Art Of War

Art Of War
Racun


__ADS_3

"Yun pulanglah dulu bersama Zeze” ucap Yize


"Tuan" panggil Yun sambil menarik baju Yize.


"Aku akan menunggu dirumah jadi pulanglah" ucap Yun sambil menatap Yize.


"Tentu saja" jawab Yize sambil mengelur pucuk kepala Yun lalu pergi bersama Yelu.


Malam ini ia harus berhati hati, bukan karena targetnya memiliki kekuatan yang hebat. Melainkan dia seorang yang terpandang yaitu gubernur kerajaan Qin. Ia mendapat informasi ini dari seseorang yang tak ia kenal, jadi ia harus memastikan informasi ini sebelumnya.


Yize memberi perintah kepada Yelu untuk membuat keributan diantara para penjaga kediaman. Disaat Yelu berulah dia mengambil kesempatan untuk masuk kedalam dan mencari mereka.


"Ada penyusup!" Teriak orang dari luar. Tentu saja itu ulah Yelu.


"Ayah ada apa diluar?" Tanya seorang pemuda, mendengar suaranya sepertinya dia lebih muda dari Yize.


"Mungkin seseorang yang meminta sumbangan dan memaksa untuk masuk. Duduklah ayo makan, ibumu sudah memasak makanan spesial untuk kita" ucap Orang yang lebih tua.


Yize tersenyum, sepertinya rencananya akan berjalan lancar. Dengan cepat dia melangkah kedapur dan melihat masih ada seorang perempuan, sepertinya itu istri dari Gubernur Zhen.


"Brakk!" Yize mencoba memancing perempuan itu agar keluar dari dapur.


"Siapa" ucap perempuan itu untuk melihat siapa yang menjatuhkan barang.


Ini kesempatan Yize untuk menuangkan racun yang dia buat. Setelah itu ia pergi begitu saja, dan memanggil Yelu untuk kembali.


Yize tidak langsung pergi begitu saja, ia masih berdiri diatas pohon dan melihat kedepan. Pemandangan dimana satu keluarga sedang makan bersama dengan bahagia. Ternyata Gubernur itu memiliki dua putra, dan sepertinya putra keduanya masih kecil. Dan sebentar lagi kebahagian mereka akan berakhir malam ini dan tentu saja mereka yang tidak tahu apa apa juga akan ikut berakhir malam ini. Mereka tidak akan menyangka jika kematian sedang menunggunya.


Kejam? Mungkin itu hal yang kejam untuk membunuh seseorang yang tak bersalah. Jangan salahkan Yize jika ia berbuat kejam seperti ini. Mereka lah yang merubahnya seperti ini.


"Akh!!! Tuan, Nyonya, Tuan muda. Tolong!" Teriak pelayan saat masuk untuk memberikan makanan penutup. Tentu saja itu membuat kediaman menjadi ramai.


Yize masih menatap mereka yang sudah tak bernyawa lagi. Dan tubuh mereka terjatuh dilantai dan akan berubah menjadi dingin.Mungkin dia akan seperti putra gubernur itu jika tak keluar dari sana.

__ADS_1


"Tuan" panggil Yelu saat melihat tuannya masih terdiam.


"Ayo kembali, Yun menunggu kita dirumah" jawab Yize dan pergi dari sana. Itu adalah masa lalu sekarang ia memiliki keluarga baru, dan tentu saja kali ini ia tak akan membiarkan mereka menyentuh keluarganya.


Yun senang melihat Yize pulang, tentu saja itu bertanda jika balas dendamnya berhasil. Kita bisa melihat apa yang akan terjadi besok pagi jika mendengar gubernur mereka telah tewas.


Dia bermeditasi mencoba untuk menembus jiwa Kesatria. Meskipun itu sulit ia harus bisa karena musuhnya semakin lama semakin kuat. Ia harus bisa mengalahkan mereka.


Tapi setelah membunuh gubernur mungkin ia akan berhenti sementara. Ia tak ingin membuat mereka curiga, dengan kematian pelayan Xupeng dan Gubernur Zhen, itu sudah membuat kerajaan Qin gempar.


