
Liyan, Yelu, Zeze, dan Yun memberikan selamat untuk Yize atas kemenangannya. Akan tetapi Liyan juga memprotes Yize atas tindakannya tadi saat melawan Yuan, bagaimana bisa dia melakukan seorang wanita seperti itu.
Dan pertandingan dilanjutkan kembali tapi Yize sudah tidak tertarik lagi dengan pertandingan tadi, yang terpenting sekarang mencari informasi. Ia harus ingat tujuannya berada disini. Ia pergi begitu saja meninggalkan tempat pertandingan dan pergi menuju hutan belakang sekolah.
“Keluarlah” ucap Yize entah kepada siapa, ia sudah tau jika sejak pertandingan ada seseorang yang mengamatinya dari kejauhan. Hanya saja ia tak menyangka jika orang itu juga mengikutinya hingga sekarang.
“Tak kusangka kau bisa mengetauhi keberadaanku” ucap orang itu muncul dari balik pohon dengan rambut hitam panjangnya dan juga pakaian hitamnya.
“Mana mungkin aku tak mengetauhi keberadaan seorang serangga” jawab Yize.
“He seorang serangga?” Ucap laki laki itu dan berjalan mendekati Yize dan mengamati wajahnya serta memujinya tampan, hingga membuat Yize merasa risih.
“Siapa kau? Ada urusan apa denganku?” Tanya Yize.
“Mungkin kau tidak tau siapa aku tapi aku tau siapa dirimu “
“Maksutmu?”
“Kenapa kau tiba tiba menjadi bodoh Pangeran Lingyi” ucap laki laki itu tepat disebelah telinga Yize. Dan tentu saja Yize langsung menyerang laki laki itu.
“Wah tak kusangka kau begitu agresif” ucap laki laki itu setelah menghindari serangan Yize.
Yize menatap laki laki itu tajam, siapa dia? Bagaimana dia tau identitas aslinya?. Yang terpenting kekuatan orang itu berada diatas dirinya. Ia tak mungkin bisa menang melawannya tapi ia harus membunuh laki laki itu, siapa saja yang mengetauhi identitas aslinya harus mati.
__ADS_1
“Tunggu! Tunggu! Tunggu! Aku tak mau bertarung melawanmu tapi jika kau memaksa untuk melawanku sudah pasti kau akan kalah dariku. Aku hanya ingin bicara denganmu” jelas laki laki itu turun dari pohon.
“Apa maumu?” Tanya Yize setuju.
“Jadilah muridku”
“Aku menolak!”
“Kau! Bagaimana bisa kau langsung menolaknya. Aku bisa membuatmu bertambah kuat dan juga membantumu membalas dendam, bagaimana?” Protes dan tanya laki laki itu.
Yize terdiam sebentar, untuk saat ini ia memang butuh seseorang untuk mencarikan informasi untuknya. Kalau mengandalkan Yelu dan Zeze itu membutuhkan waktu yang lama.
“Baiklah tapi jika kau membocorkan identitas asliku bersiaplah mati ditanganku” ancam Yize lalu pergi begitu saja.
“Dasar anak muda zaman sekarang, sifatnya tidak sopan apalagi cara bicaranya. Bagaimana bisa dia memanggilku serangga? Apa wajah tampanku ini mirip dengan serangga” gerutu laki laki itu memuji dirinya sendiri.
“Tak kusangka aku benar benar menjadi gurunya dan sifatnya tidak seperti dirimu guru” ucap laki laki itu lalu pergi begitu saja.
Yize tidak percaya dengan laki laki tadi hanya saja ia harus bisa mengawasi laki laki itu karena rahasianya. Selain itu juga ia juga bisa melatih kekutannya dan mendapat bantuan membalas dendam. Tidak buruk juga membunuh dua burung dengan satu batu.
Ia kembali kearena pertandingan dan melihat sepertinya pertandingannya sudah selesai. Ia melihat Liyan dan yang lainnya sedang berbicara dengan Yue Jiyan kakak Liyan.
“Yize dari mana saja kau?” Tanya Liyan.
__ADS_1
“Ah aku tadi ada urusan” jawab Yize.
“Sudahlah nanti malam datanglah kerumahku untuk makan makan perayaan hari ini” ajak Liyan.
“Tidak” tolak Yize, ia tak mau menjadi lebih dekat dari ini. Perasaan itu sudah lama mati dan mereka yang sekarang sudah berbeda Liyan dan dirinya. Mungkin dulu mereka memang seperti saudara tapi yang sekarang hanyalah orang asing.
“Kenapa? Apa kau tidak suka masakan dirumahku? Aku bisa mengganti kokinya.Apa kau tidak mau merayakan dirumahku? Kita bisa pergi kerestoran.” Jelas Liyan mencoba membujuk Yize.
“Datanglah” ucap Jiyan.
“Baiklah” jawab Liyan pasrah saat melihat Liyan yang berusaha mengajaknya untuk merayakan keberhasilan hari ini. Dan juga ada apa dengan dirinya sekarang? Kenapa sulit untuk menolak Yue Jiyan.
Disisi lain diruang rapat
“Mulai hari ini Guru Liyu akan mengajar disini” jelas kepala sekolah.
“Wah tak kusangka Guru Liyu memilih mengajar disini dan meninggalak ajademi Pilar Naga”
“Aku hanya tertarik dengan salah satu murid baru disini” jelas Liyu.
“Iya murid baru tahun ini hebat hebat bahkan seorang pangeran juga masuk kesini”
“Seorang pangeran ya” gumam Liyu sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1