
Setelah berbicara semalaman dengan Zeze, Yize merasa dekat dengannya. Dan sekarang mereka akan meninggalkan Gua dan berpamitan dengan Zeze.
“Aku ikut denganmu, sudah lama aku tidak keluar dari sini” ucap Zeze.
“Bukannya aku melarangmu tapi lihatlah wujudmu itu bisa membuat satu kota heboh nanti” ucap Yize menolak.
“Tenang saja” ucap Zize lalu merubah dirinya menjadi seorang bocah laki laki.
“Hah anak kecil?” Ucap Yize tak percaya.
“Kalau aku berubah menjadi orang dewasa nanti seluruh kekuatanku akan habis” jelas Zeze.
“Baiklah baiklah ada untungnya juga sih kamu bisa menjaga Yun untukku saat aku tidak ada” ucap Yize.
“Ayo pergi aku juga ingin membalas kan dendam atas kematian sahabat manusia ku” ucap Zeze dan mereka bersiap untuk pergi kedaerah pusat yaitu daerah kerajaan Qin.
Mereka melakukan perjalan yang cukup mudah karena ada Zeze yang membuat para hewan Sihir tingkat menengah kebawah merasa ketakutan dan tidak berani menyerang.
Setelah sampai di pusat negara ia segera mencari tempat tinggal untuk disewanya. Tentu mereka seperti keluarga dimata orang orang. dan mencari tempat tinggal yang terpencil. Ziye tidak begitu menyukai keramaian.
“Yun yun aku lapar” rengek Zeze setelah sampai dirumah mereka.
“Dasar naga tidur sejak kau berubah menjadi manusi makanmu banyak sekali” protes Yelu tidak terima, katanya setelah berubah menjadi manusi Zeze merasa selalu lapar karena saat berwujud naga ia tidak merasa lapar sedikitpun.
“Baiklah Zeze aku akan memasak untukmu” ucap Yun merasa senang karena bisa diandalkan walau hanya memasak.
“Zeze jaga Yun dirumah aku ingin berkelilinh mencari informasi dulu” ucap Yize.
__ADS_1
“Tidak aku ikut” ucap Zeze.
“Terus siapa yang menjaga Yun” tanya Yize.
“Kan ada sikucing” jawab Zeze enteng.
“Aku ini hewan kuno harimau putih bukan kucing dan namaku Yelu, jangan memanggilku kucing terus” bantah Yelu tak terima dengan ucapan Zeze.
“Tapi sekarang kau kan seekor kucing” ehek Zeze membuat Yize merasa pusing sendiri saat mereka berdua bertengkar.
“Cukup! Zeze ikut denganku dan Yelu temani Yun membeli keperluan kita disini” ucap Yize tegas dan mereka hanya bisa setuju. Tentu saja Zeze merasa senang karena ia yang diajak.
Ditempat lain
“Tuan dia sudah sampai dan dia juga membawa seorang bocah laki laki bersamanya” lapor seseorang.
“Baik tuan” jawab seseorang lalu menghilang begitu saja.
“Bocah laki laki? Gua? Hmm” gumamnya lalu tersenyum pada kahirnya.
“Yize kenapa kita dikedai? Bukan nya mau mencari informasi” tanya Zeze.
“Kedai adalah tempat yang tepat untuk mencari informasi” jelas Yize lalu mereka masuk kedalam kedai.
Sudah dua jam Yize dan Zeze dikedai dan belum mendapatkan informasi apapun.
“Zeze ayo pergi” ajak Yize, akan tetapi saat ia akan berdiri ada ucapan seseorang yang membuatnya membatalkan rencananya dan kembali duduk.
__ADS_1
“Apa kalian dengar tahun ini anggota kerajaan juga masuk ke akademi perang” ucap seseorang di meja pojok kedai.
“Benarkah? Tak biasanya”
“Aku cuma dengar dengar katanya nanti ada perlombaan antar akademi dan siapa yang menang bisa ke gunung api es”
“Wah jelas saja orang kerjaan tertarik tapi perlombaan antar akademi juga tidak mudah, tahun lalu saja akademi kita diperingkat tiga”
“Mungkin saja kita bisa jadi peringkat satu jika ada anggota kerajaan, mereka hebat hebat”
Setelah mendengar itu Yize membawa Zeze untuk pulang dan membicarakan hal penting. Dalam hati tak sia sia dia datang kesini dan akan mendaftar ke akademi perang. Keinginannya akan terwujud. Mencari siapa pembunuh keluarganya.
“Awas!”
“Brak!”
Saat perjalanan pulang Yize ditabrak oleh seorang wanita yang sepertinya dikejar kejar oleh orang lain.
“Tolong aku” ucap wanita itu memohon.
“Aku tidak mengenalmu, ayo zeze” ucap Yize menolak.
“Aku mohon” minta wanita itu dengan memelas.
“Pergilah!” Usir yize lalu pergi begitu saja.
“Yize kenapa tidak membantunya?” Tanya Zeze yang masih melihat wanita itu dibawa oleh orang lain secara paksa.
__ADS_1
“Kalau ingin menolong, tolong lah sendiri aku tak mau mendapat masalah yang akan menghalangiku” jelas Yize dengan dingin, tidak ada rasa kasihan sedikitpun dimatanya.