
“Hei singa jelek! Sini lawan aku dasar lemah wek wek wek” teriak Liyan mencoba menarik perhatian si singa bertanduk merah itu.
“Roar!!” Singa itu mengaum keras dan mengejar Liyan ke hutan bagian dalam.
“Yize cepatlah! Tega sekali kau membuatku menjadi umpan!” Teriak Liyan memprotes Yize sambil berlari.
“Xingyu gunakan ilmu pelumpuh untuk singa itu” perintah Yize.
Xingyu mengangguk paham dan mengucapkan beberapa kata untuk mengeluarkan ilmu pelumpuh miliknya. Kemudia dia mengarahkan ilmu itu tepat kesinga bertanduk merah. Liyan merasa lega saat melihat singa itu tidak lagi mengejarnya.
“Liyan! li! Serang singa itu bersamaan” perintah Yize lagi.
Liyan mengeluarkan kekuatannya dan mengeluarkan ilmu api api tingkat menengah. Begitu juga Li yang mengeluarkan jurus pedang nya yaitu sapuan kilat. Mereka menyerang bersaam dan mengenai singa itu dan terlihat tidak ada pergerakan dari singanya.
“Yey” teruak Liyan dengan senang.
“Awas!” Teriak Xingyu saat melihat singa itu bangkit lagi.
“Akh!” Lengan Liyan terluka akibat cakar dari singa itu.
“Li serang dibagian lehernya dan Xingyu bantu sembuhkan Liyan” ucap Yize lalu membantu dengan membuat kesempatan agar Li dapat memyerang leher singa itu.
“Hiyaa!!” Teriak Li sambil menebas leher singa itu dengan cepat dan membuat sisinga tewas.
“Bagaimana kai tau kelemahannya?” Tanya Li menoleh kearah Yize.
__ADS_1
“Aku membacanya dibuku” jawab Yize singkat lalu mendekati Liyan.
“Bagaimana?”
“Gawat aku tak bisa menyembuhkan racunnya” jelas Xingyu.
“Sial!” Umpat Yize kesal.
“Racunnya lemah tetapi bisa membuat tenaganya terkuras, jika tidak cepat ditangani bisa bahaya” ucap Li saat melihat jenis racun itu.
“Sssstt sssst”
“Kha kha kha”
Mereka melihat kebelakang dan terkejut saat melihat dua ekor hewan sihir tingkat tinggi.
“Li kau bunuh siular biar aku yang habisi simacam itu” jelas Yize lalu Li mengangguk.
Yize mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan kekuatannya. Dengan cepat mendekati macan itu lalu menebas kepalanya.
“Crasss!” Darah segar mengucur dari leher simacan dan sedikit mengenai baju Yize.
Xingyu tertegun saat melihat Yize dengan mudahnya menghabisi hewan sihir tingkat tinggi seolah bukan apa apa.
Yize melihat Li yang masih bertarung dengan ular itu. Melihat warna kulitnya yang ungu gelap, pasti ular kulit baja. Sangat sulit untuk menembus kulit itu, tapi itu tak masalah baginya.
__ADS_1
Saat Li kehilangan keseimbangan dan ular itu akan menyerangnya. Dengan cepat Yize memotong ular itu hingga tewas.
“Jangan bertanya, ayo” ucap Yize yang masih meninggalkan Li tengah duduk ditanah.
“Krekk” Yize menyobek lengan baju milik Liyan yang terkena cakar itu.
“Bangun sial! Jangan mati didepanku” ucap Yize sambil mengalirkan kekutannya ketubuh Liyan agar racun itu terdorong keluar.
“Yize” panggil Xingyu khawatir.
“Diam!” Bantah Yize.
“Apa yang dilakukannya?” Tanya Li tak mengerti apa yang dilakukan Yize.
Xingyi menjelaskan jika Yize berusaha mendorong racun itu keluar dengan menggunakan kekuatannya. Tapi itu bisa berbahaya bagi dirinya, bisa saja racun itu juga ikut kedalam tubuhnya melalui kekuatan yang dia berikan.
“Uhuk!” Liyan terbatuk mengeluarkan cairan hitam sepertinya iyu racunnya.
“Aku akan cari air”ucap Yize.
“Biar aku ikut” minta Xingyu.
“Terserah, Li jaga Liyan” ucap Yize lalu pergi diikuti oleh Xingyu.
Xingyu melihat Yize yang masih terdiam dari tadi. Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan. Tapi entah kenapa ia merasa takut untuk melakukannya.
__ADS_1
“Jika ingin bertanya, tanyalah!”