Art Of War

Art Of War
Ujian Masuk 2


__ADS_3

Xian yang duduk diatas tidak mengerti dengan sikap Yize. Dan tentu saja tidak hanya Xian tapi juga para tetua akademi.


Yize memilih untuk ikut duduk dengan Liyan untuk mengamati pertandingan. Ia tidak mengenal mereka jadi ia memutuskan untuk mengamati kekuatan mereka.


“Yize apa yang kau lakukan?” Tanya Liyan saat yize duduk disebelahnya.


“Aku sedang tidak ingin bertarung , jadi aku mengalah dengan bangga” jelas Yize membuat Liyan tak mengerti


“Siapa dia?”


“Aku juga tak pernah melihatnya”


“Sepertinya dia tidak berasal dari sini”


“Padahal aku ingin melihat dia bertarung lagi”


“Kenapa dia mengalah?”


Ucap orang orang yang melihat pertandinganya tadi.


“Aku tidak tau Liyan memiliki teman seperti itu” ucap Yue Chen.


“Aku juga tidak tau” jawab Yue Jiyan.


“Anak yang menarik” ucap Ji Yiran.

__ADS_1


Pertandingan selanjutnya ji Xingyu melawan Jia li. Ji Xingyu merupakan putri ke lima memiliki kekuatan dijiwa petarung tahap 2. dan merupakan adik Ji Yiran. Dan Jia li dia berada dijiwa petarung tahap 3.


Jia li dia menggunakan pedang begitu juga dengan Ji Xingyu. Pengalaman bertarung mereka sama hanya saja geralan xingyu kurang berfariasi.


Hingga Jia li mengerahkan kekuatannya kedalam pedangnya dan memukul mundur Ji Xingyu.


“Pemenangnya Jia li” ucap sang wasit dan pertandingannya dimulai lagi.


Hingga pertarungan selesai Yize sudah tau kemampuan mereka semua saat melihatnya pertarung tadi.


“Untuk peserta yang tidak terluka silahkan ambil lencana akademi perang kalian” ucap sang wasit sebelum menutup acara.


“Kalian tunggu diluar” ucap Yize menyuruh zeze dan lainnya.


“Kakak” jawab Liyan kaget.


“Kau terluka? Kenapa tidak bilang” ucap Jiyan.


“Aku sudah tidak apa apa berkat Yize” ucap Liyan.


“Terima kasih, aku pergi dulu” ucap Jiyan setelah menepuk bahu Yize.


Mereka mengambil lencana dan mereka berada dikelas bawah karena mereka berdua menempati tempat terakhir di pertarungan tadi.


“Aku wajar tapi ada apa denganmu?” Tanya Liyan kepada Yize.

__ADS_1


“Aku tidak ingin mencolok itu saja” jawab Yize lalu melangkah pergi.


“Yize bolehkan aku berlatih denganmu?” Tanya Liyan minta ke Yize.


“Boleh saja tapi berlatih dengan ku bukanlah mudah” jelas Yize memeringatkan.


“Tidak apa apa. Aku ingin kuat” jawab Liyan pasti.


Yize mangangguk, dan mereka menempati tempat tinggal di akademi bersama dan Yize membawa Yun, Zeze dan Yelu ikut. Tidak ada larangan membawa pelayan mereka tapi tidak boleh untuk masuk kekelas.


“Apa apaan tempat tinggal ini, bukannya mereka kaya? Lihat apa ini layak ditinggali manusia?” Cerocos Zeze setelah mereka pindah kerumah akademi.


“Wajar saja kita kan dikelas paling bawah” kelas Liyan sambil melihat keseluruhan isi rumah.


“Hah kenapa kau menyerah bocah?” Tanya zeze ke Yize.


“Aku hanya ingin saja” jawab Yize enteng.


“Apa kita akan tinggal disini selama tiga tahun” gumam Yelu sedih.


“Tenang saja setiap akhir tahun ada kompetisi untuk seluruh peserta untuk naik tingkat” jelas Liyan.


“Yize kamu harus naik tingkat” perintah Zeze membuat Yize geleng geleng sendiri.


Yize melihat Zeze yang terus terusan mengomel tentang tempat tinggalnya. Dan tentu saja Yelu juga mengomeli Zeze yang terlalu cerewet. Yun hanya diam merapikan perlengkapan dan dibantu oleh Liyan. Mungkin suasana seperti ini tidak akan berlangsung lama, tapi semoga saja suasana seperti ini akan terjadi untuk kedepannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2