Art Of War

Art Of War
Liyan vs Shen Luo


__ADS_3

“Selamat pagi semua!” Teriak Liyan dengan semangat membangunkan yang lainnya. Baru kali ini dia merasa bersemangat sebelum ujian, tentu saja karena dulu ia tak percaya diri.


“Bocah bodoh kenapa berteriak sepagi ini” ucap Yelu terbangun dari tidurnya.


“Apa kau tak ingin memberikan semangat untuk muridmu ini” ucap Liyan membuat Yelu membelak kan matanya terkejut.


“Aku tak memiliki murid bodoh sepertimu” bantah Yelu tak terima dipanggil guru secara tidak langsung.


“Kalian berdua pagi pagi begini sudah berisik” ucap Yun yang baru datang dari membeli bahan makanan.


“Yun hari ini mau masak apa?” Tanya Liyan bersemangat membawakan belanjaan Yun kedapur.


“Bocah bodoh itu” ucap Yelu sambil tersenyum.


“Muridmu semangat sekali”


“Tuan! Tidak mana mungkin dia menjadi muridku” bantah Yelu saat mendengar ucapan Yize.


“Yayaya” jawab Yize singkat.


Hari ini merupakan hari ujian kelas untuk murid baru. Yah meskipun Yize tidak begitu tertarik, tapi melihat mereka hancur sepertinya menarik. Meskipun belum bisa membunuh musuhnya tapi setidaknya menghancurkan anaknya dahulu juga merupakan balas dendam.


Paraturannya jika ada yang tidak bisa bertanding lagi mereka akan jadi pemenanngnya. Untuk murid baru mereka berkumpul di arena bertarung milik akademi. Ada banyak yang menonton ujian ini, tidak hanya para murid lama tetapi juga ada orang orang terpandang dan juga terkuat.


Ujian ini seharusnya membuat murid kelas atas gelisah. Karena mereka harus mempertahannya dirinya agar tidak digantikan oleh orang yang menantangnya. Sesuai rencana mereka menargetkan kelas atas,


Liyan mendapat giliran lebih awal dari Yize. Liyan melangkah masuk kearena bertarung.


“Aku ingin masuk ke kelas atas!” Teriak Liyan membuat semua terdiam lalu menertawakannya.

__ADS_1


“Heh tertawalah semau kalian” ucap Yelu dengan wajah sombong. Saat berlatih bertarung dengan Liyan, Yelu menyadari potensi yang dimiki Liyan, kekuatannya cukup besar dan dia juga lincah.


“Baiklah Yue Liyan kamu ambil kertas nama yang berada dikotak kelas ataa” perintah seorang juri.


“Shen luo” ucap Liyan sambil tersenyum.


“Habis dia kali ini, Shen luo kan memiliki kecepatan bertarung yang hebat.”


“Liyan tidak beruntung”


“Sial sekali dia harus melawan Shen luo”


Ucap dari beberapa orang penonton.


“Hei sampah menyerahlah jika masih ingin hidup” ucap Shen Luo menatap Liyan dengan remeh.


“Sampah? Sebelum bertanding kita tidak tau siapa yang sebenarnya sampah” jawab Liyan membalikan ucapan Luo.


Juri sudah bersiap untuk memberi aba aba mulai. Lalu dia mengangkat tangannya keatas tanda pertarungan dimulai.


“Terima ini sampah!” Ucap Lup yang tiba tiba sudah berada dibelakang Liyan dan melakukan serangan. Tentun saja Liyan yang terkaget tidak bisa menghindar dan menerima serangan itu.


“Uhuk” Liyan terbatuk darah setelah menerima serangan itu.


“Seranganmu jauh lebih lemah dari serangan guruku” ucap Liyan sambil membuang ludah darahnya kebawah.


“Sialan!” Ucap Luo tak terima dengan ucapan Liyan dan menyerang lagi tapi kali ini Liyan bisa menghindar dan berhasil membalas serangan Luo.


“Kau mungkin cepat tapi kecepatanmu jauh dari kecepatan milik temanku” ucap Liyan. dia sudah pernah berlatih dengan Yize yang memiliki kecepatan yang luar biasa.

__ADS_1


Mereka sedang beradu kecepatan tapi untuk siapa yang melihat pertarungan itu bisa tau jika Kecepatan Luo diatas Liyan tapi Liyan memiliki kelincahan yang bisa menghindari serangan Luo.


“Aku hanya butuh ini untuk mengalahkanmu” ucap Liyan dengan mengumpulkan kekuatannya ditangan dan kekuatan itu membenyuk bayangan harimau.


“Akhh!” Teriak Luo saat terkena serangan milik Liyan dan terhempas keluar dari arena bertarung.


“Uhuk uhuk kau sampah sialan bagaimana aku bisa kalah darimu” ucap Luo sebelum terjatuh pingsan.


Semua yang menonton terdiam tak percaya jika seorang Yue Liyan bisa mengalahkan Shen Luo. Bagaimana bisa sampah itu berubah menjadi kuat.


“Pemenangnya Yue Liyan dari kelas bawah naik menjadi kelas atas” ucap Juri, liyan mengepalkan tangannya dan mengangkatnya keatas lalu berjalan dengan wajah yang tersenyum.


“Yelu jurus itu” ucap Zeze.


“Hehehehe meskipun belum sempurna tapi tak kusangka dia bisa menggunakannya” jelas Yelu dengan bangga.


“Tuan” ucap Yelu saat Yize menepuk kepalanya.


“Yize apa kau melihatnya aku menang, aku menang. Kupikir aku akan terkapar ditanah dengan wajah babak belur.” Ucap Liyan saat bertemu Yize dan yang lainnya.


“Tapi saat kulihat tadi kau percaya diri” jawab Zeze.


“Apa kau tau betapa takutnya aku saat membalas ucapannya tadi”jelas Liyan.


“Dasar bodoh!” Ucap Yelu.


“Guru!”


“Aku bukan gurumu”

__ADS_1


“Guru”


“Jangan panggil aku guru bodoh”


__ADS_2