
Sudah tiga hari sejak mereka tinggal di gua itu. Yelu dan Yun mulai akrab dengan naga itu. Sedangkan Yize masih mencoba melakukan penyerapan darah burung bakak itu.
“Hei naga apa kau tak lapar? Sejak kemarin tidur terus” panggil Yelu
“Makanlah bersama kami” ucap Yun menyiapkan makanan.
“Jangan kasih makan naga itu Yun nanti malah dihabiskan. Biarkan naga itu cari makanan sendiri. Dan aku baru tau kalo naga itu memiliki hobi tidur. Bagaimana jika kita panggil naga tidur saja” oceh Yelu kepada Yun.
“Aku memiliki nama, namaku zeze” ucap naga itu dengan tiba tiba membuat Yelu dan Yun kaget.
“Hahahaha namamu terlalu imut buat seekor naga” ucap Yelu dan Yun hanya tersenyum saja.
Zeze hanya menghembuskan nafasnya pelan. Ia sudah biasa mendengar itu jika ia memberi taukan namanya kepada manusia maupun hewan sihir lainnya.
“Apa kalian tidak khawatir dengan keadaan tuan kalian? Sudah tiga hari sejak ia meminun entah pil apa” tanya Zeze kepada Yelu.
“Tenang saja tuanku itu hebat” jelas Yelu.
“Akhhhhh!!!!” Teriak Yize dengan tiba tiba membuat mereka khawatir.
Mereka melihat Yize sedang kesakitan karena pil ekstrat darah burung baka hitam yang ia minum. Ada energi kuat yang mengelilingi tubuhnya.
“Tuan” ucap yun akan mendekat.
“Jangan mendekatinya bahaya” ucap Yelu melarang Yun untuk mendekati Yize.
__ADS_1
“Akhh!!!!” Teriak Yize begitu keras hingga tiba tiba sayap burung baka hitam miliknya keluar dan terbang.
“Hah hah hah berhasil” ucap Yize kelelahan setelah turun ketanah.
“Tuan” teriak yun khawatir.
“Tenanglah aku tidak apa apa cuma kelelahan saja dan aku belum makan selama tiga hari berturut turut” jelasnya membuat Yun merasa lega.
“Tuan makanlah, Yun sudah menyiapkan makanan” teriak Yelu.
“Zeze jangan pura pura tidur” ucap Yelu memanggil zeze.
“Siapa zeze?” Tanya Yize bingung.
“Siapa lagi kalau bukan naga itu” jelas Yelu membuat Yize terdiam.
“Ternyata sibocah Liang itu sudah memiliki anak sebesar dirimu dan diakhir hidupnya pun tak pernah mengunjungiku” jawab Zeze yang masih menutup matanya.
“Kenapa ayah mu meninggal?” Tanya Zeze lagi tapi Yize tak menjawab melainkan pergi begitu saja.
“Dasar naga tidur sialan, merusak suasana saja” ucap Yelu lalu memakan makanannya dengan sebal.
Sedangkang Zeze tidak mengerti dengan ucapan Yelu. Pasti ada yang tidak beres dengan kematian Liang, pikirnya.
Yize duduk diatas gua, matanya seolah mencari cari jawaban diantara bintang bintang tentang seluruh pertanyaan yang berputar dikepalanya.
__ADS_1
“Bocah manusia aku tidak tau apa yang terjadi dengan padamu dan juga soal liang” ucap Zeze yang tiba tiba berdiri disamping Yize.
“Sejujurnya aku juga tidak tau kenapa ayahku dan seluruh keluargaku mati, aku tak tau alasan kenapa mereka menghabisi keluargaku. Kalau bukan karena ayah dan ibuku yang melemparku waktu itu mungkin aku juga tak akan bertemu denganmu saat ini” jelas Yize yang belum mengalihkan pandangannya terhadap langit malam.
“Bertemu denganmu membuatku mengingat masa lalu” ucap Zeze dan juga ikut menatap langit malam sambil bercerita tentang masa lalunya saat pertama kalinya bertemu dengan Liang ayah Yize.
Waktu itu Liang masih muda dan belum menikah, ia melakukan perburuan dihutan dan terluka. Lalu ia menemukan Gua dan beriatirahat disana. Ia mencoba mengobati lukanya sendiri, tapi sebelum selesai mengobati ia pingsan duluan karena terlalu banyak darah yang keluar.
Liang yang tidak mengetauhi jika Gua tersebut ditinggali seekor hewan sihir langka yaitu seekor naga yang bernama Zeze. Zeze merasa ada seseorang yang memasuki daerahnya. Ia sudah bersiap akan menyerang orang itu, akan tetap saat meliat liang yang tengah terluka dan pingsan dia mengurungkan niatnya.
Seharusnya ia tinggal membunuh manusia itu tapi ia memilih untuk mengobati manusia itu. Setelah beberapa hari Liang terbangun dan kaget melihat seekor naga yang berdiri disampingnya. Seingatnya ia belum selesai mengobati lukanya, tetapi sekarang lukanya sudah sembuh total.
Liang mengucapkan terima kasih dan mereka berkenalan. Sejak itu liang sering melakukan perburuan dan berkunjung di gua itu untuk berlatih bersama. Dan setelah berlatih bersama liang juga bercerita jika dia akan menikah dengan wanita yang ia tidak cintai.
“Aku dijodohkan” ucap Liang sebal.
“Tinggal menolak saja kan mudah” jawab Zeze.
“Tidak semudah itu” balas Liang, karena Zeze tidak mengatauhi jika dirinya salah satu pangeran dari kerajaan Qin.
“Aku hanya memeberi saran ikutilah apa kata hatimu” ucap Zeze lalu menutup matanya untuk tertidur.
Dan itulah merupakan hari terakhir Zeze melihat dan berbicara dengan liang untuk terakhir kalinya.
“Tapi seingatku ayah sangat mencintai ibu” ucap Yize setelah mendengar cerita dari Zeze.
__ADS_1
“Yah bisa ditebak” gumam Zeze pelan sambil tersenyum.