
Hari ini dimana Yize dan Liyan pertama kali memasuki kelas atas, dan tentu saja kehadiran mereka tidak disambut hangat olek murid lainnya. Mata mereka memandang Yize dan Liyan seolah olah orang asing yang tidak diundang.
“Eh, bukannya dia Liyan?, anak perdana mentri yang lemah? Bagaimana bisa pecundang sepertinya masuk kelas ini, bukannya itu sangat memalukan bagi kelas atas?” Ucap salah satu murid disana dengan wajah menghina.
Yize melirik Liyan yang duduk disampingnya terdiam sambil menunduk. Baru kali ini ia melihat Liyan yang banyak tertawa terdiam begitu saja seperti ini.
“Kalau dia seorang pecundang bagaimana dengan teman kalian yang ditendang keluar dari kelas ini? Mereka hanyalah sampah” jawab Yize dengan tenang serta tangannya yang memainkan sebuah ranting pohon kecil. Dengan cepat Yize melempar ranting itu tepat disebelah kepala murid itu dan menancap didinding.
“Kau!!! Kau berani sekali!” Teriak murid itu dengan tangan menunjuk Yize dengan ekspresi marah.
“DIAM!” Ucap seseorang yang tiba tiba sudah berada didepan kelas. Sontak seluruh murid terkejut dan melihat siapa dia karena mereka sama sekali tidak merasakan kehadiran seseorang.
__ADS_1
“Aku Liyu mulai hari ini akan menjadi pembimbing kelas ini” mendengar perkataan itu membuat semua murid memasang wajah senang. Siapa yang tidak tau Liyu merupakan petarung terkenal dengan keahliannya menggunakan pedang dan juga lulusan dari Akademi Pilar Naga serta menjadi guru dsana.
Rumor beredar jika Liyu keluar dari Akademi Pilar Naga dan masuk keAkademi Perang dan rumor itu benar.
“Nanti sore kalian akan ikut percobaan dalam hutan Kultivator bersama dengan kakak Senior kalian. Kalau ada yang beruntung kalian bisa meningkatkan kekuatan kalian, tapi kalau tidak hati hati nyawa kalian mungkin akan melayang” jelas Liyu lalu pergi begitu saja, tetapi sebelum pergi dia membisikan sesuatu kepada seseorang melewati telepati.
“Ada apa?” Tanya Yize saat melihat Liyu yang sedag berdiri sambil bersandar dipohon menatap Yize sambil tersenyum.
“Kau membuang waktuku” jawab Yize tak peduli lalu berencana pergi tetapi langkahnya dihentikan oleh perkataan Liyu.
“Dia trgetmu yang selanjutnya”
__ADS_1
“Apa dia sekuat itu?”
“Tentu saja, aku bisa membantumu” tawar Liyu.
“Tidak usah aku hanay perlu waktu yang tepat untuk memotong lehernya” jawa Yize acuh lalu pergi begitu saja.
“Sikapnya itu membuatku sakit kepala”Gumam Liyu sambil menatap punggung Yize yang perlahan menghilang.
Yize tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Guru Liyu dan dia memulai penyelidikan sendiri untuk memastikan informasi itu. Dan tentu saja ia menyuruh Yelu dan Zeze untuk melakukannya. Ia benar benar ingin memastikan semua itu tanpa ada kesalahn sehingga ia bisa melakukan balas dendm dengan orang yang tepat. Meskipun dia memiliki sikap yang dingin dan acuh terhadap orang lain, bukan berarti dia orang yang beradarh dingin dan bersikap semena mena.
Setelah beberapa hari Yelu dan Zeze melakukan penyelidikan membuktikan bahwa perkataan Guru Liyu itu benar dan akurat. Bahwa Ye Xuling ikut turun dalam kejadian kebakaran dirumahnya. Tapi mereka tidak berhsil menggali alasan dari tindakannnya. Dan satu informasi yang penting jika Ye Xuling memang kuat, dengan kekutannya saa ini sangat mustahil untuk melawannya.
__ADS_1
“Aku hanya butuh waktu dan mendengar alasannya secara langsung dari mulutnya” ucap Yize sambil menatap kertas laporan dari Yelu dan Zeze dengan senyum sinisnnya.