Art Of War

Art Of War
Se Yun


__ADS_3

Semua tak percaya melihat Liyan bisa mengalahkan Murid kelas atas, jika tak bertemu Yize mungkin hari ini Liyan akan mempermalukan dirinya sendiri. Tapi semua sekarang sudah berubah, Yize melihat Liyan sedang asik berdebat dengan Yelu. lali Ia menyentuh dadanya ada sesuatu yang mengalir hangat disana, sama seperti saat ia makan malam dikediaaman Liyan dulu.


“Yize hei Yize ada apa denganmu? Apa kau sakit?” Tanya Liyan saat melihat Yize terdiam sambil menyentuh dadanya.


“Mana mungkin” jawab Yize sambil menjauhkan wajah Liyan yang terlalu dekat dengannya.


“Kalau begitu kita lihat pertandingan selanjutnya, kalau tidak salah salah satu murid dari kelas tengah tidk beruntung mendapatkan Ji Yiran” jelas Liyan sambil menunjuk arena bertarung.


Disana berdiri Ji Yiran dengan senyum sombongnya menatap remeh lawannya. Karena anggota kerajaan Yiran bisa mempunyai pedang pusaka tingkat tinggi. Dan tentu saja tidak hanya mengandalkan pusakanya Yiran memiliki kekutan yang besar tapi itu bukanlah hal sulit bagi Yize. Dimata Yize dia hanyalah seekor semut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Yiran bisa mengalahkan murid kelas tengah dengan mudahnya.


“Pangeran Yiran hebat”


“Hidup pangeran”


“Pangeran Yiran memang keren dan tampan”


“Aaaaaaa!!! Pangeran Yiran!”


“Cih memang apa hebatnya seorang pangeran” ucap Liyan terlihat tak suka mendengar orang orang memuji Yiran.

__ADS_1


“Ngomong kalau iri” ejek Zeze.


“Siapa yang iri?!” Bantah Liyan.


Yize berfikir jika mengalahkan seorang pangeran didepan publik mungkin akan menyenangkan. Melihat kepala seorang anggota kerajaan berada dibawah kakinya dan memohon untuk hidupnya. Yuze tersenyum penuh arti membuat Liyan dan yang lain menatapnya curiga, pasti ada sesuatu yang direncakan oleh Yize.


“Se Yun dia Se Yun dia sudah kembali”


“Aku dengar dia melakukan pelatihan tertutup, entah ditingkat apa dia sekarang”


“Dia merupakan murid terkuat diantara murid baru, bahkan para murid lama ada yang takut dengannya”


“Tak kusangka dia benar benar muncul, untung saja aku tak melawannya” ucap Liyan.


“Dia Se yun merupakan murid terkuat diakademi ini, aku dengar sekarang dia berada dijiwa petarung tahap pertama” jelas Liyan.


Yize mendengar itu membuatnya tersenyum, tak disangkan akan bertemu orang yang lumayan kuat.


“Heee mari kita lihat kekuatannya” jawab Yize dengan tersenyum.


“Yize apa itu hal yang menarik intukmu?” Tanya Liyan dalam hati saat melihat senyum Yize yang meremehkan seseorang.

__ADS_1


Melihat cara bermain pedang Se Yun bisa dibilang luar biasa. Tapi dia kurang berpengalaman dan juka kekuatan dalamnya juga lumayan kuat. Dia bisa menggabungkan kekuatannya kedalam pedang itu sudah hal yang hebat. Tapi baginya seperti menjentikan jarinya.


“Ternyata cuma segitu kekuatan murid yang paling kuat diantara murid baru. Paling kuat? Biar aku tunjukan apa itu kuat” ucap Yize lalu berjalan memasuki arena, karena setelah pertandingan ini akan menjadi gilirannya.


“Yize aku tau kau kuat tapi jangan berlebihan” pesan Liyan dan membuat Yize tersenyum dan mengangguk tanpa menoleh kebelakang.


Yize memasuki arena pertandingan dan menantang kelas atas, tentu ia berharap mendapat mangsa yang memuskannya. Tapi tak disangka ia mendapat Na Yuan merupakan salah satu murid tercantik diantara murid baru.


“Wahh beruntungnya dia bisa melawan Yuan”


“Na Yuan!!!”


“Yuan kamu yang tercantik”


“Kita pernah bertemu sebelumnya, jadi kumohon kerjasamanya”ucap Yuan dengan wajah dan nada menggoda. dan Yize hanya terdiam, lalu pertandingan mereka dimulai, tidak ada dari mereka yang menyerang terlebih dahulu.


Yuan berjalan mendekati Yize dan membisikan sesuatu yang dapat didengar oleh Yize seorang. Lalu dengan tiba tiba Yize menendang Yuan hingga terlempar tapi tidak sampai keluar lapangan.


“Berani sekali sampah sepertimu mendekatiku. Dan kau harus tau kalau sampah itu pantasnya diperlakukan seperti ini” ucap Yize sambil meludah lalu menginjak ludahnya dan menatap Yuan dengan tatapan remeh.


Tentu saja perilaku Yize membuat seluruh penonton dan peserta lain geram tapi ada juga yang menikmatinya.

__ADS_1


“Na Yuan kau bernasip sial” ucap Liyan menatap nasip Yuan yang sudah kembali berdiri.


__ADS_2