
Seorang pemuda sedang duduk diatas pohon dengan sorot mata entah sedang memikirkan apa. Hembusan angin membuat rambut putihnya berlari kesana kesini seolah mencari arah.
“Tuan” panggil Yelu seekor kucing yang dipeliharan Yezi setahun yang lalu.
“Apa sudah waktunya untuk kembali?” Tanya Yezi entah kepada siapa.
Sudah 10 tahun ia tinggal didesa Batu yang berada diujung selatan kerajaan Qin. Dulu waktu berumur 10 tahun dia meninggalkan rumahnya dan terus berjalan hingga menetap didesa Batu ini.
“Tuan aku mendengar jika 3 bulan lagi dikerajaan akan ada ujian masuk ke akademi perang” ucap Yelu
“Apa itu akademi perang?”
“Aku dengar dengar itu akademi yang diadakan oleh kaisar untuk memilih kesatria kerajaan”
“Bagus ada peluang untuk masuk kedalam kerajaan” gumam Yize membuat Yelu bingung sendiri.
“Baiklah ayo pulang kita beritahu Yun” ucap Yize lalu terbang menggunakan sayap burung baka hitamnya untuk pulang agar cepat sampai.
“Yun! Yun!” Panggil Yize saat sampai dirumah tapi ia tak mendapat jawaban apapun.
“Tuan” panggil Yun dari pintu masuk.
__ADS_1
“Kakek tua kenapa kau selalu datang kerumahku?” Tanya Yize saat melihat Yun datang bersama kakek tua yang bernama Jiang.
“Bocah bisakah kau tidak berburu setiap hari?” Tanya balik kakek Jiang membuat Yize terdiam.
“Baiklah ayo makan malam bersama” ucap Yun lalu masuk kedapur. Sedangkan Yize pergi debelakang rumah dan bermeditasi untuk menembus jiwa pertarungnya ketahap akhir.
Disisi lain ada Yelu dan kakek Jiang yang memeperhatikan Yize.
“Ada apa dengan bocah itu? Tidak biasanya dia terburu buru untuk menembus tahapan?” Tanya Kakek Jiang kepada Yelu.
“Sepertinya Tuan ingin mengikuti ujian masuk ke Akademi Perang” jawab Yelu membuat kakek Jiang terkejut bukan main.
“Kenapa tiba tiba?” Tanya kekek Jiang.
Yize menahan rasa sakit karena mencoba memaksa menembus tahapan. Hingga ditahap akhir ia harus menerima petir jiwa yang menyambarnya.
“Duar!!!” Sinar putir terpancar keluar dari tubuhnya yang berarti berhasil naik tingkat.
“Bocah yang luar biasa baru berumur 20 tahun sudah mencapai jiwa petarung tahap akhir” ucap kakek Jiang.
Tahapan jiwa terdapat 6 tahapan yaitu, tahapan jiwa awal, tahapan jiwa tengah, tahapan jiwa atas , tahapan jiwa petarung, tahapan jiwa ksatria, dan tahapan jiwa dewa.
__ADS_1
“Uhuk!” Yize terbatuk mengeluarkan darah setelah tersadar.
“Makanlah!” Ucap kakek Jiang memberikan sebuah pil berwarna merah. Tanpa ambil pusing Yize memakan pil itu lalu memakannya dan tubuhnya yang tadi merasakan sakit tiba tiba sudah sembuh.
“Tadi aku dengar dari Yelu kamu akan masuk ke akademi perang, pakailah cincin ini” ucap kakek Jiang memberikan sebuah cincin berwarna hitam.
“Cincin apa ini?” Tanya Yize bingung.
“Di luar sana tidak ada seorang bocah sepertimu yang mencapai tahap jiwa petarung akhir. Rata rata hanya tahap jiwa tengah dan tahap jiwa atas meskipun ada tapi tidak sampai tahap akhir. Pakailah itu akan membantumu” jelas kakek Jiang lalu masuk kerumah meninggalkan Yize yang masih bingung.
Yize mencoba memakai cincin itu dan terkejut melihat aura kekuatannya berubah ke jiwa atas tahap ketiga.
“Wah barang bagus itu bisa menekan aura jiwa petarung tuan ke jiwa atas tahap 5” ucap Yelu.
“Siapa sebenarnya kakek tua itu” tiba tiba Yize berucap seperti itu karena didesa Batu tidak ada barang bagus seperti ini.
“Sudahlah kakek tua itu terlalu misterius” ucap Yelu dan Yize menyetujuinya.
Kakek tua itu muncul saat Yize mulai tinggal didesa Batu dan membantu merawat Yun saat dulu ia tinggal untuk berburu. Ia sendiri tidak tau dimana rumah kakek tua itu hanya saja kakek tua itu selalu datang kerumahnya untuk makan.
“Yun nanti berkemaslah besok kita akan melakukan perjalanan panjang” ucap Yize dan Yun hanya mengangguk.
__ADS_1
Yun memang seorang anak perempuan yang pendiam dan hanya menuruti seluruh perkataan Yize. Sekarang dia berusia 12 tahun tapi sudah mencapai jiwa tengah tahap awal. Meskipun kekuatannya berkembang lambat tapi dia memiliki kecepatan yang tinggi dalam bertarung. Yize menemukan Yun saat sedang berkelana, saat itu Yun masih berusia 2 tahun. Yize menemukan Yun dalam kereta kuda yang sudah rusak akibat serangan perampok. Sejak awal melihatnya Yize merasa menemukan seseorang yang bernasip sama sepertinya. Meskipun dulu ia masih berumuh 10 tahun ia mencoba merawat Yun dengan baik.