Ya allah aku memang banyak dosa dan mungkin pahala yang ku perbuat pun tidak sebanding dengan dosa yang ku perbuat... Tapi ya allah aku mohon, aku mohon kali ini aja berilah aku petunju!'pinta Arsen dalam hati.
'Apa yang harus aku lakukan.... Semoga kamu baik - baik saja... Aku tidak bisa membayangkan bagaimana.... Tidak - tidak, kamu harus baik - baik saja Zia.'lanjutnya.
Arsen memijit kepalanya, kepalanya terasa sangat berat.
Bram melihat keadaan tuannya dari kaca spion, dia pun tersenyum. ' aku yakin tuan sudah mulai suka sama Ziana, semoga kamu baik - baik saja nona dan kamu harus lihat ini' kata Bram dalam hati.
Ting~.
Bram membuka ponselnya dan membaca pesan yang baru masuk dalam ponselnya.
__ADS_1
"Tuan ini..." Bram memberikan ponselnya pada Arsen.
"Cepat langsung kesana!"teriak Arsen semangat. Raut wajah keputus asaan nya tdi tergantikan dengan raut kebahagian. Mereka dapat pentunjuk dari anak buahnya.
"Tapi Bram, kenapa alamatnya ada di kantor polisi?... Apa Zia berhasil bebas dan di minta bantuan dengan polisi?"tanya Arsen yang curiga.
"Entalah tuan, tapi ini sangat aneh tuan. "
"Cepat selidiki! Aku tidak mau menimbulkan resiko di sana"ucapnya.
~_~
"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?"tanya Ziana menatap tajam pada orang yang ada di depannya.
"Maaf nona, tapi inilah pekerjaan saya"
"Sejak kapan kamu melakukan ini? Apa alasannya? Apa salah saya padamu?"tanya Ziana, dadanya terasa sesak saat mngetahui ternyata orang yang menculiknya adalah orang kepercayaannya sendiri.
"Nona tenang saja, mereka tidak akan menyakiti nona, asal nona tidak melawan" kata Arif.
"Lepaskan saya? Apa kamu tahu resiko pekerjaan ini?"tanya Ziana.
"semua pekerjaan punya resiki nona. Jangan ini, bekerja di toko bunga saja juga memiliki resiko. Lihat ini tanganku penuh denga goresan dan tusukan dari bunga - bunga yang ada di tokomu."kata Arif tersenyum menatap Ziana.
"Untuk siapa kamu bekerja?"tanya Ziana, yang terus berusaha menggerakkan tangannya, agar tali pengikat tangannya itu longgar.
"Saya , hanya ingin di bebaskan Arif"
"Kalau begitu saya pergi" Arif pun berlalu pergi meninggalkan Ziana yang mulai berteriak minta di bebaskan.
"Maaf nona..."ucap Arif pelan, saat dia keluar dari pintu ruangan itu.
"Tidak, tidak.. Bagaimana mungkin orang kepercayaanku bisa - bisa mengkhianati ku..." ujar Ziana tidak habis pikir.
~_~
Ting~
Bram kmebali melihat ponselny.saat mendengar ponselnya kembali begertar.
"Pak ini ada pesan dari sekretaris Martin."Bram langsung memberikan ponselnya pada Arsen.
Arsen pun menerima ponsel ifu dan membacanya denga teliti.
"Hentikan mobilnya, dan putar balik... Sekarang kita akan ke perusahaan!"serunya tiba - tiba.
__ADS_1
"Bram siapkan semuanya, kita akan menghancurkan Martin!" ucap Aesen dengan nada yang penuh dengan emosi.
Tidak butuh waktu lama, mobik Arsen dan beberapa mobil anak buahnya pun berbaris di belakangnya.
Dengan langkah lebarnya, Arsen berjalan masuk kedalm perusahaan itu. Dia mengabaikan semua sapaan yang di berikan oleh pegawainya.
Saat sampai di ruangannya, Arsen menemukan sebuah kertas di atas mejanya.
"Rooftop!... Apa maksudnya?." tanya Arsen , memperlihatkan kertas itu pada Bram.
"Dia menyuruh kita untuk ke rooftop tuan"ucap Bram.
"Baiklah, " Arsen pun langsung berlari menuju ke lift.
Di dalam lift, Arsen juga menemukan pesan dari selembar kertas.
"Tenang lah, dia bain - baik saja. Minumlah lebih dulu, atau makan sekalia.!"
"Tc... Apa - apaan dia. Ini!"Arsen meremas kertas itu dan memparnya ke lantai lift.
Saar sampai di Rooftop, Arsen mengedarkan pandangannya. "DIMANA KALIAN!" teriak Arsen.
Hustt... Hanya sura angin yang terdengar.
"Berpencar dan cari di setiap sudut! Ajngan sampai ada yang terlewatkan!"perintah Arsen pada para pengawalnya.
"Tuan saya menemukan ini." salah satu pengawal memberikan selembar kertas.
"ZONK!!!!"
"BRENGSEK!!!" Arsen melempar kertas itu, daranya rasany sudah mendidih sampainke ubun - ubun.
"BRAM, AKU TIDAK MAU TAHU POKOKNYA KAU HARUS MENDAPATKAN MARTIN!"teriak Arsen.
~_~
Ini sudah hari ke 10 Ziana menghilang, dan sampai sekarang Arsen juga tidak bisa menemukannya.
Kepanikan Arsen bertambah saat melihat Oma yang kembali stress sama seperti saat Oma kehilangan anak dan menantunya.
Saat Arsen kehilangan kedua orang tuannya, orang paling terpuruh adalah Omanya. Oma mengalami stress berat, juga lumpuh seketika.
Namun, berkat ridho allah dan di bantu dengan metode pengobatan Ziana oma akhirnya bisa sembuh. Arsen sangat senang melihat perubahan Oma. Dan ini juga menjadi salah satu alasan Arsen menerima perjodohan ini.
Lalu sekarang, bagaimana caranya menyembuhkan oma. Smentara yang membuatnya kambuh adalah penyebabnya.
__ADS_1
"Bagaimana pun caranya, kita harus menemukan Ziana segera dan aku pastikan Martin dan antek - anteknya akan mendapatkan hukuman yang setimpal!" geram Arsen.
Bram dan supir yang berada di dalam mobil yang sama dengan Arsen pun bergidik ngeri saat melihat raut wajah Arsen.