
Yize melihat sekitar gua dengan hati hati, sesuai informasi jika mereka menargetkan putri Xingyu. Tak disangka sangka jika merka akan menyerang lebih awal dari perkiraan. Yize melihat sekelompok orang sedang berkumpul dari jauh, kira kira 500 m dari tempatnya. Ia bisa mendetiksa melalui benang kekuatan yang bisa mendeteksi aura kekuatan seseorang dari jarak 1 km.
“Hm waktunya bermain” ucap Yize lalu pergi begitu saja mendekati sekelompok orang orang itu.
Ia bersembunyi diatas pohon untuk melihat pergerakan mereka. Ia memang memilih untuk menyerang secara diam diam. Ia mengeluarkan pisau dari sakunya dan melemparnya secara cepat. Pisau itu tepat mengenai dahi salah satu orang itu. Kira kira ada lima orang disana.
“Siapa disana? Keluar!” Teriak salah satu orang itu sambil melihat sekeliling.
Yize tersenyum meremehkan sebelum mengubah penampilannya seperti yang biasa dia pakai. Dia turun dari atas pohon dan berdiri tepat ditengah tengah orang orang itu.
Yize bertepuk tangan sambil tertawa dan berjalan menghampiri satu satu dari mereka.
“Aku ingin mencoba teknik pedangku yang baru” ucap Yize mengeluarkan pedangnya.
“Siapa kau? Berani sekali menyerang kita” ucap orang itu dengan mengacungkan pedangnya kearah Yize.
Yize memegang ujung pedang itu lalu menggancurkannya begitu saja. Tentu saja ulah Yize membuat mereka terkaget.
“Kita mulai” ucap Yize lalu mengayunkan pedangnya kesamping dengan cepat. Setelah itu pedang itu ternyata menebas kepala orang orang itu dengan cepat.
“Keluar!” Perintah Yize saat melihat seseorang yang sedang bersembunyi dibalik pohon.
“Maaf kan saya, aku menyerah jadi jangan bunuh saya” ucap prang itu takut takut dengan mengangkat kedua tangannya.
“Siapa yang menyuruh kalian menyerang putri?”
“Pa pangeran Yiran” ucap orang itu tergagap gagap.
“Pergilah!”
Orang itu terlihat senang saat YiE menyuruhnya pergi. Dengan cepat orang itu berlari terbirit birit.
“Akhh!!!” Teriak orang itu.
“Aku tidak bilang tidak akan membunuhmu. Pengeran Yiran berani beraninya dia bermain denganku. Dadu sudah dilempar” ucap Yize lalu memasukan pedangnya kembali dan berencana pergi ketempat Yiran.
Ditempat Yiran.
“Hahahaha pasti sekarang mereka sudah mati ketakutan” ucap Xiao Hong.dengan girang.
“Berani sekali mereka satu kelompok dengan putri dan melawanku” ucap Yiran dengan senang.
Mereka mendirikan tenda didekat sungai serta membawa seorang pengawal.
“Akh!”
__ADS_1
“Bug... brak...bug”
Mendengar ada suara ribut dari luar Yiran dan lainnya keluar dari tenda. Mata mereka terbelalak kaget melihat para penjaga tergeletak tak benyawa.
"Pangeran lari ada penyusup yang menyerang kita" ucap salah satu penjaga dengan luka ditangannya.
"Jadi ini pangeran dari kerajaan Qi?" Ucap Yize yang tiba tiba berdiri dibelakang mereka.
"Siapa kamu?" Tanya Yiran.
"Siapa aku? Itu tidak penting, saatnya bermain" ucap Yize lalu menyerang Yiran, tapi serangannya ditahan oleh Xiao Hong.
"Yuan lapor ke akademi ada penyusup yang menyerang murid" ucap Yiran.
Sedangkan Yize masih bertarung melawan Hong, tapi kali ini ia menyimpan pedangnya karena lawannya bukannya ahli dalam bersenjata.
"Terima seranganku angin pembantai" teriak Hong saat mengeluarkan ilmunya.
"Ini kau sebut serangan" ucap Yize saat menerima serangan itu secara terang terangan.
"Seranganmu seperti serangga yang menggigitku tadi, yang namanya serangan seharusnya seperti ini" jelas Yize bersiap menyerang balik.
"Matilah" ucap Yize sebelum melepas serangannya yang mengenai Hong.