Mungkin kali ini mereka akan menebak nebak jika pembunuhnya adalah musuh dari Gubernur Zhen. Dan kejadian dikediaman pelayan Xupeng merupakan hal yang sama.


Jadi ia akan mencari waktu yang tepat untuk membunuh targetnya selanjutnya. Mungkin setelah kompetisi antar kelas.


Dan benar saja berita kematian Gubernur Zhen sudah menyebar. Dan akademi pun juga diliburkan untuk berduka atas kematiannya. Tapi ada satu hal yang ia bingung, kenapa Liyan duduk disampingnya dan sarapan bersamanya.


"Bukannya keluargamu pergi ke kediaman gubernur Zhen? Kenapa kau malah kesini?" Tanya Yize sambil menyangap sarapannya.


"Hm, jadi apa renca kita untuk naik ke kelas atas?" Tanya Liyan lagi.


"Kita kekelas tengah dulu" jawab Yize.


"Tidak!" Teriak Liyan membuat mereka terkejut.


"Kenapa?" Tanya Zeze ikut penasaran.


"Hehehehe kalau kita bisa naik kekelas atas tidak akan yang memandang kita rendah dan juga kita bisa pindah" jelas Liyan.


"Dasar dipikiranmu cuma ada itu saja" ejek Yelu.


"Itu benar tapi ada hal lain juga, hei Yize apa kau tak ingin ikut pertandingan antar akademi" ucap Liyan mencoba memancing Yize.


Liyan menjelaskan jika bisa ikut pertandingan antar akademi dan bisa menang. Pemenang itu akan mendapat kesempetam untuk masuk keakademi pilar naga.

__ADS_1


Akademi Pilar Naga merupakan akademi terbesar di daratan bagian selatan. Dan bisa masuk kesana merupakan hal yang luar biasa.


"Hm aku pikirkan dulu" ucap Yize setelah makan lalu pergi untuk berlatih dibelkang rumah bersama Liyan dan yang lainnya.


"Liyan cobalah bertarung melawan Zeze" perintah Yize.


"Bocah ayo maju" tantang Liyan dengan sombong membuat Zeze tersenyum licik.


Yize melihat Zeze dengan cepat memukul Liyan dan Liyan tidak sempat menghindar dan terhempas lumayan jatuh. Liyan bangun dan marah marah terhadap Zeze kalau dirinya belum siap. Melihat itu Yize merasa pernah melihat kejadian itu.


"Akh" ucap Yize pelan sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Tiba tiba ia mengingat sesuatu. Ia melihat seorang anak sedang mencoba melawan seorang pria dewasa.


"Paman curang, kan Iyan belum siap" ucap anak itu dan pria dewasa itu hanya tertawa keras.


"Kau masih kecil Liya begitu juga Lingyi" ucap pria itu berjalan menghampirinya.


"Iyan sudah sudah besar! Iyakan ingyi?" Teriak Anak itu dan ikut berlari kearahnya.


"Iya Ingyi sudah besar ayah!, jadi ayo lawan aku juga" ucap Yize kecil.


"Yize hei ada apa denganmu?" Tanya Liyan saat melihat Yize memganh kepalanya dengan ekspresi kesakitan.


Yize membuka matanya melihat semuanya menatapnya khawatir. Tapi kali ini ia menatap Liyan begitu dalam dan lama membuat mereka bingung begitu juga Liyan.


"Hahahahaha" Yize tertawa saat mengingat jika Liyan adalah teman kecilnya dulu. Tak disangka takdir menemukan mereka lagi.


"Aku kedalam dulu kalian berlatihlah tanpa diriku" ucap Yize lalu pergi begitu saja. Mereka menatap Yize bingung kepergian Yize.


Yize ingat sekarang dia pernah terjatuh kejurang saat dihutan dulu. Setelah itu ia tak ingat apapum kecuali membalas dendan atas kematian keluarganya.


Jika Liyan teman kecilnya berarti adik dari ibunya adalah ibu Liyan. Jadi Liyan dan dirinya saudara, kakak Liyan Yue Jiyan adalah seseorang yang ia mimpikan sebelumnya.


"Hahahaha menarik semua jadi semakin menarik. Kita lihat ekspresi apa jika keponakannya masih hidup. " ucap Yize.

__ADS_1


__ADS_2