
Setelah mendapatkan tanaman tanaman itu Yize langsung memproses pil. Tidak seperti sebelumnya, pil yang ia buat merupakan pil tingkat tinggi. Ia merasa sedikit kesulitan, akan tetapi karena kekuatanya sudah mencapai jiwa petarung itu bisa membantunya. Menurut Zeze bakat membuat obat milik Yize sangatlah luar biasa.
“Ze setelah ini bagaimana?” Tanya Yize setelah selesai membuat pil.
“Kau hanya perlu meminum pilnya saat ingin menembus jiwa kesatria” jelas Zeze.
“Zeze apa ini berbahaya?” Tanya Yun yang merasa khawatir.
“Tenang saja Yun aku yakin Yize bisa melakukannya”
“Semoga”
Mereka bertiga mengawasi Yize yang mulai menyerap khasiat pil dan berusaha menembus juwa kesatria.
“Tuan!” Teriak Yun saat melihat ada darah yang keluar dari mulut Yize.
“Jangan mengganggunya, jika kalian mencoba menghentikannya akan mengakibatkan hal buruk untuknya” jelas Zeze.
“Bertahanlah bocah, tidak mudah untuk menembus jiwa kesatria” ucap Zeze mendoakan agar Yize berhasil.
Yize mencoba menahan sakit yang luar biasa. Tapi entah kenapa tubuhnya sudah tidak kuasa menahan kekuatan jiwa kesatria yang begitu besar. Perlahan lahan tubuh Yize terluka.
“Tuan bertahanlah” teriak Yun saat melihat darah yang keluar dari mulut Yize semakin banyak.
__ADS_1
“Bocah! Ingat tujuanmu ” teriak Zeze agar Yize bisa melawan kekuatan itu.
Yize samar samar mendengar suara dari luar. Ia ingat apa tujuannya berlatih hingga seperti ini, untuk balas dendam. Ingatan nya dulu saat rumahnya tiba tiba terbakar dan banyak prajurit yang menyerang mereka. Kematian ayah dan ibunya yang secara tragis terjadi didepan matanya. Karna dia masih lemah dengan terpaksa hanya kabur seperti seorang pengecut.
“Aku tidak boleh mati sekarang!” Teriak Yize dan akhirnya bisa menembus jiwa kesatria tahap pertama.
“Tuan!” Ucap Yun dan Yelu menghampiri Yize yang terluka cukup berat.
“Yun, Yelu aku berhasil” ucap Yize sebelum pingsan.
“Yun cepat obati Yize” ucap Zeze dengan cemas.
Yun berusaha mengobati Yize dengan sekuay tenaga tapi, sudah sehari Yize belum sadarkan diri.
“Yun pergilah ke pavillium Bunga dan minta batu pemulih jiwa. Karena berusaha melawan kekuatan jiwa kesatria ia harus mengorbankan jiwanya sendiri untuk melawan kekuatan itu.” Jelas Zeze.
“Kau pergilah dengan Yelu biar aku yang menjaga Yize”.
Yun dan Yelu segera pergi ke pavillium, meninggalkan Zeze sendirian bersama Yize.
“Keluarlah aku tau kau selalu mengawasi bocah ini” ucap Zeze entah kepada siapa.
“Kalau ingin membantu bocah ini cepat beri kabar ke pavillium agar memberikan batu itu” jelas Zeze lagi.
__ADS_1
“Aku tidak tau apa hubunganmu dengan orang itu tapi sepertinya dia hanya ingin menjagamu” jelas Zeze sambil menatap Yize yang masih belum sadarkan diri.
Ditempat lain Yun dan Yelu sampai dipavillium Bunga.
“Permisi saya membawa pesan dari tuan Yize untuk pemilik pavillium Bunga” ucap Yun agar bisa menemui pemilik pavillium ini.
“Nona ada pesan dari tuan Yize” ucap pelayan itu membawa Yun masuk keruangan.
“Keluarlah, ada pesan apa dari tuanmu?” Tanya Xian.
“Tuan meminta sebuah batu pemulih jiwa” jawab Yun gugup.
“Dimana adik Yize?” Bukanya menjawab Xian malah mengajuka pertanyaan.
“Tuan sedang mencari tanaman herbal dihutan” jawab Yun berbohong.
“Bohong usir dia” perintah Xian jelas melihat kebohongan dari mata Yun.
“Tidak Nona jangan usir saya. Tolonglah bantu Tuan Yize agar sadarkan diri” teriak Yun membuat Xian kaget lalu berjalan mendekati Yun.
“Apa maksutmu agar sadarkan diri?” Tanya Xian tajam.
“Tuan terluka setelah berlatih kejiwa kesatria” jawab Yun pelan agar tak didengar oleh yang lain.
__ADS_1
“Apa?” Teriak Xian kaget.