
Yize memperhatikan Yun yang sedang belajar pengobatan, kata paman Shen kecepatan Yun saat belajar sungguh luar biasa. Sedangkan Yelu ia menunda pelatihannya karena mereka harus melakukan pemburuan burung baka hitam dulu baru bisa berlatih. Ngomong soal pemburuan Yize sedang menunggu kedatangan Zhao agar mereka berangkat bersama.
“Yize ada orang yang mencarimu” teriak paman Shen dari dalam toko. Mendengar iyu Yize langsung masuk kerumah dan melihat Zhao sedang menunggunya dengan berpakaian ala petarung.
“Yun belajarlah yang giat aku pergi dulu, dan paman Shen aku titip Yun dulu” ucap Yize memberikan salam kepada Yun dan paman Shen.
“Apa dia anakmu?” Tanya Zhao saat Yize menghampirinya.
“Bukan tapi pelayanku” jawab Yize lalu mereka berangkat bersama.
Zhao sedikit kaget tentu, karena dia hanya orang biasa. Biasanya hanya orang orang tetentu yang mempunyai seorang pelayan. Dan paman Shen juga bukan orang yang begitu terpandang. Siapa orang ini sebenarnya.
Zhao mulai menyingkirkan pemikiran itu dan mulai menjelaskan perburuan kali ini. Dia menjelaskan jika bukan Yize dan dia saja yang melakukan peburuan ini. Banyak kelompok lain yang akan melakukan peburuan ini jadi, mungkin nanti saat melakukan perburuan ada musuh.
Tentu saja banyak musuh karena hewan sihir yang mereka buru merupakan hewan sihir yang cukup langka. Dan inti batu hewan ini bernilai jutaan koin.
“Kita tunggu disini” ucap Zhao saat mereka sampai didepan pintu masuk hutan.
“Kenapa tidak langsung saja?” Tanya Yize bingung.
“Kalau melakukan pemburuan hewan langka ada peraturannya, kita tunggu wali kota dulu.” Jelas Zhao.
__ADS_1
Yize hanya menurut dan menunggu sang wali kota datang. Tiba tiba ada rombongan besar yang membuat mereka tertarik. Dan itu rombongan wali kota.
“Semua sebagai wali kota saya membuka acara pemburuan ini. “ ucap sang wali kota lalu berbicara panjang lebar untuk menjelaskan dan berpamitan lalu pergi.
Zhao dan Yize melangkah kan kakinya masuk kedalam hutan. Hanya mereka berdua yang memiliki anggota yang sedikit.
“Hei tunggu!” Panggil seseorang
“Kau yang berambut putih !” Teriak nya lagi membuat Yiz dan Zhao berhenti. Karena hanya Yize seorang yang memiliki rambut berwarna putih.
“Kau kenal anak wali kota?” Tanya Zhao.
“Tidak, ayo pergi jangan membuang waktu untuk hal yang tak berguna” jawab Yize langsung berlari cepat diikuti Zhao dari belakang.
“Tunggu saja kalian beraninya melawanku, semua ayo berangkat” perintah Liu Jiao.
Didalam hutan Yize dan Zhao sedang bertarung melawan sekelompok hewan sihir tingkat menengah yaitu singa berekor ular. Bagi Yize itu hal mudah tapi untuk Zhao ini merupakan kesulitan karena tahapan kekuatannya masih berada di jiwa atas tahap awal.
“Yelu bantu Zhao” perintah Yize langsung melempar tubuh Yelu kearah Zhao.
Tiba tiba Yelu berubah jadi besar membuat Zhao terkaget. Mereka bertarung hingga Yize melihat Zhao hampir terkalahkan ia berlari kearahnya.
__ADS_1
“Perisai pedang!”
Yize melindungi Zhao dari serangan singa itu. Dan tentu saja Yize langsung membalas mereka dua kali lipat lebih kejam. Hingga mereka terbunuh semuanya.
“Yelu kumpulkan inti batunya” perintah Yize lalu menghampiri Zhao yang terluka.
“Kau tidak apa apa?” Tanya Yize saat melihat luka cakar dilengan kanan Zhao.
“Tak apa aku membawa obat” jawab Zhao mengambil obat dari kantongnya.
“Kau baru dijiwa atas tahap 5 tapi kekuatanmu luar biasa” ucap Zhao saat Yize membantunya memakai obat.
“Karena aku sering berburu jadi sudah terbiasa melawan mereka” jawab Yize bohong tapi juga ada benarnya.
“Dan aku baru tau kalau kucingmu itu hewan sihir”
“Aku bertemu dengannya waktu berburu”
Setelah Yelu selesai mengumpulkan inti batu dan Zhao sudah merasa baikan, mereka melanjutkan berburunya.
Tanpa mereka sadari ada sekelompok orang memperhatikan mereka dari jarak jauh.
__ADS_1
“Buru mereka!”