
“Yelu dimana rumah tabib kenalanmu?” Tanya Yize gelisah karena badan Yun mulai panas.
“Didepan sana tuan rumah kayu itu” tunjuk Yelu didepan sana dengan plakat Tabib Shen.
Mereka berhenti didepan pintu rumah yang sudah tutup karena sekarang sudah malam menjelang pagi.
“Paman Shen! Paman Shen!” Teriak Yelu. Masih belum ada jawaban dari dalam.
“Yelu kalau mereka belum keluar juga, aku akan hancurkan rumahnya” ancam Yize membuat Yelu merinding sendiri.
“Paman Shen aku terluka hampir mati ini!” Teriak Yelu dibuat buat agar paman Shen keluar. Tak terlalu lama Paman Shen keluar dengan wajah kantuknya.
“Kucing bodoh ada apa denganmu” ucap paman Shen saat keluar.
“Pelayanku terluka cepat obati” ucap Yize langsung masuk kerumah tanpa izin. Paman Shen hanya mengikuti saja, melihat wajah Yize ada bercak darah serta bajunya yang sudah berlumur darah pasti mereka habis bertarung dengan hewan sihir.
Paman Shen memeriksa keaadaan Yun serta memberikan obat, lalu menatap Yize.
“Dia hanya demam, sekarang giliranmu” jelas paman Shen.
“Aku tidak apa apa” jawab Yize lalu tiba tiba Yize pingsan membuat mereka kaget.
Paman Shen memeriksa Yize lalu menatap Yelu yang memasang wajah khawatir.
__ADS_1
“Tidak perlu sekhawatir itu kucing bodoh, tuan mu hanya kehabisan tenaga” jelas pakan Shen membuat Yelu lega.
“Bagaimana tidak khawatir, tuan habis bertarung melawan sekelompok serigala merah tadi lalu terbang kesini” jelas Yelu membuat paman Shen kaget. Masalahnya tidak ada bekas luka sedikitpun ditubuhnya. Seberapa kuat anak ini.
Sudah 2 hari Yize belum sadarkan diri dikamar membuat Yun dan Yelu khawatir sendiri. Meskipun paman Shen sudah menjelaskan jika tuan mereka baik baik saja tapi, mereka tetap merasa khawatir.
“Paman Shen kalau tuan ku tidak bangun bangun aku akan hancurkan rumahmu” ucap Yelu mengancam.
“Kau berani kucing bodoh?” Tanya paman Shen dengan wajah mengancam.
“Ekh...!”
“Tuan!” Teriak Yun dan Yelu bersamaan.
“Yun bagaimana keadaanmu?” Tanya Yize.
“Aku sudah sembuh Tuan” jawab Yun.
“Tuan Shen terima kasih sudah merawat kami dan saya meminta maaf atas kelakuan saya kemarin” ucap Yize sopan.
“Sudah tidak apa apa, dan panggil aku paman Shen saja” jawab paman Shen sambil tersenyum.
Yize mulai memulihkan kekuatannya hingga sungguh sungguh pulih. Dan Yun mulai belajar pengobatan dengan paman Shen sedangkan Yelu sedang bermain main dengan cucu paman Shen yang bernama Qi Xuan.
__ADS_1
Awalnya Yize ingin pergi dari rumah paman Shen tetapi, paman Shen melarangnya dan manawarinya untuk tinggal bersama untuk sementara waktu.
“Paman Shen disini kalau menukarkan inti batu hewan sihir dimana?” Tanya Yize.
“Biar Xuan antarkan”
“Xuan antarkan kakak Yize ke kedai petarung” teriak paman Shen pada cucunya.
“Ayo kak Yize” ajak Xuan lalu mereka menuju ke tengah kota mo yang cukup ramai. Sudah lama Yize tidak kekota, karena jarak kota dengan desa Batu terlalu jauh. Setelah berjalan cukup lama mereka samapi dikedai petarung. Saat masuk kekedai petarung banyak orang yang menatap Yize. Tentu saja karena mereka belum pernah melihat pemuda itu di kedai.
“Tuan apa kau baru disini?” Tanya wanita yang bertugas dikasir.
“Iya dan aku ingin menukar ini” jawab dan ucap Yize serta memberikan sekantung inti batu.
Wanita itu cukup terkejut melihat isi kantung itu.
“Ini uangnya” ucap wanita itu dengan memberikan sekantung koin.
“Xuan ayo kita makan enak, biar kakak yang tlaktir kamu” ucap Yize membuat Xuan senang.
“Kata teman temanku disudut kota ada tempat makan enak, karena mahal aku belum pernah kesana” ucap Xuan sedikit takut.
“Tenang saja uang kakak banyak” ucap Yize sambil menunjukan sekantung koin.
__ADS_1
“Baiklah ayo” ucap Xuan, dan mereka meninggalkan kedai tanpa mengetauhi jika ada beberapa orang yang menatapnya penuh curiga dan penuh rencana.