
Yize membawa Liyan kesebuah pohon besar yang memiliki rongga dibawahnya sehingga bisa dibuat untuk berteduh. Ia meletakan tubuh Liyan ditanah dan mengeluarkan tanaman yang ia kumpulkan saat perjalanan dan segera memproses tanaman itu untuk membuat obat. Setelah itu ia meminumkan obat itu dan membiarkan Lyan tertidur untuk menyerap obat itu, sambil menunggu Liyan terbangun ia memanfaatkan waktu untuk menyerap batu jiwa dari singa bertaduk satu untuk membantunya memasuki jiwa ksatria tahap pertama.
Saat proses itu ia merasakan sakit tapi tidak sesakit saat menembus jiwa kesatria, dengan perlahan ia mulai menyerap batu jiwa itu dan mengatur kekuatannya agar tidak meledak. Ia bisa merasakan kekuata baru yang memsauki tubuhnya dan mengalir keseluruh tubuh, dengan pelan ia mencoba membawa kekutan itu agar bersatu dengan kekuatan lainnya yang ada ditubuhnya. Hingga akhirnya ia behasil. Saat membuka mata ia bisa melihat Liyan Yng duduk bersandar dipohon sedang menatapnya.
“Kau sudah bangun?” Tanya yize.
“Tentu saja ini sudah tiga hari berlalu” jawab Liyan lalu memluk Yize membuat yize emembeku ditempat.
“Terima kasih” ucap Liyan jujur. Lalu Yize melepskan pelukannya dan meraik pakaianya lalu memakainy.
“Tapi bagai mana dengan Rong Lihui? Jangan bilang kau membunuhnya?” Tanya Liyan, llau Yize menjelaskan seluruh kejadiannya.
“Wow aku sungguh mengagumi sikapmu yang ceroboh itu” jelas Liyan saat medengar keselurhan cerita, bagaimana pun keluarga rong mrupakan keluarga terkenal dikerajaan tapi Yize membunuhnya seperti membunuh seekor lalat. Keberanian yang luar biasa.
“Apa ini?” Tanya Liyan saa yize memberinya beberapa batu jiwa kepadanya.
“Apa kau menjadi bodoh setelah terluka?” Tanya Yize.
“Aku tau apa ini tapi dari mana kau mendapatkannya sebanyak ini?” Tanya Liyan penasaran.
“Anak Rong Rong itu memilik bnyak jadi aku mengambilnya beberapa” jawab Yize lalu keluar untuk mencari makanan. Mendengar ucapan yize semakin takjub dengan yize tidak hanya membunuh untuk menghilangkan masalah dimasa depan dia juga merampoknya, sungguh rejeki nomplok.
“Sungguh sial nasipmu Rong Lihui menjadi mangsa Yize, jadi aku akan memaafkanmu karena sudah memukulku dan terima aksih untuk batu jiwanya” ucap Liyan sedikit senang dan langsung mulai menyerap batu jiwa itu.
Sedangkan yize berkeliling di sekitar nya untuk mencari makanan dan tanaman herbal, hutan Kulivator ini merupakan surga bagi peracik obat karena banyak tanaman herbal langka yang hanya diketauhi oleh peracik obat, tapi dimata petarung tanaman itu tampak seperti tanaman biasa.
__ADS_1
“Wow Rumput cahaya” ucapnya lalu memtik rumput itu dan tiba tiba ia mendengar suara mendekat dan sesorang muncul dengan luk diperut yang parang lalu jatuh pingsan. Karena Yize tak mengenal orang itu ia berencana meninggalkannya ia tidak suka membantu orang asing .
“To..long” ucap orang itu lalu terjatuh tak sadarkan diri.
“Hah kenapa aku selalu bertemu orang sekarat” ucapnya lalu menyeret tubuh orang itu kembali.
Saat kembali ia terkejut melihat perkembangan Liyan yang sudah menembus ke jiwa petarung. Dia hanay tersenyum kecil.
“Kau kembali? Apa aku terlihat hebat? Apa aku terlihat kuat? Hahahaha tentu saja aku bertambah kuat” ucap Lyan memuji dirinya sendiri hingga tak mempedulikan orang yang diseret Yize.
“Ah!! Buat apa kau mebawa mayat?” Tanya Liyan terkejut.
“Dia masih hidup”
“Oh syukurlah, tapi jangan bilang kau melukainya secara tidak sengaja dan merasa bersalah” tebak Liyan dan Yize hanya terdiam lalu meletakan tubuh terluka itu disamping Lyan.
“Wow kau kenal banyak orang dengan otak bodohmu itu” uji yize yang membuat Liyan merasa terhina.
“Siapa yang tidak tau Song Huan dia anak dari pelatih putra mahkota” jelas Liyan membuat Yize tersenyum saat mendengar kata kata putra mahkota.
“Wow takdir memang menakjubkan bagaimana bisa aku mendapakan calon mata mata secepat ini” ucap nya dalam hati, ia berencana memanfaatkan Song Huan atas perawatannya dan menolongnya.
“Apa yang direncanakan?” Tanya Liyan dalam hati penasaran melihat senyum Yize yang mencurigakan.
“Buka bajunya akau akan membuatkan obat untknya” perintah Yize dan Liyan hanya menurut dan membersihkan luka Song Huan lalu memberinya obat. Tidak butuh lama agi Song Huan untuk bangun.
__ADS_1
“Ukh...” gumam Song Huan sat sadar dan merasakan sakit diperutnya.
“Senior kamu sudah sadar? Aku meminta maaf untuk temanku yang tidak sengaja melukaimu” ucap Liyan membuat Yize dan Song Huan menatapnya aneh terutaa yize.
“Oh tidak bukan dia yang melukaiku, seharusnya aku yang berterima kasih karena temanmu aku masih selamat” jelas Rong huan dan berusaha untuk duduk bersandar.
“Apa yang kau bicarakan temanku Yize? Dia menolongu?” Tanya Liyan tak percaya dan mendapakan pukulan tepat dikepalanya dari yize.
“Hahahaha itu benar. Aku Song Huan kalau boleh tau siapa kalian?” Tanya Huan.
“Aku Yue Liyan dan dia Yize” jawab Liyan.
“Oh kau adiknya Liang” ucap Huan saat endengar nama liyan.
“Minum obatmu” ucap Yize sambil memberikan obat lalu kembali membuat beberapa obat tanpa ada rasa tertarik untuk percakapan.
“Dia memang seperti itu” bisik Liyan agar Huan tidak tersinggung dengan sikap Yize.
“Tidak apa apa”.
Huan memutuskan untuk bermalam bersama mereka dan banyak biacara dengan Liyan dibandingkan Yize karena dia selalu mengihindari percakapnan dan jika ditanya dia akan menjawab dengan seadanya. Dan setelah semalaman beristirahat paginya song Huan merasa tubuhnya sudah sembuh dan memilih untuk berpisah dengan meraka.
“Aku akan membalas kebaikanmu nanti, jadi jika perlu bantuanku cari saja aku” ucap huan sebelum pergi.
“Tentu saja kau harus membayarku” ucap Yize setelah Song Huan sudah tak trlihat.
__ADS_1
“Aku tau itu” ucap Liyan dalam hati dan juga pergi bersama yize.