
Sesuai janji Yize mengajak Xuan dan Yelu ke tempat makan yang Xuan tunjukan tadi. Yah lumayan mahal sih tapi sesuai untuk membalas budi.
“Enak kan makanannya?” Tanya Xuan sambil memakan makanannya.
“Enak, enak pilihan Xuan selalu enak” jawab Yelu antusias, sedangkan Yize hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua bocah yang sedang asik makan.
Tidak lupa Yize juga membungkuskan makanan untuk Yun dan paman Shen dirumah. Ia tidak sengaja mendengar ucapan seseorang yang membuatnya sangat tertarik.
“Kalian tidak jadi ikut dalam pemburuan burung baka hitam besok?” Ucap lali laki berambut warna coklat.
“Tidak, istriku melarangnya” jawab laki lako berambut hitam.
“Terus aku harus pergi dengan siapa?” Tanya lagi silaki laki berambut coklat.
Yize tersenyum mendengar itu lalu mengahampiri meja yang tepat derada dibelakangnya.
“Permisi, maaf sebelumnya jika aku terlihat menguping. Tadi aku dengar kalian akan memburu burung baka hitam?” Tanya Yize dengan sopan.
“Iya tapi temanku zheng tidak bisa ikut” jawab laki laki berambut coklat.
“ boleh aku ikut menggantikannya?” Tanya Yize.
“Boleh saja sih, tapi kamu siapa? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya” ucap silaki laki berambut coklat.
“Namaku Yize aku baru datang dikota Mo tiga hari yang lalu. Aku tinggal di rumah tabib Shen” jelas Yize.
__ADS_1
“Aku Zhao dan ini Zheng. Jadi kamu saudaranya tabib Shen” ucap Zhao.
“Kalau begitu besok aku datang kerumahmu dan kita berangkat bersama” jelas Zhao lalu mereka bercakap cakap lagi hingga merasa cukup dekat satu sama lain.
“Kak Yize ayo pulang, makanannya sudah habis” ajak Xuan dari meja depan.
“Zhao, Zheng aku pulang dulu ya, samapi besok” ucap Yize berpamitan lalu mengajak Xuan untuk pulang.
Diperjalanan Yize bercerita kepada Yelu tentang rencananya besok. Yelu menebak jika tuannya itu mengincar burung itu untuk mengambil darahnya agar sayapnya bisa berevolusi lagi.
“Hei anak kecil, jika tak ingin mati sia sia berikan seluruh uang yang kau punya” ucap seseorang yang tiba tiba menghentikan perjalanan mereka. Xuan bersembunyi dibelakang Yize karena merasa takut.
Yize mengenali mereka, kalau tidak salah mereka tadi petarung yang ada dikedai. Jadi mereka mengikutinya dan berencana merampoknya.
“Yelu sudah lama kamu tidak berolah raga” ucap Yize membuat Yelu tersenyum penuh arti. Yelu turun dari pundak Yize lalu berhadapan dengan ketiga petarung itu.
“Kak Yize” ucap Xuan takut.
“Tenang saja Yelu itu kuat” ucap Yize lali membawa Xuan menjauh.
“Yelu habisi mereka tapi jangan dibunuh itu merepotkan” suruh Yize dengan santai.
“Siap Tuan” jawab Yelu lalu berubah menjadi seekor harimau besar. Dan mereka bertarung secara bersamaan.
Sedangkan Yize melihat pertarungan itu tanpa ada niat untuk membantu. Ia ingin mengetauhi sejauh mana kekuatan Yelu.
__ADS_1
Yelu melawan mereka dengan sekuat tenaga, untung saja mereka petarung jenis mage. Yang artinya hanya menggunakan kekuatan tanpa alat. Jadi Yelu sedikit beruntung. Yelu mengalahkan satu persatu dari mereka.
“Tuan aku lelah” ucap Yelu setelah mengalahkan ketiga petarung itu selama hampir satu jam.
“Kau butuh latihan ekstra” jawab Yize membuat Yelu merinding. Sudah lama ia tak latihan bersama Yize, dan itu sungguh sungguh latihan antara hidup dan mati.
“Hewan peliharaan mu lumayan juga, masuk kedalam timku dan kujadikan kau bawahan ku” ucap seorang pemuda yang tiba tiba datang.
“Aku tak tertarik” jawab Yize dan mengacuhkan pemuda itu.
“Berani sekali kau, kau tidak tau siapa aku?” Teriak pemuda itu mencoba mengancam.
“Aku tak peduli” jawab Yize lalu pergi begitu saja.
“Kakak tidak takut berurusan dengan dia?” Tanya Xuan.
“Siapa dia?” Tanya Yize.
“Dia putra kedua dari wali kota”
“Pantas saja sikapnya begitu” ucap Yize.
“Nanti kalau dia datang gimana?” Tanya Xuan.
“Tenang saja Xuan kakakmu ini sangat kuat” jelas Yelu membanggakan Yize.
__ADS_1
“Benarkah? Wah kalian sungguh hebat!” Ucap Xuan penuh kagum.