
“Mereka berdua?” Tanya Yize tak percaya.
“Bagaimana hebatkan aku?” Tany Liyan dengan membanggakan diri.
“Aku penasaran bagaimana kau bisa membujuk mereka” ucap Yize lalu berdiri dari duduknya dan mendekati orang dua itu.
“Aku tak memaksa kalian, jadi nanti lakukan sesuka kalian dan aku pun begitu” ucap Yize lalu pergi begitu saja.
“Dasar si Yize itu, maafkan dia ayo kita juga pergi” ucap Liyan dan mereka kembali berkumpuk diaula akademi.
“Baiklah seluruh kelompok sudah terbentuk dan kalian boleh berdiskusi sebelum berangkat ke hutan awan”
Semua menatap kelompok Yize dengan bermacam macam arti, ada yang iri, tak percaya, dan juga meremehkan.
“Kalau tidak salah kalian Ji Xingyu dan Jia li, kenapa masuk kesini?” Tanya Yize.
“Aku ingin bertarung denganmu” jawab Jia li.
“Kalau aku, aku tak mau dengan kak Yiran” jawab Xingyu.
“Oh, rencana kita sesuai ucapanku tadi” jelas Yize.
“Jangan dengarkan dia, kita bekerja sama saja bertiga” ucap Liyan.
Li dan Xingyu masih tak mengerti dengan ucapan Liyan, tapi mereka hanya menurut dan membuat rencana bersama untuk melakukan penyerangan nanti. Li sadar jika Liyan sudah berubah, dilihat dari auranya ia merasa jika kekuatannya bertambah.
“Baiklah “ jawab Xingyu dan Liyan setuju setelah mendengar rencana Li.
__ADS_1
“Kalau Yize” ucap Li menggantung.
“Kau tak usah pedulikan dia, nanti juga dia akan ikut kok” ucap Liyan dan mereka hanya mengangguk.
Setelah semua selesai bersiap mereka berkumpul lagi dan pergi ke hutan awan. Meskipun mereka masuk sendirian tapi ada seseorang yang mengawasi mereka, jadi jika terjadi sesuatu mereka akan membantunya.
Hutan itu diselimuti oleh asap tebal yang membuatnya seperti didalam awan. Setelah mendnegar penjelasan dari Yue Yan mereka masuk sesuai kelompok.
“Aku tak menyangka kau menolak ajakanku dan masuk ke kelompok sampah itu” ucap Yiran saat ia bertemu dengan kelompok Yize.
“Ayo jalan!” Ucap Yize tapi langkahnya dicegat oleh anggota kelompok Yiran.
“Pangeran belum menyuruhmu pergi” ucap orang dengan badan besar yang bernama Xiao Hong.
“Kalau begitu aku menyuruhmu menyingkir” ucap xingyu yang merupakan tuan putri.
“Hong biarkan mereka, bisanya cuma berlindung dibalik putri” ucap Yiran membuat Liyan marah.
“Kita lihat saja nanti siapa yang menjadi serangga” ucap Yiran lalu menyuruh seseorang yang ada dibalik pohon.
Hanya beberapa menit Kelompok Yize berhasil mengumpulkan inti batu hewan sihir tingkat menengah. Karena kemampuan berpedang Li dan juga serangan Liyan. Tentu saja Xingyu yang paling berjasa, ia bisa memulihkan kekuatan dengan cepat.
“Awas ada sesuatu yang datang, semua bersiap!” Perintah Li membuat mereka bersiap kecuali Yize.
“Tunggu! Semua mundur!” Perintah Yize merasa ada yang tak beres.
“Kenapa?” Tanya Li bingung.
__ADS_1
“Ayo sembunyi dulu” ucap Yize lalu mereka hanya menurut dan bersembunyi dibalik batu. Hingga hewan itu melewati mereka.
“Kenapa ada dua hewan sihir tingkat tinggi ada disini? Bukanya pihak akademi sudah mengatur hanya satu” ucap Xingyu kaget dan takut.
“Ada yang tak beres” gumam Yize.
“Lihat itu!” Ucap Liyan sambil menunjuk hewan sihir tingkat tinggi yang baru muncul lagi.
“Ada apa ini?” Tanya Li merasa bingung.
“Pasti ada yang sengaja membawa hewan itu menuju ketempat kelompoknya”ucap Yize dalam hati.
“Baiklah kita serang bersama” ucap Yize.
“Itu mustahil” jawab Li.
“Percayalah pada Yize” ucap Liyan.
“Aku percaya padamu” ucap Xingyu dengan melihat Yize.
“Baiklah”ikut Li.
Yize mangguk dan membuat rencana dan menjelaskanya kepada mereka. Melihat dari ekspresi mereka, sepertinya setuju dengan rencana Yize.
Ditempat lain.
“Sepertinya ada yang sengaja melepaskan hewan sihir tingkat tinggi dipelatihan ini” jelas Xue Feng.
__ADS_1
“Baginya hewan itu bukanlah apa apa, tapi masalahnya ada tuan putri disana. Awasi mereka jika keadaan mulai buruk bantulah mereka” perintah kakek Jiang.
“Tak kusangka ayah dan anak sama saja, dengan menggunakan tuan putri mereka menghancurkan seseorang yang mereka tidak sukai. Semoga kau tau bocah siapa target mereka” gumam kakek Jiang dengan memandang langit.