Art Of War

Art Of War
Perburuan 2


__ADS_3

Yize dan zhao terus berjalan menyusuri hutan, hingga ada sekelompok orang yang menghadang jalan mereka.


“Jika kalian ingin keluar hidup hidup dari sini keluarkan seluruh harta yang ada dikantong kalian” jelas seorang pria dengan bekas luka diwajahnya.


“Tidak!!! Ini milik kami” tolak Zhao, tapi saat akan maju, langkahnya dihadang oleh Yize.


“Oh! Jadi kalian mau harta ini? Kalau mau ambil lah” ucap Yize sambil menimang nimang kantung nya.


“Kurang ajar! Serang dia!” Teriak laki laki itu terhadap bawahannya.


Dengan Yize melawan sekelompok orang yang menurutnya mudah. Hingga tak terlalu lama seluruh orang yang menyerangnya kalah tinggal laki laki yang memiliki bekas diwajahnya.


“Serangga seperti kalian beraninya melawanku” ucap Yize sebelum menghajar laki laki dengan luka diwajah dengan pukulan keras hingga pingsan ditempat.


“Zhao ayo pergi, jangan sampai kita bertemu dengan serangga lagi” jrlas Yize lalu pergi dari sana bersama Zhao.


Zhao menjelaskan jika burung baka hitam yang mereka cari berada di dalam gua yang ada didepan mereka. Tetapi biasanya gua itu dijaga oleh hewan sihir tingkat atas.


“Huh ternyata sampah seperti kalian bisa sampai sini juga” ucap Liu Jiao dari arah sebelah.


“Hah serangga lagi” balas Yize membuat Jiao marah.

__ADS_1


“Serang mereka!” Perintah Jiao


Tentu saja Yize menerima dengan senang hati. Bersama Zhao dan Yelu melawan mereka menjadi mudah.


“Serangga sepertimu tidak pantas menghinaku” ucap Yize berjalan mendekati Jiao dengan pedang ditangannya.


“Mau apa kau?” Tanya Jiao takut takut.


“Tenanglah aku tak berniat melukaimu, pedangku tak mau melukai seorang serangga sepertimu. Yelu serang dia” perintah Yize lalu meninggalkan Yelu bersama Jiao dikuar gua.


Zhao memeringatkan Yize jika yang ia lawan tadi anak wali koto Mo. Jika Jiao terluka bisa bisa ayahnya akan membalaskan dendam kepadanya.


“Dasar kamu ini, aku tau kamu kuat tapi harus hati hati” balas Zhao mulai sedikit tau tentang sifat Yize.


“Itu bisa dibahas nanti sekarang kita bahas yang ada didepan” jelas Yize menunjuk hewan sihir tingkat atas yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Yize dan Zhao membuat rencana untuk melawan hewan sihir itu. Yize menyuruh Zhao menggunakan kekuatan pelumpuh miliknya agar hewan itu lumpuh sementara. Lalu Yize menyerah menggunakan pedangnya tepat dibagian jantungnya.


“ aku tidak yakin jika kekuatanmu dijiwa atas tahap lima” ucap Zhao mulai curiga dengan kekuatan Yize, sedangkan Yize hanya tersenyum untuk membalasnya.


“Tuan tuan” teriak Yelu yang baru datang.

__ADS_1


“Kau tidak membunuhnya kan?” Tanya Zhao.


“Tenang saja dia hanya pingsan hehehe” jawab Yelu sambil tersenyum licik.


Yize hanya tersenyum dan melanjutkan jalannya masuk lebih dalam ke gua dan mereka melihat burung baka hitam itu sedang tertidur diatas batu.


“Yize cepat serang diam diam sebelum dia bangaun” perintah Zhao .


Yize meremehkan burung baka hitam dengan tidak menggunakan kekuatan spiritualnya dan hanya menggunakan kekuatan pedangnya untuk melawan burung itu. Akibatnya burung itu terbangun dan marah karena diserang diam diam oleh manusia.


“Yelu jaga Zhao” teriak Yize saat burung baka itu menyerah mereka memggunakan sayapnya.


“Aku meremehkanmu burung” ucap Yize sambil memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


“Aku tak suka berlama lama” ucap Yize lalu mengacungkan pedangnya dan juga mengalirkan kekuatan spiritual jiwa petarung tahap akhirnya.


Dengan sekejap burung baka hitam itu sudah tak sadarkan diri menerima serangan dari Yize.


“Ini ini aura jiwa petarung tahap akhir” ucap Zhao terkaget dan tak menyangka diusia muda seperti Yize sudah mencapai jiwa petarung tahap akhir. Pantas saja dia tidak merasa takut dengan Jiao jika mau balas dendam.


Sedangkan diluar gua Jiao pingsam dengan pakaian compang camping serta wajah babak belur.

__ADS_1


__ADS_2