"Cahaya kilat" ucap Xingseng yang diam diam menyerang Yize dari belakang.
"Pergi" ucap Yize memantulkan kembali serangan itu kearah Xingseng dan melihat Yiran yang terlihat ketakutan.
"Sekarang giliranmu" ucap Yize mengeluarkan pedangnya.
"Aku adalah Pangeran kerajaan Qi" teriak Yiran mengancam.
"Jadi ini wajah seorang pengeran ya" entah sejak kapan Yize sudah berada didepan Yiran dan menyentuh wajahnya dengan pedang.
"Ma mau apa kau" ucap Yiran terbata bata.
"Hmm mau apa ya? Awalnya ingin bermain main denganmu tapi sepertinya ada yang menganggu. Ini hadiah dariku" Yize menggorea pipi Yiran dengan pedangnya lalu terbang menggunakan sayap hitamnya.
"Sampai bertemu lagi dan tentu saja saat itu aku akan memberikan hadiah yang lebih besar dari itu" ucap Yize sebelum pergi.
Yiran ambruk ditanah dan menyentuh pipinya yang terluka. Siapa dia? Berani sekali melukai wajahnya.
"Aku akan mencarimu dan menghabisimu" ucap Yiran sambil mengepalkan tanganya kuat.
"Pangeran! Pangeran!" Teriak Yuan datang bersama orang orang akademi.
__ADS_1
"Dimana penyusupnya?" Tanya guru Yue Yan.
"Dia sudah pergi" jawab Yiran.
Yue Yan melihat muridnya terluka dan para penjaga terbunuh. Ia yakin orang ini pasti kuat. Sebelum mengadakan ujian ini ia sudah mengecek lokasi dan tentu saja akan aman. Ia tak menyangka akan ada penyusup.
"Beritahu para murid untuk kembali keakademi. Cepat cari mereka ini keadaan gawat. Kita tidak tau apa dia akan menyerang murid lainnya.“ perintah Yue Yan.
Karena terbang Yize sudah sampai ditempat kelompoknya istirahat. Ia kembali merubah penampilanya dan ikut tidur disamping Yiran. Ia yakin pihak akademi pasti sudah bergerak.
"Yize bangun, YIZE!" Teriak Liyan mencoba membangunkan Yize yang sedang terlelap disampingnya.
"Ada apa? Ini masih malam, apa ada hewan sihir?" Tanya Yize saat bangun.
"Bukan itu, pihak akademi sedang menunggu kita diluar, katanya disuruh kembali keakademi" jelas Li.
"Ada masalah apa?" Tanya Yize pura pura tak mengerti.
"Aku dengar katanya ada penyusup yang menyerang pangeran dan ada yang terluka parah" jelaa Xingyu yang baru datang dari luar.
Mereka ikut pengawal akademi untuk kembali keakademi agar selamat. Saat sampai diakademi sudah akan menjelang pagi dan seluruh murid baru sudah berkumpul dengan wajah bungung.
"Perhatian semua, tadi malam ada penyusup yang menyerang pangeran, jadi untuk ujian ini kita tundu dulu hingga pihak akademi selesai menyelidikinya" jelas Guru Yue yan.
Mereka yang mendengar penjelasan itu ribut sendiri. Tentu saja Yize hanya tersenyum dalam hati.
"Kalin kembali keasrama dan beristirahat"
"Apa kita masih bisa berteman?" Tanya Li kepada Yize.
"Tentu saja!" Jawaban Liyan membuat Li tersenyum lalu berpamitan. Dan tentu saja Xingyu sudah kembali kekerajaan karena dia seorang putri.
Pasti mereka akan menebak jika penyusup itu mengincar keluarga kerajaan. Dan tentu saja mereka berfikir jika penyusup itu dari musuh kerajaan Qi.
"Permainan yang bagus" ucap Yize pelan.
"Permainan apa?" Tanya Liyan tak sengaja mendengar ucapan Yize.
"Permainan yang dimainkan mereka" tunjuk Yize kepada para murid lama sedang beradu pedang.
"Itu latihan bukan bermain. Dasar!" Jawab Liyan lalu masuk asrama mereka.
"Apa kau yang bernama Yize?” Tanya seseorang dari belakang Yize.
"Siapa?" Tanya Yize.
__ADS_1