
Seluruh murid baru berkumpul di aula akademi, baik dari kelas atas sampai kelas bawah mereka berkumpul menjadi satu dalam ruangan.
Yezi memasang wajah acuh tak acuh, akan tetapi berbeda dengan Liyan. Dia berusaha menutupi wajahnya yang babak belur akibat latihan semalam.
***semalam***
Setelah meminum pil dari Yize, Liyan melatih kekuatan dalamnya agar meningkat lebih kuat. Setelah itu ia pergi kerumah Yize dan memintanya untuk berlatih dengannya. Entah kenapa Yize menyetujuinya dan keputusan Yize itu membuat yang lain khawatir. Tentu saja khawatir dengan Liyan.
“Liyan aku tak akan memakai pedang jadi seranglah aku secara langsung” perintah Yize setelah memberikan pedangnya kepada Yun.
“Bersiap siaplah aku bukan Liyan yang dulu lagi” jawab Liyan sambil tersenyum.
Yize hanya tersenyum untuk menanggapinya, dan jujur saja kecepatan Liyan membuat Yize terkejut.
“Bhukk!” liyan memukul perut Yize dengan kekuatan penuhnya membuat Yize tersungkur kebelakanh.
“Hahahaha” teriak Liyan sambil tertawa girang. Kejadian itu membuat Yelu dan Zeze tak percaya. Bagaimana bocah lemah itu bisa memukul Yize, dia saja tak pernah berhasil mengenai Yize dalam berlatih.
“Buh!” Yize memuntahkan darah dari mulutnya sedikit lalu tersenyum seram membuat Liyan merinding sendiri.
__ADS_1
“Tak kusangka perkembanganmu secepat ini, baiklah aku tak akan menahannya juga” ucap Yize lalu melangkah kearah Liyan dengan cepat. Saking cepatnya Liyan tidak bisa menghindar dan menerima pukulan Liyan secara bertubi tubi. Ia tak bisa mengimbangi gerakan Yize yang terlalu cepat itu.
“Wah apa aku kelewatan?” Tanya Yize setelah selesai memukul Liyan dan membuat Liyan pingsan seketika dengan wajah penuh dengan luka.
“Ini bukan latihan namanya, kau sengaja memukuli Liyan, tidak seimbang” ucap Yelu.
“Apa kau tak tau arti untuk menahan diri?”tanya Zeze tak percaya.
“Dia memintaku untuk tak menahan diri, dan lumayan bisa memukulku. Yun obati Liyan” ucap Yize lalu masuk kerumah.
***selesai***
“Kalau aku tau kekuatanmu seperti ini aku akan menyuruhmu menahan diri. Lihat wajah tampanku ini?” Omel Liyan yang terus menyalahkan Yize sejak tadi.
“Huh setidaknya meminta maaflah padaku” gerutu Liyan membuat Yize tersenyum singkat.
Apa? Tersenyum? Apa ia tak salah lihat. Liyan melihat Yize dengan tatapan yang sulit diartikan. Semenjak ia kenal Yize, ia tak pernah melihat Yize tersenyum sekali pun. Apa ini mimpi?.
“Ada apa dengamu?” Tanya Yize saat melihat Liyan menatapnya lama. Dan Liyan hanya menggelengkan kepalanya cepat lalu tesenyum senang.
__ADS_1
“Baiklah semua diam, saya Yue Yan akan mengajarkan kalian semua untuk bertarung melawan binatang sihir. Oleh karena itu aku akan mengirim kalian semua untuk pergi ke hutan hawan”
Penjelasan itu membuat semua murid riuh sendiri. Tentu saja karena hewan awan merupakan sarangnya binatang sihir.
“Tenang! Kalian buatlah kelompok sejumlah empat orang. Saya berikan waktu 30 menit lalu kalian berkumpulah lagi disini.” Jelas Yue Yan lalu pergi begitu saja.
“Yize aku ikut denganmu ya?” Minta Liyan dengan wajah memohon.
“Baiklah”
“Tapi kita butuh dua orang lagi” ucap Liyan melihat sekeliling dan melihat hampir semua sudah membuat kelompok.
“Kita berdua saja sudah cukup” ucap Yize membuat Liyan menatapnya tak percaya.
“Aku tau itu, tapi ini diakademi jadi kita butuh orang lain” bantah Liyan membuat Yize pasrah dan menyuruh Liyan untuk mencari dua orang lagi.
Sambil menunggu Liyan yang mencari dua orang lagi, Yize mengeluarkan Yelu untuk melakukan sesuatu.
“Carilah keaslian informasi yang aku terima kemarin” ucap Yize pelan.
__ADS_1
“Yize aku sudah dapat dua orang” teriak Liyan dengan membawa dua orang dibelakangnya.
“Mereka berdua?”tanya Yize tak percaya.